Sumber: WM (Waste Management),Fortune,Fortune | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - James C. Fish Jr. alias Jim Fish adalah Presiden dan CEO (Chief Executive Officer) dari Waste Management yang kini disebut sebagai WM. Lewat pengelolaan sampah, Fish berhasil membuat WM tumbuh menjadi perusahaan bernilai US$90 miliar.
Jim Fish bukan tipe eksekutif yang hanya memimpin dari balik meja. Fish sering turun langsung ke lapangan, mengikuti briefing keselamatan pukul 1 dini hari, hingga ikut mengangkut sampah bersama para kru.
Seperti apa kisah sang raja sampah ini? Berikut adalah uraiannya.
Baca Juga: 10 Atlet dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia 2025: Cristiano Ronaldo Nomor Satu
Mengangkut Sampah Bersama Kru Lapangan
Dilansir dari Fortune (3/1/2026), selam masih menjabat CFO (Chief Financial Officer), Fish rutin turun ke lapangan setiap empat hingga enam minggu.
Ia tidak hanya menghadiri briefing keselamatan dini hari, tetapi juga ikut mengangkut sampah bersama kru. Kegiatan tersebut dilakukan hingga pertengahan masa jabatannya sebagai CFO.
Dewan Direksi sempat mengkritik langkah Fish yang gemar ikut mengangkat sampah secara langsung. Meski demikian, Fish tetap diizinkan untuk naik truk dan berkeliling bersama para pengemudi.
Fish mengunjungi sekitar 20 hingga 30 lokasi operasional setiap tahun, dengan lima hingga sepuluh kali perjalanan khusus untuk ikut dalam truk pengangkut sampah.
Banyak pengemudi mengaku gugup saat sang CEO pertama kali ikut turun ke lapangan. Namun, kebiasaan rutin tersebut kini membuat Fish dan para kru lapangan menjadi dekat.
Baca Juga: Sejarah Baru New York: Zohran Mamdani Gunakan Al-Qur’an saat Pelantikan
Kepemimpinan Inklusif dan Dampaknya pada Perusahaan
Jim Fish mulai menjabat sebagai Presiden dan CEO Waste Management pada bulan November 2016 setelah diangkat oleh Dewan Direksi perusahaan, menggantikan David P. Steiner yang sebelumnya menjabat sejak 2004.
Bagi Jim Fish, kekuatan utama Waste Management bukan berada di ruang rapat eksekutif, melainkan di lapangan.
Diferensiasi perusahaan terletak pada para pekerja yang menjalankan operasional sehari-hari dalam kondisi sulit dan berisiko.
Fish menegaskan bahwa jabatannya sebagai CEO tidak membuatnya lebih penting dari karyawan lain. Menurutnya, setiap orang hanya memiliki peran yang berbeda, bukan nilai yang berbeda.
Pendekatan kepemimpinan yang rendah hati dan berbasis empati inilah yang menjadi fondasi keberhasilan jangka panjang Waste Management.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Awal Januari 2026
Profil Waste Management
Waste Management merupakan perusahaan pengelolaan sampah dan daur ulang terbesar di Amerika Serikat dan Kanada. Perusahaan ini didirikan pada 1968 dan berkantor pusat di Houston, Texas, Amerika Serikat.
Bisnis inti Waste Management meliputi pelayanan koleksi sampah, layanan landfill (pembuangan akhir), serta fasilitas stasiun transfer dan daur ulang.
Jaringan operasional perusahaan mencakup ratusan fasilitas seperti stasiun transfer, tempat pembuangan, serta fasilitas daur ulang material di seluruh AS dan Kanada.
Dalam catatan terbaru Fortune di awal tahun 2026, Waste Management memiliki kapitalisasi pasar yang mencapai sekitar US$90 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan layanan lingkungan terbesar berdasarkan nilai pasar.
Sampai akhir 2024, perusahaan mempekerjakan sekitar 61.700 karyawan penuh waktu, yang tersebar di berbagai fasilitas operasional dan kantor di seluruh wilayah layanan.
Baca Juga: Mengintip Aliran Dana George Soros ke Letitia James, Musuh Politik Donald Trump
Selanjutnya: Promo HokBen Januari 2026 Spesial Ojek Online, Mulai Rp 33.000-an Per Orang
Menarik Dibaca: Promo HokBen Spesial Musim Hujan, Beli Hoka Ramen Gratis Bubur Hangat Khas Jepang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













