kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%
SOSOK /

CEO United Airlines, Scott Kirby, Incar Merger dengan American Airlines


Selasa, 14 April 2026 / 15:36 WIB
CEO United Airlines, Scott Kirby, Incar Merger dengan American Airlines
ILUSTRASI. Mesin pesawat United Airlines terbakar (HAYDEN SMITH/@speedbird5280 via REUTERS)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO United Airlines, Scott Kirby, dikabarkan telah mengusulkan kemungkinan penggabungan antara United Airlines dan American Airlines kepada sejumlah pejabat pemerintah AS.

Menurut laporan Reuters, pembicaraan ini masih bersifat awal dan belum jelas apakah sudah ada pendekatan resmi kepada pihak American Airlines.

Jika terealisasi, merger dua raksasa maskapai ini berpotensi menjadi salah satu konsolidasi terbesar dalam industri penerbangan AS dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Baca Juga: Jejak Relasi Jeffrey Epstein: Ini Daftar Politikus dan Miliarder yang Terkait

Potensi Monopoli Industri Dirgantara

Penggabungan United Airlines dan American Airlines diperkirakan akan semakin memperketat pasar domestik yang saat ini sudah didominasi empat pemain utama.

Selain kedua maskapai tersebut, pasar juga dikuasai oleh Delta Air Lines dan Southwest Airlines.

Keempatnya menguasai sebagian besar trafik domestik dengan pangsa pasar masing-masing sekitar 17%, berdasarkan data Departemen Transportasi AS.

Menteri Transportasi AS Sean Duffy menyatakan bahwa masih ada ruang untuk konsolidasi di industri penerbangan.

Pemerintah AS diperkirakan akan menilai apakah penggabungan ini akan mengurangi kompetisi atau justru meningkatkan efisiensi industri.

Baca Juga: CEO Orsted, Rasmus Errboe, Bicara Dampak Perang pada Energi Eropa

Tekanan di Tengah Kenaikan Biaya

Dari sisi kinerja, American Airlines saat ini menghadapi tekanan untuk meningkatkan profitabilitas.

Maskapai ini masih tertinggal dari United dan Delta, terutama setelah kritik dari serikat pekerja terkait kinerja keuangan.

American sendiri berharap pemulihan pada 2026 akan didorong oleh meningkatnya permintaan kelas premium dan perjalanan bisnis.

Di sisi lain, United Airlines justru menunjukkan optimisme di tengah lonjakan harga bahan bakar. Scott Kirby menilai kondisi ini bisa menjadi peluang bagi maskapai yang lebih kuat untuk memperluas pangsa pasar.

Sebagai catatan, Kirby pernah menjabat sebagai Presiden American Airlines pada periode 2013 hingga 2016, sebelum akhirnya memimpin United.

Dari sisi nilai perusahaan, American Airlines menjadi yang terkecil di antara empat maskapai besar AS, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$7 miliar.

Sebagai perbandingan, United Airlines memiliki valuasi sekitar US$31 miliar, Delta Air Lines sekitar US$44 miliar, dan Southwest Airlines sekitar US$19 miliar.

Baca Juga: CEO Grab Ungkap Peran AI di Tengah Lonjakan Harga BBM: Efisiensi dan Tekan Biaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×