Sumber: Times of India | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Taipan teknologi asal Jepang sekaligus pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son, dilaporkan telah menghentikan negosiasi untuk mengakuisisi operator pusat data asal Amerika Serikat (AS), Switch Inc.
Langkah ini menandai hambatan signifikan bagi ambisi Son dalam membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) skala raksasa yang dikenal dengan proyek Stargate.
SoftBank sebelumnya telah menjajaki kesepakatan bernilai fantastis, yakni mencapai US$ 50 miliar atau setara dengan Rp 839,80 triliun berdasarkan kurs terbaru Rp 16.796 per US$. Nilai tersebut diproyeksikan akan menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah korporasi Jepang jika terealisasi.
Baca Juga: Amazon PHK 16.000 Karyawan: CEO Andy Jassy Dorong Transformasi AI
Masayoshi Son diyakini mengincar kendali penuh atas jaringan pusat data Switch yang dikenal efisien dalam penggunaan energi.
Infrastruktur ini rencananya akan menyokong proyek Stargate senilai US$ 500 miliar (sekitar Rp 8.398 triliun), sebuah inisiatif ambisius untuk menyediakan daya komputasi masif bagi OpenAI, mitra strategis SoftBank.
Perubahan Strategi di Tengah Ambisi AI
Meskipun negosiasi akuisisi penuh telah dihentikan, hubungan antara kedua perusahaan belum sepenuhnya berakhir.
Dikutip dari Times of India, Masayoshi Son mengakui pada awal bulan ini bahwa akuisisi secara keseluruhan tidak lagi menjadi opsi yang memungkinkan bagi SoftBank.
Meski demikian, sumber yang mengetahui masalah tersebut menyatakan bahwa kedua belah pihak masih terlibat dalam diskusi aktif mengenai potensi investasi parsial atau kemitraan strategis. Beberapa poin yang melatarbelakangi batalnya akuisisi penuh antara lain:
- Besaran Nilai Kesepakatan: Beberapa pihak internal SoftBank merasa khawatir dengan valuasi kesepakatan yang dianggap terlalu besar dan berisiko bagi likuiditas grup.
- Logistik Operasional: Adanya tantangan teknis dalam mengelola kampus pusat data yang tersebar luas dari Las Vegas hingga Atlanta.
- Struktur Kerja Sama: Analis dari Bloomberg Intelligence, Kirk Boodry dan Chris Muckensturm, menilai bahwa tanpa akuisisi penuh, eksposur operasional SoftBank di sektor infrastruktur fisik AI mungkin tidak akan sekuat yang direncanakan semula.
Agresivitas Investasi SoftBank di Sektor AI
Batalnya rencana akuisisi Switch tidak menyurutkan langkah SoftBank untuk mendominasi ekosistem AI global.
Sepanjang satu tahun terakhir, perusahaan yang berbasis di Tokyo ini justru semakin agresif dalam menyuntikkan modal ke berbagai perusahaan teknologi kunci untuk memperkuat rantai pasok AI mereka.
Berikut adalah rincian beberapa langkah investasi strategis SoftBank dalam kurun waktu terakhir:
- Peningkatan Saham OpenAI: SoftBank telah menyuntikkan modal sebesar US$ 22,5 miliar (Rp 377,91 triliun) pada Desember 2025 untuk mengamankan 11% kepemilikan di OpenAI.
- Akuisisi Chip Designer: Perusahaan mengakuisisi Ampere Computing senilai US$ 6,5 miliar (Rp 109,17 triliun).
- Ekspansi Robotika: SoftBank mengumumkan akuisisi unit robotika milik ABB Ltd senilai US$ 5,4 miliar (Rp 90,69 triliun).
- Komitmen Jangka Pendek: Pada Januari 2025, Son berjanji untuk segera menggelontorkan dana US$ 100 miliar (Rp 1.679,6 triliun) bersama OpenAI, Oracle, dan MGX dari Abu Dhabi.
Tonton: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus 27.000 Dollar AS
Untuk membiayai ambisi besar ini, SoftBank melakukan restrukturisasi portofolio secara masif. Melansir Times of India, perusahaan telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di raksasa produsen chip Nvidia serta mengurangi porsi kepemilikan saham di T-Mobile US.
Langkah ini diambil guna memusatkan sumber daya finansial pada proyek infrastruktur AI dan menjaga likuiditas melalui opsi lain, seperti rencana Initial Public Offering (IPO) PayPay serta pinjaman margin yang didukung oleh kepemilikan saham mereka di Arm Holdings Plc.
Keputusan untuk melepas rencana akuisisi Switch memperlihatkan sikap hati-hati SoftBank dalam mengelola neraca keuangan di tengah ambisi besar Masayoshi Son untuk menjadikan grup tersebut sebagai pilar utama dalam revolusi AI dunia.
Selanjutnya: KOSPI Catat Bulan Terbaik dalam Hampir 3 Dekade, Disokong Reli Industri Chip
Menarik Dibaca: IHSG Masih Melemah, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Jumat (30/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













