kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%
SOSOK /

Thomas Pritzker Mundur dari Kursi Pimpinan Hyatt Akibat Skandal Epstein


Selasa, 17 Februari 2026 / 09:10 WIB
Thomas Pritzker Mundur dari Kursi Pimpinan Hyatt Akibat Skandal Epstein
ILUSTRASI. Thomas Pritzker Mundur dari Kursi Pimpinan Hyatt Akibat Skandal Epstein. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Dunia bisnis internasional dikejutkan oleh pengumuman pengunduran diri salah satu tokoh paling berpengaruh di industri perhotelan global.

Thomas Pritzker, yang telah lama menjabat sebagai Executive Chairman Hyatt Hotels Corporation, resmi menyatakan mundur dari posisinya pada hari Senin waktu setempat.

Langkah besar ini diambil di tengah sorotan publik yang tajam mengenai keterkaitan masa lalunya dengan tokoh kontroversial Jeffrey Epstein.

Keputusan Pritzker ini menandai berakhirnya era kepemimpinannya yang telah berlangsung selama dua dekade di perusahaan yang mengoperasikan ribuan properti mewah di seluruh dunia.

Baca Juga: Sanofi Pecat CEO Paul Hudson, Belén Garijo Jadi Pemimpin Perempuan Pertama

Pengakuan Atas Kesalahan Penilaian di Masa Lalu

Keputusan mundur ini bukan tanpa alasan yang kuat. Melansir laporan dari Reuters, Thomas Pritzker secara terbuka mengakui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan penilaian yang buruk (terrible judgment) karena tetap menjalin kontak dengan terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, serta rekannya Ghislaine Maxwell.

Pritzker yang kini berusia 75 tahun menyampaikan penyesalan mendalam karena tidak segera memutuskan hubungan dengan lingkaran tersebut lebih awal, terutama setelah kasus hukum Epstein mulai mencuat ke permukaan publik bertahun-tahun silam.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada dewan direksi perusahaan, Pritzker menegaskan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan dewan direksi pada tahun 2026 mendatang.

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap reputasi dan nilai-nilai Hyatt menjadi prioritas utamanya saat ini. Menurut Pritzker, tidak ada alasan yang dapat membenarkan kegagalannya untuk menjaga jarak dari Epstein, yang rekam jejak kriminalnya telah menjadi skandal global yang melibatkan banyak pesohor dari kalangan politik, akademisi, hingga petinggi korporasi.

Pritzker telah menjabat sebagai Executive Chairman sejak tahun 2004. Selama memimpin, ia menjadi aktor kunci di balik transformasi besar-besaran Hyatt, termasuk memimpin perusahaan saat melantai di bursa saham (Initial Public Offering/IPO).

Ia juga dikenal sebagai pencetus strategi asset-light yang membuat neraca keuangan perusahaan menjadi lebih ramping dan fleksibel, serta berhasil membawa Hyatt melewati masa-masa sulit selama pandemi COVID-19 yang sempat memukul industri pariwisata secara global.

Tonton: Harga Emas Antam Kembali Terkikis Hari ini (17 Februari 2026)

Jejak Kepemimpinan dan Dampak Terhadap Hyatt

Kasus Jeffrey Epstein sendiri kembali memanas setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen internal yang mengungkap jaringan luas sang pemodal tersebut.

Nama Pritzker muncul di antara deretan tokoh bisnis terkemuka yang pernah berinteraksi dengan Epstein, baik sebelum maupun sesudah Epstein mengaku bersalah pada tahun 2008 atas tuduhan prostitusi. Berikut adalah poin-poin penting terkait masa transisi kepemimpinan dan profil perusahaan selama kepemimpinan Pritzker:

  • Ekspansi Global: Di bawah arahannya, Hyatt memperluas portofolio mereknya menjadi lebih dari 20 brand berbeda yang mencakup segmen ultra-luxury hingga lifestyle.
  • Strategi Keuangan: Implementasi model bisnis yang meminimalkan kepemilikan aset fisik dan lebih fokus pada manajemen serta waralaba, yang sangat disukai oleh investor pasar modal.
  • Ketahanan Pandemi: Keberhasilan mempertahankan likuiditas perusahaan saat tingkat okupansi hotel jatuh ke titik terendah selama periode 2020-2022.
  • Reputasi Korporasi: Pengunduran diri ini merupakan upaya mitigasi risiko agar isu personal pimpinan tidak berdampak negatif pada harga saham dan kepercayaan konsumen terhadap brand Hyatt.

Pritzker menyatakan bahwa kepemimpinan yang baik berarti harus mampu menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi.

Langkah mundur ini dipandang oleh sejumlah analis pasar sebagai upaya untuk membersihkan nama korporasi dari bayang-bayang skandal Epstein yang terus menghantui banyak institusi finansial dan bisnis di Amerika Serikat.

Skandal Epstein telah membuktikan bahwa keterkaitan dengan tokoh bermasalah dapat menjadi risiko liabilitas yang sangat mahal bagi seorang eksekutif.

Keluarga Pritzker sendiri merupakan salah satu keluarga terkaya di Amerika Serikat yang telah membangun imperium Hyatt sejak lama.

Pengunduran diri Thomas Pritzker menjadi pengingat keras bahwa di era modern ini, rekam jejak digital dan keterkaitan personal di masa lalu dapat memiliki konsekuensi profesional yang sangat nyata.

Para investor kini menantikan siapa figur yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan untuk memastikan Hyatt tetap kompetitif melawan rival utamanya seperti Marriott International dan Hilton Worldwide.

Selanjutnya: Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 17 Februari

Menarik Dibaca: Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 17 Februari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×