Sumber: Britannica,JP Morgan,Forbes | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Tidak bisa dipungkiri bahwa kesuksesan JPMorgan Chase & Co. menjadi salah satu bank terbesar dan paling berpengaruh di dunia adalah buah dari tangan dingin sang CEO, Jamie Dimon.
JPMorgan menjelma sebagai raksasa perbankan selama dua dekade terakhir. Selama itu pula, nama Jamie Dimon selalu menjadi otak dari setiap langkahnya.
Mari mengenal lebih jauh sosok Jamie Dimon. Ketahui perjalanan karier dan strategi bisnisnya dalam mengelola JPMorgan.
Baca Juga: Howard Buffett Siap Salurkan Warisan Rp 2.500 Triliun, Ini Fokusnya
Perjalanan Karier Jamie Dimon
Jamie Dimon lahir pada 13 Maret 1956 di New York, AS, dan tumbuh besar dalam keluarga yang berkecimpung di dunia keuangan.
Mengutip catatan Encyclopedia Britannica, ayahnya merupakan seorang stockbroker dan wakil presiden di American Express.
Pendidikan formal Jamie mencakup gelar sarjana dari Tufts University dan MBA dari Harvard Business School.
Jamie memulai karier profesionalnya pada awal 1980-an di American Express, kemudian bergerak cepat menapaki posisi strategis di berbagai institusi keuangan.
Di antaranya, ia pernah menjadi Chief Financial Officer (CFO) dan President di Commercial Credit, serta President dan COO di Travelers Group dan Smith Barney.
Puncak karir Dimon dimulai ketika ia menjadi CEO Bank One pada tahun 2000. Bank One adalah bank besar yang saat itu tengah berjuang untuk kembali bangkit.
Kepiawaiannya dalam mengelola Bank One membuat JPMorgan Chase tertarik dan kemudian mengakuisisi Bank One pada 2004, di mana Dimon dilantik sebagai President dan COO.
Sejak 1 Januari 2006, ia resmi menjadi CEO JPMorgan Chase. Setahun kemudian juga menjabat sebagai Chairman of the Board.
Baca Juga: Kisah Sukses Greg Abel, Penerus Warren Buffett di Kursi Tertinggi Berkshire Hathaway
Peran Besar di JPMorgan
Dalam catatan resmi perusahaan, di bawah kepemimpinan Dimon, JPMorgan tumbuh menjadi bank terbesar di Amerika Serikat berdasarkan total aset, dengan lebih dari US$4 triliun aset global pada pertengahan dekade 2020-an.
Dimon dikenal luas karena perannya dalam mengarahkan JPMorgan melewati krisis keuangan global 2008, momen ketika bank-bank lain berguguran atau diambil alih pemerintah.
Forbes secara khusus menilai bahwa keputusan strategisnya, seperti mengurangi paparan subprime mortgage sebelum krisis mencapai puncaknya, sebagai salah satu langkah kunci dalam mempertahankan stabilitas perusahaan.
JPMorgan di bawah kepemimpinannya memperluas lini usaha, dari investment banking dan wealth management hingga pengembangan teknologi finansial dan layanan digital.
Baca Juga: Profil Thomas Djiwandono: Keponakan Presiden Prabowo di Kursi Deputi Gubernur BI
Kekayaan Jamie Dimon
Menurut Forbes, kekayaan bersih Dimon diperkirakan mencapai sekitar US$ 2,8 miliar. Sebagian besar berasal dari kepemilikan saham dan ekuitas di JPMorgan Chase.
Selain itu, total kompensasi Dimon sebagai CEO juga sangat tinggi. Pada 2025, paket gaji dan bonusnya dilaporkan mencapai sekitar US$ 43 juta, termasuk gaji dasar serta insentif berbasis kinerja.
Sebagai salah satu CEO paling terkenal di Wall Street, Jamie Dimon juga menjadi salah satu eksekutif terkaya di sektor perbankan tradisional, sekaligus salah satu CEO dengan bayaran tertinggi di industri keuangan global.
Baca Juga: Khaby Lame Jual Saham, Raup US$900 Juta dalam Sekejap
Selanjutnya: Cek Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026: Ada Tanggal Spesial Nisfu Syaban
Menarik Dibaca: IHSG Anjlok, Ini Proyeksi dan Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas Kamis (29/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












