kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%
SOSOK /

Kisah Melanie Perkins, Pendiri Canva yang Jadi Miliarder Muda


Jumat, 09 Januari 2026 / 14:02 WIB
Kisah Melanie Perkins, Pendiri Canva yang Jadi Miliarder Muda
ILUSTRASI. Melanie Perkins (Dok./Wikipedia)

Sumber: TechCrunch,TechCrunch,TechCrunch,Wall Street Journ | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Melanie Perkins mungkin tidak pernah mengira bahwa platform desain bernama Canva yang diciptakannya bisa mendunia dan membuatnya menjadi miliarder di usia muda.

Dari ide sederhana di bangku kuliah, ia berhasil membangun perusahaan teknologi bernilai miliaran dolar dan menempatkan dirinya sebagai salah satu pengusaha perempuan paling berpengaruh di dunia.

Mari simak kisah perjalanan Melanie Perkins dalam mendirikan Canva, platform desain yang selama ini sering Anda gunakan.

Baca Juga: Kisah Karier Melinda French Gates: Keputusan Tepat Tinggalkan IBM untuk Microsoft

Profil Melanie Perkins

Melanie Perkins lahir pada 13 Mei 1987 di Perth, Australia Barat. Ia tumbuh dalam keluarga kelas menengah, dengan ibu berprofesi sebagai guru dan ayah seorang insinyur, sebagaimana dilansir dari Forbes.

Mengutip CNBC, ketertarikan Melanie pada desain muncul saat ia masih remaja dan semakin berkembang ketika menempuh pendidikan di University of Western Australia.

Saat mengajar desain grafis kepada mahasiswa lain, ia menemukan satu masalah utama, yaitu perangkat lunak desain profesional terlalu rumit dan tidak ramah bagi pemula.

Berangkat dari keresahan itu, gagasan awal tentang Canva lahir. Tujuannya sederhana, yaitu menyederhanakan desain agar dapat diakses siapa saja.

Baca Juga: CEO Bank of America Beri Pesan untuk Gen Z yang Sulit Mencari Pekerjaan

Dari Fusion Books ke Canva

Canva

Sebelum Canva, Melanie Perkins mendirikan Fusion Books, sebuah platform online untuk membuat buku tahunan sekolah.

Dilansir dari TechCrunch, bisnis ini memberi pengalaman krusial bagi Melanie dalam membangun produk berbasis web, memahami kebutuhan pengguna non-teknis, serta menarik investor awal.

Canva kemudian diluncurkan pada 2013 bersama Cliff Obrecht dan Cameron Adams. Platform ini menawarkan pendekatan revolusioner melalui sistem drag and drop, template siap pakai, serta akses berbasis cloud.

The Wall Street Journal secara khusus menyoroti perkembangan Canva dan mencatat bahwa kemudahan penggunaan menjadi faktor utama yang mendorong adopsi Canva secara masif di berbagai negara.

Baca Juga: 10 Atlet dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia 2025: Cristiano Ronaldo Nomor Satu

Model Bisnis Skala Global Canva

Canva mengadopsi model freemium, di mana pengguna dapat menggunakan fitur dasar secara gratis, sementara fitur lanjutan tersedia melalui langganan berbayar.

Strategi ini terbukti efektif dalam membangun basis pengguna global sebelum dimonetisasi secara bertahap.

Mengutip Bloomberg, Canva kini digunakan di lebih dari 190 negara dan melayani berbagai segmen, mulai dari individu kreator, UMKM, perusahaan multinasional, hingga lembaga pemerintahan dan pendidikan.

Sekarang, Canva tidak hanya menjadi alat desain, tetapi juga bagian dari ekosistem kerja digital modern.

Baca Juga: Industri AI Ciptakan Lebih dari 50 Miliarder Baru Sepanjang 2025

Nilai Kekayaan Melanie Perkins

Cakupan global Canva jelas memberikan keuntungan besar bagi Melanie. Dilansir dari Forbes, kekayaan bersihnya pada periode 2025 diperkirakan berada di kisaran US$5-6 miliar.

Selain dikenal sebagai miliarder teknologi, Melanie juga menonjol dalam komitmen filantropi. Ia dan Cliff Obrecht telah berjanji untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka selama masa hidup.

Baca Juga: Kisah Sutradara Kiwi Chow Melawan Kebebasan Film Hong Kong

Selanjutnya: 25 Ucapan Lekas Sembuh via WhatsApp: Santai dan Sopan untuk Siapa Saja

Menarik Dibaca: Tas Mewah Ada Hirarki Khusus Tergantung Brand, Ini Levelnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×