kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.958   57,00   0,34%
  • IDX 8.340   29,27   0,35%
  • KOMPAS100 1.174   4,74   0,41%
  • LQ45 842   3,03   0,36%
  • ISSI 299   1,81   0,61%
  • IDX30 440   2,43   0,56%
  • IDXHIDIV20 524   -0,67   -0,13%
  • IDX80 131   0,58   0,44%
  • IDXV30 144   0,98   0,68%
  • IDXQ30 141   -0,20   -0,14%
SOSOK /

Mark Zuckerberg Tolak Tuduhan Instagram Membidik Anak-anak di Bawah 13 Tahun


Kamis, 19 Februari 2026 / 09:19 WIB
Mark Zuckerberg Tolak Tuduhan Instagram Membidik Anak-anak di Bawah 13 Tahun
ILUSTRASI. CEO Meta, Mark Zuckerberg (REUTERS/Evelyn Hockstein)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, membantah tudingan bahwa Instagram sengaja membidik anak-anak sebagai pengguna.

Dalam persidangan di Los Angeles, Amerika Serikat, ia menegaskan bahwa platform milik Meta tidak mengizinkan pengguna berusia di bawah 13 tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam gugatan yang menuduh media sosial memicu kecanduan dan memperburuk kesehatan mental pengguna muda.

Meski dihadapkan pada sejumlah dokumen internal perusahaan, Zuckerberg tetap pada posisinya bahwa kebijakan resmi Meta melarang anak-anak di bawah usia tersebut.

Baca Juga: Kisah Hidup Ruben Vardanyan, Dari Bankir Sukses ke Tahanan Politik

Dokumen Internal Instagram Jadi Sorotan

Gugatan ini diajukan oleh seorang perempuan asal California yang mengaku mulai menggunakan Instagram dan YouTube sejak masih anak-anak.

Ia menilai kedua platform itu memperburuk kondisi mentalnya hingga mengalami depresi dan pikiran bunuh diri.

Pengacaranya, Mark Lanier, menekan Zuckerberg soal kesaksiannya di Kongres AS pada 2024 yang menyebut anak di bawah 13 tahun tidak diperbolehkan menggunakan layanan tersebut.

Ia kemudian menunjukkan presentasi internal Instagram tahun 2018 yang menyatakan, “Jika ingin menang besar di kalangan remaja, kita harus menarik mereka sejak usia pra-remaja.”

Zuckerberg menilai pernyataan itu disalahartikan. Ia menjelaskan Meta memang pernah membahas kemungkinan membuat versi Instagram untuk anak-anak, tetapi rencana tersebut tidak pernah direalisasikan.

Reuters melaporkan, Meta dan Google sama-sama membantah tuduhan bahwa mereka sengaja membuat produk yang membuat anak kecanduan demi keuntungan. Keduanya menegaskan telah menambahkan berbagai fitur perlindungan pengguna.

Baca Juga: Profil Robert Duvall: Legenda The Godfather yang Tutup Usia 95 Tahun

Batas Usia Sulit Diterapkan

Persidangan juga mengungkap email internal dari Nick Clegg, mantan eksekutif urusan global Meta.

Dalam email tersebut disebutkan bahwa batas usia di platform “tidak ditegakkan (atau sulit ditegakkan)” serta adanya perbedaan kebijakan antara Facebook dan Instagram.

Menanggapi hal itu, Zuckerberg mengatakan verifikasi usia memang menjadi persoalan besar bagi perusahaan aplikasi.

Ia berpendapat tanggung jawab tersebut seharusnya turut dibebankan kepada produsen perangkat ponsel.

Zuckerberg juga ditanya mengenai pernyataannya di Kongres yang menyebut ia tidak pernah mendorong tim Instagram untuk memaksimalkan waktu penggunaan.

Pengacara penggugat lalu menunjukkan email lama dari 2014 dan 2015 yang memuat target peningkatan durasi penggunaan aplikasi secara signifikan.

Zuckerberg mengakui perusahaan pernah memiliki target terkait waktu layar, tetapi menegaskan pendekatan itu sudah lama berubah. Ia tetap bersikeras bahwa kesaksiannya sebelumnya tidak keliru.

Baca Juga: Bos MU, Sir Jim Ratcliffe, Minta Maaf Usai Sebut Inggris Dikolonisasi Imigran

Regulasi Akses Anak ke Media Sosial Makin Ketat

Kasus di Los Angeles ini menjadi salah satu perkara penting di tengah banyaknya gugatan terhadap perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat.

Ribuan tuntutan diajukan oleh keluarga, sekolah, hingga pemerintah daerah yang menilai media sosial berkontribusi pada krisis kesehatan mental remaja.

Sejumlah pesaing Meta, seperti Snap Inc. dan TikTok, dilaporkan telah mencapai penyelesaian dengan penggugat sebelum sidang dimulai.

Laporan investigasi sebelumnya juga menunjukkan Meta mengetahui potensi dampak negatif Instagram.

Penelitian internal menemukan sebagian remaja merasa citra tubuh mereka memburuk setelah menggunakan aplikasi tersebut dan lebih sering melihat konten terkait gangguan makan, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Kepala Instagram Adam Mosseri bahkan disebut tidak mengetahui studi terbaru yang menunjukkan pengawasan orang tua tidak selalu membuat penggunaan media sosial remaja menjadi lebih sehat.

Sejumlah negara mulai memperketat aturan akses anak terhadap platform digital. Australia telah melarang pengguna di bawah 16 tahun mengakses media sosial.

Di AS, negara bagian Florida melarang perusahaan menerima pengguna di bawah usia 14 tahun, meski aturan itu masih digugat oleh kelompok industri teknologi.

Baca Juga: Elon Musk vs Jeff Bezos: Duel Miliarder AS Rebutan Bangun Pangkalan di Bulan

Selanjutnya: Naik Rp 4.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Kamis (18/2)

Menarik Dibaca: Lanjut Menguat, IHSG Naik 0,28% Pada Kamis Pagi (19/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×