Sumber: Times of India | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Dunia filantropi di Silicon Valley kembali mencatatkan rekor baru melalui aksi nyata salah satu pendiri Google, Sergey Brin.
Miliarder teknologi ini dilaporkan telah menyalurkan donasi publik tunggal terbesarnya untuk mendukung upaya penanganan krisis keterjangkauan hunian di negara bagian California.
Langkah ini diambil di tengah menguatnya tekanan regulasi fiskal bagi para miliarder di wilayah tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa Stanford Galang Dana, Luncurkan Akselerator Startup Breakthrough Ventures
Dukungan finansial yang masif ini menjadi sinyal penting mengenai arah keterlibatan tokoh-tokoh teknologi dalam isu-isu sosial dan politik yang krusial.
Koalisi "Building a Better California" dan Dukungan Tokoh Teknologi
Mengutip dari The Times of India, Sergey Brin telah mendonasikan dana sebesar US$ 20 juta atau setara dengan Rp 335,46 miliar (kurs Rp 16.773 per Dolar AS).
Dana tersebut disalurkan kepada koalisi baru bernama "Building a Better California" yang fokus pada penanganan darurat keterjangkauan rumah di negara bagian tersebut.
Donasi ini menempatkan Brin sebagai donor utama dalam paket peluncuran dana sebesar US$ 35 juta atau sekitar Rp 587,05 miliar. Tidak hanya Brin, sejumlah pimpinan teknologi di Silicon Valley turut serta dalam inisiatif ini, antara lain:
- Eric Schmidt (Mantan CEO Google): US$ 2 juta (Rp 33,54 miliar).
- Michael Moritz (Venture Capitalist): US$ 2 juta (Rp 33,54 miliar).
- Max Levchin (CEO PayPal): US$ 1 juta (Rp 16,77 miliar).
- Kontributor Lain: Patrick Collison (Stripe), Tony Xu (DoorDash), dan John Doerr (Kleiner Perkins).
Respons Terhadap Isu Pajak Kekayaan (Wealth Tax)
Aksi filantropi besar-besaran ini terjadi di tengah antisipasi para miliarder California terhadap inisiatif surat suara yang mengusulkan pajak kekayaan sebesar 1% bagi warga ultra-kaya di negara bagian tersebut.
Dilansir dari Times of India, langkah Brin ini disebut-sebut sebagai manuver politik paling nyata dan besar yang pernah ia lakukan.
Situasi ini memicu polarisasi di kalangan pemilik modal. Sebagai perbandingan, Peter Thiel baru-baru ini menyalurkan US$ 3 juta atau Rp 50,31 miliar kepada kelompok bisnis California untuk melawan usulan pajak bagi miliarder tersebut.
Dukungan Brin pada isu hunian dianggap sebagai upaya proaktif dalam memberikan solusi sosial di tengah perdebatan kebijakan pajak kekayaan.
Tonton: Purbaya Perkirakan Anggaran Program Gentengnisasi Tak Sampai Rp 1 Triliun
Lonjakan Kekayaan dan Tren Donasi Tahun 2025
Kedermawanan Sergey Brin sepanjang tahun lalu didorong oleh kinerja saham Alphabet yang impresif.
Kekayaan pribadi Brin melonjak sebesar US$ 97,3 miliar atau setara Rp 1.632,01 triliun sepanjang tahun 2025 saja.
Dominasi Alphabet di sektor kecerdasan buatan (AI) menjadi motor utama yang membawa harga saham perusahaan mencapai rekor tertinggi.
Brin, yang masih memegang 6% saham di raksasa teknologi tersebut, tercatat sangat aktif dalam kegiatan amal selama setahun terakhir. Beberapa catatan donasi penting Brin meliputi:
- Catalyst4: Mentransfer saham senilai US$ 1,1 miliar (Rp 18,45 triliun) ke organisasi nirlaba yang fokus pada penyakit sistem saraf pusat dan solusi iklim.
- Riset Kesehatan: Menyalurkan US$ 45 juta (Rp 754,78 miliar) ke Michael J. Fox Foundation untuk penelitian Parkinson.
- Yayasan Keluarga: Memberikan US$ 90 juta (Rp 1,5 triliun) ke yayasan keluarga miliknya.
- Donasi Mei: Menyalurkan dana sebesar US$ 700 juta (Rp 11,74 triliun) pada periode Mei lalu.
Rentetan aksi sosial ini menjadikan tahun 2025 sebagai periode paling produktif dalam hidup Brin dalam hal pemberian amal.
Bagi para pelaku pasar dan investor, tren ini menunjukkan bagaimana keuntungan besar dari sektor teknologi dialokasikan kembali ke dalam isu-isu sistemik masyarakat, mulai dari kesehatan hingga ketersediaan infrastruktur hunian.
Selanjutnya: Rupiah Spot Melemah 0,10% ke Rp 16.771 per Dolar AS pada Rabu (4/2) Siang
Menarik Dibaca: Tecno Pova 6 Pro: HP Gaming Impian atau Sekadar Desain?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













