Sumber: Berkshire Hathaway,Reuters | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Greg Abel menjadi sorotan jagat bisnis global setelah resmi menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway sejak awal tahun 2026.
Langkah besarnya langsung terlihat saat ia memimpin kesepakatan akuisisi raksasa terhadap Taylor Morrison Home Corp senilai US$ 6,8 miliar secara tunai atau setara Rp 121,39 triliun (kurs Rp 17.852).
Sebagai penerus tongkat estafet dari investor legendaris Warren Buffett, Greg Abel memikul tanggung jawab besar mengelola konglomerasi yang berbasis di Omaha, Nebraska ini.
Warren Buffett sendiri tetap menjabat sebagai chairman, namun operasional harian dan keputusan strategis kini berada di bawah kendali Abel.
Baca Juga: Mukesh Ambani Turun Kasta, Ini Konglomerat Jepang yang Jadi Orang Terkaya di Asia
Profil dan Perjalanan Karier Greg Abel
Greg Abel bukan merupakan sosok baru di lingkaran dalam Berkshire Hathaway. Mengutip profil dari laman resmi Berkshire Hathaway, pria kelahiran Edmonton, Kanada, pada tanggal 1 Juni 1962 ini merupakan lulusan University of Alberta dengan gelar Commerce pada tahun 1984.
Sebelum menduduki kursi nomor satu di induk perusahaan, ia telah lama mengabdi di berbagai unit bisnis strategis milik konglomerasi tersebut.
Abel memulai karier profesionalnya sebagai akuntan di firma akuntansi PricewaterhouseCoopers sebelum akhirnya bergabung dengan CalEnergy yang kemudian berganti nama menjadi MidAmerican Energy Holdings Company.
Perusahaan ini nantinya diakuisisi oleh Berkshire Hathaway dan bertransformasi menjadi Berkshire Hathaway Energy (BHE).
Di bawah kepemimpinannya sebagai CEO di BHE sejak tahun 2008-2018, unit bisnis energi ini berkembang menjadi salah satu penyedia energi terbesar di Amerika Serikat.
Keberhasilannya mengelola operasional yang kompleks dan menjaga arus kas yang sehat membuatnya mendapat kepercayaan penuh dari Warren Buffett untuk naik jabatan menjadi Vice Chairman untuk operasional non-asuransi pada tahun 2018.
Detail Fakta Ekspansi Bisnis dan Akuisisi Taylor Morrison
Langkah akuisisi Taylor Morrison merupakan bukti nyata gaya kepemimpinan Abel yang tak ragu menggunakan tumpukan uang tunai perusahaan.
Melansir dari laporan Reuters, Berkshire Hathaway setuju membayar US$ 72,50 per saham untuk Taylor Morrison, yang mencerminkan premi sebesar 24% dari harga penutupan saham sebelumnya.
Transaksi ini memiliki nilai perusahaan mencapai US$ 8,5 miliar (sekitar Rp 151,74 triliun) jika menyertakan utang di dalamnya.
Abel menegaskan bahwa tujuan utama dari pembelian ini adalah untuk menyatukan operasional pembangunan rumah di bawah naungan Berkshire ke dalam platform yang lebih terpadu. Hal ini dilakukan demi mempermudah masyarakat Amerika Serikat dalam membeli hunian yang berkualitas.
Tonton: Harga Emas Antam Tak Bergerak Hari Ini (1 Juni 2026)
Kepemimpinan Greg Abel di Berkshire Hathaway mencakup pengawasan terhadap berbagai aspek kunci perusahaan, antara lain:
- Pengelolaan dana tunai atau cash hoard yang per Maret 2026 tercatat mencapai angka US$ 380,2 miliar (setara Rp 6.787,33 triliun).
- Pengawasan portofolio saham umum yang mencakup investasi besar di Apple (AAPL) serta kepemilikan saham yang terus tumbuh di induk Google, Alphabet (GOOGL).
- Integrasi anak perusahaan di bidang bahan bangunan seperti Acme Brick, cat Benjamin Moore, dan isolasi Johns Manville.
- Koordinasi dengan unit bisnis pembangunan rumah yang sudah ada sebelumnya, yaitu Clayton Homes yang diakuisisi sejak tahun 2003.
Akuisisi Taylor Morrison ini menyusul langkah besar Abel sebelumnya pada bulan Januari 2026, di mana Berkshire membayar US$ 9,5 miliar tunai (setara Rp 169,59 triliun) untuk bisnis kimia Occidental Petroleum.
Rentetan aksi korporasi ini menunjukkan bahwa Abel sangat fokus pada sektor riil yang memiliki siklus investasi jangka panjang.
Berdasarkan rincian teknis terkait transaksi terbaru yang dipimpin oleh Greg Abel:
- Pengumuman Kesepakatan Akuisisi: Hari Minggu, tanggal 31 Mei 2026.
- Harga penawaran per saham: US$ 72,50 secara tunai.
- Estimasi Penutupan Transaksi: Semester kedua tahun 2026, setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dan regulasi.
- Struktur Kepemimpinan Pasca Akuisisi: Sheryl Palmer tetap menjabat sebagai CEO Taylor Morrison di bawah payung Berkshire Hathaway.
Pencapaian Taylor Morrison sendiri pada tahun 2025 tercatat sangat solid dengan laba bersih mencapai US$ 782,5 juta (sekitar Rp 13,97 triliun) dari total pendapatan sebesar US$ 8,12 miliar (sekitar Rp 144,95 triliun).
Perusahaan ini beroperasi di 12 negara bagian Amerika Serikat dan menduduki peringkat nomor 6 di antara 100 pembangun rumah teratas di negara tersebut.
Greg Abel kini tidak hanya dipandang sebagai "tangan kanan" Buffett, melainkan arsitek utama yang akan menentukan arah masa depan Berkshire Hathaway di tengah dinamika ekonomi global tahun 2026.
Dengan dukungan tim penasihat dari firma besar seperti Goldman Sachs dan Moelis, Abel terus memperkuat dominasi Berkshire di berbagai sektor industri strategis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Investasi Properti
- Warren Buffett
- Berkshire Hathaway
- unlisted
- Jangan Lewatkan
- saham apple
- strategi bisnis
- Greg Abel
- Occidental Petroleum
- Saham Alphabet
- CEO Berkshire Hathaway
- Akuisisi Taylor Morrison
- Clayton Homes
- MidAmerican Energy Holdings Company
- BHE
- Cash Hoard Berkshire Hathaway
- Pasar Properti AS













