Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Kasus hukum yang menjerat mendiang miliarder Jeffrey Epstein terus mengungkap tabir gelap mengenai bagaimana sistem keuangan global menangani dana miliknya.
Laporan terbaru mengungkapkan bahwa perusahaan broker Amerika Serikat, Charles Schwab, memproses transfer dana senilai total US$ 27,7 juta atau setara Rp 467,63 miliar (kurs Rp 16.882) atas nama Epstein untuk pembelian properti mewah di Maroko.
Transaksi masif ini dilakukan hanya dalam kurun waktu 10 hari sebelum penangkapan Epstein pada tahun 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur.
Berdasarkan dokumen Departemen Kehakiman AS (DOJ) yang dilansir dari Reuters, Charles Schwab tetap memproses instruksi tersebut meski sang pemodal sedang berada di bawah sorotan publik yang tajam akibat berbagai skandal hukum sejak 2018.
Baca Juga: Rangkaian Email Pangeran Andrew ke Epstein Terungkap, Ini Isinya
Salah satu temuan yang paling mencolok adalah keberanian pihak broker untuk tetap mengirimkan dana meskipun saldo dalam akun perusahaan Epstein saat itu tidak mencukupi.
Hal ini terjadi karena dana dari pembatalan transaksi sebelumnya belum kembali masuk ke rekening tersebut, sehingga menimbulkan risiko eksposur bagi pihak bank.
Detail Transaksi Istana Bin Ennakhil
Penyelidikan terhadap lebih dari seratus dokumen menunjukkan bahwa Charles Schwab membuka tiga akun untuk perusahaan-perusahaan milik Epstein pada April 2019.
Salah satu akun tersebut adalah milik Southern Trust, sebuah entitas bisnis yang digunakan Epstein untuk membeli Istana Bin Ennakhil yang sangat megah di Marrakesh, Maroko.
Berikut adalah kronologi pemindahan dana yang terekam dalam laporan aktivitas mencurigakan (SAR):
- 26 Juni 2019: Southern Trust menginstruksikan Schwab untuk mengirim 11,15 juta euro atau sekitar US$ 12,7 juta kepada agen properti Marc Leon di Maroko. Namun, perintah ini kemudian dibatalkan karena syarat kesepakatan properti dianggap tidak sesuai.
- 4 Juli 2019: Hanya dua hari sebelum Epstein ditangkap, permintaan transfer baru kembali diajukan. Kali ini nilainya mencapai US$ 14,95 juta.
- 9 Juli 2019: Tiga hari setelah penangkapan Epstein, pihak akuntan sang miliarder, Richard Kahn, meminta pembatalan transfer kedua tersebut.
- 13 Juli 2019: Charles Schwab akhirnya melaporkan aktivitas ini kepada Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) di bawah Departemen Keuangan AS, tujuh hari setelah penangkapan sang nasabah.
Melansir informasi dari pihak Charles Schwab, perusahaan menyatakan bahwa tim risiko mereka telah melakukan investigasi internal dalam waktu 60 hari setelah akun dibuka dan segera memutuskan untuk memutus hubungan kerja sama dengan klien tersebut.
Pihak broker juga menegaskan telah merujuk masalah ini kepada penegak hukum federal dan menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kerahasiaan nasabah.
Baca Juga: Yoon Suk Yeol: Eks Jaksa Jadi Presiden, Kini Terancam Penjara Seumur Hidup
Namun, agen properti di Marrakesh, Marc Leon, mengungkapkan bahwa Epstein sebenarnya sudah mencoba membeli properti Bin Ennakhil sejak 2011.
Properti seluas 4,6 hektare ini memiliki fasilitas super mewah, mulai dari dinding berlapis emas, spa uap hammam, 60 pancuran marmer, hingga lebih dari 2.000 pohon palem di areanya. Luas properti ini setara dengan enam lapangan sepak bola standar.
Prosedur Pelaporan Aktivitas Mencurigakan (SAR)
Dalam industri keuangan global, terdapat aturan ketat mengenai pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Lembaga keuangan memiliki kewajiban hukum untuk memantau dan melaporkan transaksi yang dianggap tidak wajar, terutama yang melibatkan jumlah besar dan yurisdiksi luar negeri.
Berdasarkan Bank Secrecy Act di Amerika Serikat, berikut adalah panduan teknis dan persyaratan bagi lembaga keuangan:
- Batas Pelaporan Tunai: Lembaga keuangan wajib melaporkan setiap transaksi tunai harian yang melebihi nilai US$ 10.000 guna mencegah upaya pencucian uang secara fisik.
- Tenggat Waktu SAR: Laporan Aktivitas Mencurigakan (SAR) harus diajukan paling lambat 30 hari setelah fakta awal yang mencurigakan terdeteksi oleh pihak internal bank atau broker.
- Kerahasiaan Laporan: Secara regulasi, bank dilarang keras memberitahu nasabah atau pihak ketiga bahwa mereka sedang menjadi subjek laporan SAR untuk menjaga efektivitas penyelidikan penegak hukum.
- Uji Tuntas Nasabah (KYC): Perusahaan wajib melakukan verifikasi mendalam terhadap identitas nasabah, termasuk pemilik manfaat tunggal (beneficial owner), untuk memastikan dana tidak berasal dari aktivitas kriminal.
Dalam kasus Epstein, Charles Schwab menyatakan bahwa mereka telah mengikuti semua kebijakan prosedur kerahasiaan dan privasi sesuai hukum federal.
Meskipun Schwab menjadi salah satu dari tujuh perusahaan finansial yang dipanggil oleh pengadilan Kepulauan Virgin AS pada 2020, perusahaan tersebut tidak disebutkan sebagai terdakwa dan tidak menerima tuduhan kesalahan langsung dalam pengelolaan aset Epstein.
Tonton: Investor Obligasi Tenang! SMAR Siapkan Rp 220 Miliar untuk Pelunasan
Perkembangan Pasca Penangkapan Epstein
Penyelidikan internal Schwab mencatat kekhawatiran serius mengenai upaya transfer dana untuk properti real estat di tengah pemberitaan negatif yang meluas.
Pihak broker juga mencemaskan adanya risiko pelarian nasabah sebelum sidang jaminan dilakukan. Dokumen SAR tersebut sempat dipublikasikan oleh DOJ namun kemudian ditarik kembali karena alasan yang belum dapat dipastikan.
Meskipun kesepakatan pembelian istana di Maroko tersebut akhirnya gagal total karena penangkapan dan kematian Epstein di penjara pada Agustus 2019, properti tersebut kini telah berpindah tangan.
Marc Leon mengonfirmasi bahwa Istana Bin Ennakhil telah dijual kepada pembeli lain setelah transaksi dengan pihak Southern Trust resmi dibatalkan.
Richard Kahn selaku akuntan Epstein juga dijadwalkan untuk memberikan kesaksian di depan Kongres AS guna menjawab pertanyaan mengenai pengelolaan urusan keuangan sang terpidana kasus asusila tersebut.
Hingga saat ini, belum ada bukti hukum yang menunjukkan keterlibatan Kahn dalam tindak pidana langsung terkait transaksi di Maroko tersebut.
Selanjutnya: Trimegah (TRIM) Rilis Obligasi untuk Modal Pembiayaan Repo Rp 250 Miliar
Menarik Dibaca: 10 Promo Bukber 2026: Ramadhan Makin Nikmat & Hemat di Gokana hingga HokBen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)