kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%
SOSOK /

Elon Musk vs Jeff Bezos: Duel Miliarder AS Rebutan Bangun Pangkalan di Bulan


Minggu, 15 Februari 2026 / 04:10 WIB
Elon Musk vs Jeff Bezos: Duel Miliarder AS Rebutan Bangun Pangkalan di Bulan
ILUSTRASI. Elon Musk (Dok. Reuters/Reuters)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Dua orang terkaya di dunia, Elon Musk dan Jeff Bezos, kini sedang berlomba menjelajahi antariksa.

Melalui perusahaan masing-masing, yakni SpaceX dan Blue Origin, keduanya berlomba membangun infrastruktur di Bulan sebelum target pendaratan astronaut China pada 2030.

Musk bahkan menyatakan ambisi lebih jauh, yaitu membangun pangkalan permanen bernama “Moonbase Alpha” hingga kota yang dapat berkembang sendiri di permukaan Bulan.

Di kubu lawan, Bezos memilih pendekatan bertahap namun konsisten, sesuai motto perusahaannya, 'Gradatim Ferociter', yang berarti 'langkah demi langkah, dengan garang'.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya Dunia, Februari 2026: Miliarder Teknologi Mendominasi

SpaceX Beralih dari Mars ke Bulan

Musk dikenal sebagai pendukung utama kolonisasi Mars. Namun kini arah strategi tampak bergeser. Dalam berbagai wawancara podcast dan pertemuan internal, ia menekankan pentingnya membangun basis di Bulan terlebih dahulu.

Rencana tersebut mencakup pembangunan “Moonbase Alpha” serta perangkat peluncur satelit dari permukaan Bulan.

Mengutip Reuters, infrastruktur ini disebut akan mendukung jaringan komputasi berbasis AI di orbit, yang berpotensi terdiri dari hingga satu juta satelit.

Menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) yang berpotensi menilai SpaceX lebih dari US$1 triliun, Musk tampaknya ingin memastikan investor bahwa perusahaannya tetap menjadi kekuatan dominan di industri antariksa.

Baca Juga: Elon Musk vs Sam Altman: Twitwar Soal Bahaya Teknologi AI

Blue Origin Tak Mau Kalah

Pendiri Amazon dan Blue Origin Jeff Bezos

Blue Origin juga meningkatkan fokus pada program Bulan. Perusahaan yang berbasis di Seattle itu bahkan menutup bisnis wisata luar angkasa suborbital untuk mengalihkan sumber daya ke pengembangan pendarat Blue Moon.

Misi tanpa awak ke permukaan Bulan direncanakan berlangsung tahun ini sebagai langkah awal sebelum pendaratan astronaut.

Baru-baru ini, pendarat tersebut dikirim ke Johnson Space Center milik NASA di Texas untuk menjalani uji termal dan vakum, yang merupakan tahap penting sebelum peluncuran.

Baca Juga: Fakta Menarik Jeff Bezos: Pernah Bermimpi Jadi Bartender Profesional

Didukung NASA untuk Mengalahkan China

Baik SpaceX maupun Blue Origin mengembangkan pendarat Bulan dengan dukungan dana miliaran dolar dari NASA melalui program Artemis.

Program ini menargetkan rangkaian pendaratan manusia di Bulan, dimulai dengan Starship milik SpaceX.

Amerika Serikat terakhir kali mendaratkan manusia di Bulan pada 1969 melalui program Apollo. Secara total, 12 astronaut AS pernah berjalan di permukaan Bulan sebelum program tersebut berakhir pada 1972.

NASA memandang kembalinya manusia ke Bulan sebagai latihan penting sebelum misi berawak ke Mars. Namun, ambisi China untuk mendaratkan manusia di bulan pada 2030 mengubah semuanya.

Sekarang, NASA rela mengalihkan fokusnya untuk kembali mendaratkan manusia di bulan dan terpaksa mengesampingkan eksplorasi Mars.

Baca Juga: Jeff Bezos Renovasi Rumah US$87 Juta, Publik Soroti Polusi dan Pajak

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Jabodetabek 15 Februari: Siap-siap Hujan Ringan di Semua Kota!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×