kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.123   29,00   0,17%
  • IDX 7.449   141,43   1,94%
  • KOMPAS100 1.028   19,02   1,88%
  • LQ45 744   10,02   1,37%
  • ISSI 269   4,92   1,86%
  • IDX30 399   5,60   1,42%
  • IDXHIDIV20 488   7,72   1,61%
  • IDX80 115   1,75   1,54%
  • IDXV30 135   1,71   1,28%
  • IDXQ30 129   1,83   1,44%
SOSOK /

CEO Orsted, Rasmus Errboe, Bicara Dampak Perang pada Energi Eropa


Jumat, 10 April 2026 / 08:43 WIB
CEO Orsted, Rasmus Errboe, Bicara Dampak Perang pada Energi Eropa
ILUSTRASI. Uni Eropa (REUTERS/Yves Herman)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO Orsted, Rasmus Errboe, menilai krisis energi global akibat konflik Timur Tengah justru membuka peluang besar bagi percepatan energi terbarukan di Eropa.

Menurutnya, situasi geopolitik saat ini memperkuat urgensi kemandirian energi, sekaligus mendorong investasi pada pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai atau offshore wind.

Dalam wawancaranya dengan Reuters pada Kamis (9/4) di Kopenhagen, Errboe menegaskan bahwa Eropa kini berada di titik krusial untuk memperkuat ketahanan energi.

“Ada tugas besar bagi Eropa untuk memastikan keamanan, kedaulatan, dan daya saing energi,” ujarnya.

Sebagai CEO Orsted, perusahaan pengembang offshore wind terbesar di dunia, ia melihat bahwa kondisi ini secara langsung berdampak positif terhadap bisnis energi terbarukan yang berfokus di kawasan Eropa.

Baca Juga: Min Aung Hlaing Presiden, Militer Myanmar Pegang Kendali Kabinet

Konflik Global Perkuat Urgensi Energi Mandiri

Errboe menilai lonjakan harga energi dalam beberapa pekan terakhir menjadi bukti nyata rapuhnya ketergantungan Eropa pada impor bahan bakar fosil.

Menurutnya, dinamika tersebut mempertegas pentingnya transisi menuju sumber energi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Hal ini secara alami juga memengaruhi kami, karena kami memproduksi energi terbarukan dan fokus kami ada di Eropa,” kata Errboe.

Errboe melihat Eropa kini menjadi pasar paling strategis, seiring meningkatnya dukungan politik dan kebutuhan energi domestik yang mendesak.

Baca Juga: CEO Grab Ungkap Peran AI di Tengah Lonjakan Harga BBM: Efisiensi dan Tekan Biaya

Dukungan Kebijakan dan Proyek Besar

Pernyataan Errboe sejalan dengan langkah pemerintah di berbagai negara Eropa.

Sembilan negara telah berkomitmen membuka tender hingga 300 gigawatt (GW) offshore wind pada 2050, jauh di atas kapasitas saat ini.

Selain itu, Prancis juga meluncurkan tender energi terbarukan sebesar 12 GW, termasuk proyek offshore wind 10 GW.

Menteri Keuangan Roland Lescure menyebut langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Optimisme terhadap sektor ini juga tercermin dari analis pasar. BofA Global Research menaikkan rekomendasi saham Orsted menjadi “beli”, dengan alasan konflik Timur Tengah dapat mempercepat dorongan menuju kemandirian energi di Eropa.

Dengan kondisi geopolitik yang belum stabil, Errboe menegaskan bahwa energi terbarukan akan memainkan peran penting dalam masa depan energi Eropa.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia April 2026: Elon Musk Memimpin dengan Rp13.700 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×