Sumber: Fortune,Fortune | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Miliarder investor Mark Cuban melontarkan kritik keras terhadap sistem kesehatan Amerika Serikat. Ia melihat bahwa sistem yang ada bukan hanya memberatkan masyarakat, tetapi juga ikut mendorong membengkaknya utang negara.
Pandangan tersebut disampaikan Cuban lewat unggahan di platform X pada malam Natal lalu. Menurutnya, perusahaan asuransi dan penyedia layanan kesehatan selama ini memanfaatkan ketakutan pasien serta ketimpangan informasi yang sangat besar di sektor kesehatan.
“Perusahaan asuransi dan penyedia layanan bermain di atas rasa takut dan asimetri informasi yang ada di layanan kesehatan,” tulisnya dalam akun @mcuban.
Baca Juga: Kondisi Mahathir Mohamad: Cedera Pinggul, Dokter Sarankan Rehabilitasi
Utang Nasional AS Membengkak
Mengutip Fortune, utang nasional Amerika Serikat tercatat melampaui US$38 triliun pada Oktober 2025. Dalam kurun sedikit lebih dari dua bulan sepanjang 2025, utang bertambah sekitar US$1 triliun.
Menurut data Peter G. Peterson Foundation, lonjakan utang tersebut dua kali lebih cepat dibanding laju pertumbuhan rata-rata sejak tahun 2000.
Beban bunga utang tahunan kini sudah mendekati US$1 triliun dan diperkirakan bisa mencapai total US$14 triliun dalam satu dekade ke depan.
Cuban mengakui bahwa membenahi sistem kesehatan saja tidak akan langsung menyelesaikan masalah utang nasional. Namun, ia menegaskan bahwa pemborosan dan praktik tidak transparan di sektor ini jelas memperparah tekanan fiskal jangka panjang.
Baca Juga: Kisah Sukses Greg Abel, Penerus Warren Buffett di Kursi Tertinggi Berkshire Hathaway
Solusi Langsung dari Cuban
Kritik Cuban terhadap sistem kesehatan Amerika Serikat sepertinya berkaitan dengan perusahaan farmasi daring yang ia dirikan pada Januari 2022, yakni Cost Plus Drugs.
Perusahaan ini menjual obat dengan harga biaya produksi, ditambah margin tetap 15%, biaya apotek kecil, serta ongkos kirim yang ditampilkan secara terbuka.
Berbeda dengan sistem farmasi konvensional, Cost Plus Drugs memangkas peran perantara seperti pharmacy benefit managers (PBM), sehingga konsumen bisa mengetahui secara persis dari mana harga obat berasal.
Banyak pengamat yang menyebut model ini mampu memangkas harga obat generik dari ribuan dolar per bulan menjadi hanya puluhan dolar.
Baca Juga: CEO Bank of America Beri Pesan untuk Gen Z yang Sulit Mencari Pekerjaan
Alarm Keras untuk Sistem Kesehatan
Salah satu kritik Cuban yang paling tajam adalah soal mekanisme harga obat bermerek.
Ia menyoroti fakta bahwa pemegang asuransi sering kali harus membayar harga eceran penuh selama masa deductible, sebelum diskon atau rebate berlaku.
Menurutnya, jika obat bermerek menggunakan sistem harga tetap, jutaan orang akan langsung membayar harga bersih, bukan harga ritel yang sangat tinggi.
Cuban memperkirakan perubahan ini saja bisa menghemat puluhan miliar dolar per tahun bagi pasien, terutama untuk obat bermerek dan obat spesialis.
Para ekonom dan pakar kebijakan kesehatan menilai bahwa reformasi penagihan dan obat resep memang penting, tetapi tidak akan menjadi solusi tunggal bagi utang nasional AS yang didorong defisit struktural. Faktor biaya bunga yang melonjak dan kebuntuan politik juga menjadi perhatian.
Banyak juga yang sepakat bahwa Cost Plus Drugs milik Cuban menjadi contoh konkret bagaimana transparansi dan penghapusan perantara bisa menekan harga dan membuka borok sistem kesehatan AS.
Baca Juga: Kisah Jim Fish: Perkuat Bisnis Bernilai US$90 Miliar dengan Mengelola Sampah
Profil Mark Cuban
Mark Cuban adalah pengusaha, investor, dan miliarder asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai pemilik klub NBA Dallas Mavericks serta salah satu investor utama dalam acara televisi Shark Tank.
Pria kelahiran tahun 1958 ini membangun kekayaannya dari sektor teknologi, media, serta investasi ventura.
Nama Cuban mulai dikenal luas setelah menjual perusahaan streaming audio Broadcast.com kepada Yahoo pada 1999 dengan nilai sekitar US$5,7 miliar.
Sejak saat itu, ia kerap tampil sebagai figur vokal yang mengkritik praktik bisnis yang dianggap tidak efisien, monopolistik, dan merugikan konsumen.
Dalam beberapa tahun terakhir, fokus Cuban banyak tertuju pada reformasi sistem kesehatan Amerika Serikat.
Lewat Mark Cuban Cost Plus Drug Company pada 2022, ia berupaya menghadirkan transparansi harga obat dan menantang dominasi perantara besar seperti PBM.
Sikapnya yang blak-blakan membuat Cuban kerap membuka borok industri kesehatan dan asuransi AS.
Baca Juga: Kisah Karier Melinda French Gates: Keputusan Tepat Tinggalkan IBM untuk Microsoft
Selanjutnya: Donald Trump Guncang PBB: AS Mundur dari Puluhan Organisasi Internasional
Menarik Dibaca: Anjlok Setelah Reli, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 8 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













