kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%
SOSOK /

Kekayaan Sergey Brin Melesat, Geser Bezos Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia


Rabu, 14 Januari 2026 / 12:18 WIB
Kekayaan Sergey Brin Melesat, Geser Bezos Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia
ILUSTRASI. Kekayaan Sergey Brin Melesat, Geser Bezos Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia. (Dok.REUTERS/Robert Galbraith / Reuters)

Sumber: Forbes | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Harga saham Alphabet, perusahaan induk Google, kembali mencetak rekor baru yang berdampak signifikan pada peta kekayaan miliarder global.

Pada perdagangan Selasa (13/1), posisi salah satu pendiri Google, Sergey Brin, melesat menjadi orang terkaya ketiga di dunia.

Kenaikan peringkat ini terjadi setelah Brin berhasil melampaui kekayaan pendiri Oracle, Larry Ellison, dan pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Baca Juga: Glencore dan Rio Tinto Merger: Lahir Raksasa Tambang Rp 3.374 Triliun

Lonjakan kekayaan Brin sejalan dengan reli saham Alphabet yang berhasil membawa kapitalisasi pasar perusahaan menembus angka psikologis US$ 4 triliun.

Lonjakan Saham dan Valuasi Alphabet

Berdasarkan data perdagangan, saham Alphabet naik 1,3% ke level di atas US$ 337 pada Selasa sore. Penguatan ini melengkapi reli sebesar 6,6% yang terjadi selama tujuh sesi perdagangan terakhir.

Pencapaian ini mengukuhkan posisi Alphabet sebagai perusahaan keempat yang menyentuh nilai pasar US$ 4 triliun, bergabung dengan jajaran elite Nvidia, Microsoft, dan Apple.

Mengutip laporan Forbes, kekayaan bersih Sergey Brin tumbuh sebesar US$ 4,9 miliar atau sekitar Rp 82,61 triliun (kurs Rp 16.861 per US$). Dengan tambahan tersebut, total kekayaan Brin kini mencapai US$ 255,6 miliar atau setara Rp 4.309,6 triliun.

Pencapaian ini menempatkan Brin tepat di bawah rekan pendirinya, Larry Page, yang memiliki kekayaan US$ 277 miliar, dan CEO Tesla, Elon Musk, yang masih kokoh di posisi pertama dengan kekayaan US$ 725,3 miliar.

Sementara itu, Jeff Bezos turun ke peringkat keempat dengan estimasi kekayaan US$ 253,2 miliar, diikuti Larry Ellison di posisi kelima dengan kekayaan bersih mendekati US$ 251,3 miliar.

Kemitraan Strategis dengan Apple

Salah satu pendorong utama optimisme investor terhadap Alphabet adalah pengumuman kerja sama strategis dengan Apple.

Dilansir dari Forbes, Apple menyatakan akan menggunakan model kecerdasan buatan (AI) milik Google, Gemini, sebagai fondasi untuk model AI mereka serta generasi terbaru asisten virtual Siri.

Kesepakatan ini memberikan sentimen positif yang besar bagi pasar, mengingat Apple merupakan salah satu ekosistem perangkat keras terbesar di dunia.

Integrasi Gemini ke dalam produk-produk Apple memperkuat posisi tawar Google dalam persaingan teknologi AI global yang semakin ketat.

Tonton: Proyek Kilang Rp 123 Triliun Pertamina Tuntas, Apa Dampaknya?

Dominasi Teknologi AI dan Proyeksi 2026

Sepanjang tahun 2025, saham Alphabet mencatatkan pertumbuhan luar biasa sebesar 65%. Angka ini merupakan lompatan tahunan terbesar bagi perusahaan sejak tahun 2009, di mana saat itu saham mereka melonjak hampir 93%.

Beberapa faktor kunci yang memperkuat dominasi Alphabet di sektor teknologi meliputi:

  • Peluncuran Gemini 3: Iterasi terbaru dari model AI Google yang dirilis pada November 2025 dan mendapatkan sambutan positif dari pasar.
  • Pengembangan Chip Ironwood: Generasi ketujuh chip AI milik Google yang dirancang untuk bersaing langsung dengan produk-produk Nvidia.
  • Pertumbuhan Google Cloud: Melansir riset analis Citi, sekitar 70% pelanggan Google Cloud kini telah menggunakan produk AI perusahaan tersebut.

Analis dari Cantor Fitzgerald, Deepak Mathivanan, menilai bahwa investasi jangka panjang yang dilakukan Google selama satu dekade terakhir telah menciptakan "jejak terkuat" di industri AI. Keunggulan infrastruktur dan kapasitas chip ini diprediksi akan menyulitkan kompetitor untuk mengejar ketertinggalan dalam waktu dekat.

Meskipun Sergey Brin mulai aktif mendonasikan jutaan sahamnya untuk riset penyakit Parkinson, kepemilikan sahamnya di Alphabet tetap memberikan kontribusi masif terhadap pertumbuhan aset pribadinya. Dengan prospek pertumbuhan cloud dan AI yang masih terbuka lebar, Alphabet diproyeksikan tetap menjadi pilihan utama bagi banyak analis dan investor pada tahun 2026.

Selanjutnya: Link Download Free Fire X Jujutsu Kaisen APK Android & iOS, Apa Saja yang Baru?

Menarik Dibaca: Promo Member Day Marugame Udon Spesial 14 Januari, Fuji-san Mabo Udon Hanya Rp 50.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×