Sumber: Foxconn,Technology Magazine,ITF World,Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Simak profil dan kisah perjalanan karier Young Lio, sosok CEO Foxconn yang saat ini menjadi salah satu pemain utama dalam industri semikonduktor.
Young Liu alias Young-Way Liu lahir pada 2 Maret 1956. Latar belakang pendidikannya memang fokus di dunia teknik. Mulai dari menyelesaikan gelar sarjana di bidang elektrofisika di National Chiao Tung University (Taiwan), kemudian meraih gelar master di bidang computer engineering dari University of Southern California (AS).
Latar belakang teknologi yang kental membuat perjalanan karier Liu tak jauh dari dunia itu.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya Indonesia Akhir November 2025: Prajogo Pangestu Masih Teratas
Memulai dari Bisnis Kecil
Sebelum masuk ke struktur kepemimpinan Hon Hai atau Foxconn, Liu sudah berpengalaman sebagai pendiri dan pemimpin di beberapa perusahaan teknologi, termasuk usaha yang berfokus pada motherboard, desain IC, dan pengembangan chip.
Pada tahun 1988, ia mendirikan perusahaan motherboard bernama Young Micro Systems. Bisnisnya cukup sukses, karena muncul di masa ketika PC mulai berkembang pesat.
Pada tahun 1995, Young Liu merambah ke dunia desain chip dengan mendirikan ITE Tech yang berfokus pada desain chipset, bagian penting dari arsitektur PC saat itu.
Selanjutnya, pada tahun 1997, Liu mendirikan perusahaan lain, yaitu ITeX. Perusahaan baru ini fokus pada desain IC untuk ADSL.
Seiring berjalannya waktu, Liu telah berhasil menyusun ekosistem bisnis teknologi yang meliputi hardware dasar, chipset, serta integrasi komunikasi. Kemampuan mengelola bisnis dari berbagai sektor secara kompleks ini membuat kariernya di Foxconn berjalan cukup mulus.
Baca Juga: Li Xiting, Pengusaha Medis yang Menjadi Orang Terkaya di Singapura
Bergabung dan Memimpin Foxconn
Young Micro Systems milik Liu pada akhirnya melakukan merger dengan Foxconn pada 1994. Setelah puluhan tahun memimpin usahanya sendiri, Liu akhirnya bergabung dengan Foxconn pada tahun 2007 sebagai “Special Assistant to the Founder” atau penasihat khusus.
Pada 2010, ia diangkat menjadi General Manager dari “Innovation Digital System Business Group”, sebuah grup bisnis yang berorientasi ke inovasi dan sistem digital, bukan hanya perakitan massal.
Selanjutnya, pada tahun 2014, Liu menjadi Chairman dari Socle Technology Corporation, salah satu divisi di bawah payung Foxconn.
Kemudian pada 2016, ia mengambil peran sebagai General Manager dari divisi semikonduktor Foxconn, sekaligus duduk di dewan direksi perusahaan lain.
Puncaknya pada 2019, yaitu ketika Liu sampai ke kursi kepemimpinan Foxconn. Mengutip Technology Magazine, naiknya Liu di puncak kepemimpinan merupakan sinyal transisi strategi perusahaan, bergerak dari fokus volumenal/kontrak manufaktur besar menuju integrasi desain, semikonduktor, dan solusi teknologi canggih.
Hingga saat ini, Young Liu menjabat Chairman dan CEO Foxconn.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya Dunia Akhir November 2025: Para Pendiri Google Meroket
Kesuksesan Bisnis Foxconn di Bawah Kendali Liu
Di bawah kepemimpinan Young Liu, Foxconn menggeser fokus strategis dari bisnis perakitan massal tradisional ke segmen bernilai tambah tinggi. Perusahaan mulai masuk ke server untuk kecerdasan buatan (AI), infrastruktur cloud, semikonduktor, robotika, dan kendaraan listrik (EV).
Mengutip laporan Reuters pada 21 November 2025, Liu sendiri menyatakan komitmen investasi besar pada AI, yakni antara US$2 miliar hingga US$3 miliar per tahun untuk beberapa tahun ke depan.
Selain itu, kerja sama strategis dengan NVIDIA untuk membangun “AI Factory” yang dilengkapi ribuan GPU Blackwell menjadi momen penting yang menunjukkan perpindahan kapasitas Foxconn ke produk-produk infrastruktur AI.
Titik balik terbesar Foxconn sebelum era AI adalah ketika Apple menunjuk perusahaan ini sebagai mitra utama untuk memproduksi iPhone. Sejak 2007, ketika iPhone pertama diluncurkan, Foxconn memainkan peran vital dalam kesuksesan Apple.
Di bawah kendali Liu, hubungan Foxconn dengan Apple dan perusahaan lain seperti PlayStation, Xbox, Nintendo, HP, hingga Dell masih dijaga.
Foxconn konsisten menjadi perusahaan manufaktur elektronik terbesar di dunia dengan pendapatan tahunan melebihi US$150 miliar.
Baca Juga: Lei Jun Tambah Kepemilikan Saham, Xiaomi Langsung Menguat
Berapa Kekayaan Young Liu?
Meski menjadi nama penting di dunia semikonduktor yang berkembang pesat, informasi mengenai kekayaan Liu tidak terdata dengan jelas.
Sebagian sumber, seperti ceonetworths.com, menuliskan bahwa kekayaannya berkisar di angka US$50 juta, berdasarkan kompensasi eksekutif, opsi saham, dan investasi terkait posisi manajerial.
Sumber lainnya, Tech Chilli, menyebut bahwa kekayaan Liu pada tahun 2024 sudah menyentuh angka US$5 miliar.
Baca Juga: Profil Yang Huiyan: Miliarder Perempuan Termuda di Dunia, Pewaris Country Garden
Selanjutnya: Purbaya Sebut Belum Ada Pemda Minta Tambahan Anggaran Tangani Banjir di Sumatra
Menarik Dibaca: 8 Minuman Pagi Pengontrol Gula Darah bagi Penderita Diabetes
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













