Sumber: SoftBank,Forbes | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Nama Mukesh Ambani akhirnya tergusur dari puncak daftar orang terkaya di Asia.
Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires per 1 Juni 2026, Ambani kini turun ke peringkat dua dengan kekayaan US$90,6 miliar.
Dengan kekayaan itu, Ambani masih mampu duduk di peringkat ke-23 dalam daftar orang terkaya di dunia.
Sementara itu, posisi puncak kini jadi milik Masayoshi Son, CEO Softbank sekaligus orang terkaya di Jepang.
Kekayaan Son tercatat naik 4,6% atau sekitar US$4,1 miliar dalam satu hari. Dengan demikian, total kekayaannya kini menjadi US$92,2 miliar.
Baca Juga: Prajogo Pangestu Masuki Juni 2026 sebagai Orang Terkaya di Indonesia
Daftar Orang Terkaya di Asia (1 Mei 2026)
1. Masayoshi Son
Kekayaan: US$92,2 miliar atau sekitar Rp1.649,46 triliun
2. Mukesh Ambani
Kekayaan: US$90,6 miliar atau sekitar Rp1.620,83 triliun
3. Gautam Adani
Kekayaan: US$89,1 miliar atau sekitar Rp1.593,99 triliun
4. Tadashi Yanai & keluarga
Kekayaan: US$69,4 miliar atau sekitar Rp1.241,17 triliun
5. Zhang Yiming
Kekayaan: US$69,3 miliar atau sekitar Rp1.239,38 triliun
Tabel Orang Terkaya di Asia
| Peringkat Asia | Peringkat Dunia | Nama | Asal Negara | Kekayaan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 22 | Masayoshi Son | Jepang | US$92,2 miliar |
| 2 | 23 | Mukesh Ambani | India | US$90,6 miliar |
| 3 | 25 | Gautam Adani | India | US$89,1 miliar |
| 4 | 28 | Tadashi Yanai & keluarga | Jepang | US$69,4 miliar |
| 5 | 29 | Zhang Yiming | China | US$69,3 miliar |
Baca Juga: Profil CEO ASML Christophe Fouquet, Veteran Semikonduktor di Tengah Krisis Chip AI
Profil Masayoshi Son
Masayoshi Son lahir pada 11 Agustus 1957 di kota Tosu, Prefektur Saga, Jepang, dalam keluarga keturunan Korea atau disebut Zainichi.
Keahliannya di sektor investasi sepertinya mulai tumbuh setelah menempuh pendidikan di University of California, Berkeley, jurusan ekonomi. Dirinya kemudian kembali ke Jepang untuk memulai kariernya di bidang teknologi dan bisnis.
Mengutip TIME, Masayoshi menjual desain penerjemah elektronik ke Sharp Corporation pada awal dekade 1980-an. Pada tahun 1981, ia mendirikan perusahaan yang kemudian akan menjadi SoftBank Group Corp.
SoftBank dimulai sebagai perusahaan distribusi perangkat lunak di Jepang. Perusahaan ini memasuki era internet ketika menginvestasikan dananya pada layanan seperti Yahoo! JAPAN dan memperkenalkan broadband ke rumah-rumah di Jepang.
Pada tahun 2002, SoftBank menggabungkan empat anak perusahaan untuk memperkuat infrastruktur broadband melalui Yahoo! BB.
Langkah besar diambil pada tahun 2018, saat SoftBank mendapatkan persetujuan untuk IPO unit telekomunikasi domestiknya senilai ¥2,4 triliun. Dari sini, SoftBank mulai tampil sebagai pemain besar dalam dunia investasi teknologi global.
Memasuki era kecerdasan buatan (AI) beberapa tahun terakhir, Masayoshi meyakini akan muncul sistem AI yang mampu melampaui kecerdasan manusia ribuan kali lipat dalam satu dekade ke depan.
Belakangan, SoftBank mengalihkan portofolio besar ke teknologi AI, semikonduktor, dan infrastruktur data besar. Misalnya, fokus investasi melalui unit seperti Vision Fund sangat besar.
Baca Juga: Masayoshi Son Batalkan Rencana Akuisisi Switch Senilai US$50 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













