kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.826   37,00   0,22%
  • IDX 8.916   -59,09   -0,66%
  • KOMPAS100 1.234   -10,60   -0,85%
  • LQ45 874   -8,63   -0,98%
  • ISSI 328   -1,88   -0,57%
  • IDX30 443   -7,35   -1,63%
  • IDXHIDIV20 519   -14,23   -2,67%
  • IDX80 137   -1,26   -0,91%
  • IDXV30 144   -3,70   -2,51%
  • IDXQ30 143   -2,74   -1,89%
SOSOK /

Profil Thomas Djiwandono: Keponakan Presiden Prabowo di Kursi Deputi Gubernur BI


Selasa, 27 Januari 2026 / 10:08 WIB
Profil Thomas Djiwandono: Keponakan Presiden Prabowo di Kursi Deputi Gubernur BI
ILUSTRASI. Thomas Djiwandono Resmi Jadi Wamenkeu II (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Sumber: Gerindra | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Thomas Djiwandono akhirnya resmi terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.

Jabatan ini resmi dipastikan oleh Komisi XI DPR RI dalam rapat internal setelah pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga kandidat Deputi Gubernur BI pada Sabtu (23/1) dan Senin (26/1).

Terpilihnya Thomas Djiwandono diakui Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun sebagai hasil dari musyawarah mufakat oleh delapan pimpinan kelompok fraksi.

Baca Juga: Khaby Lame Jual Saham, Raup US$900 Juta dalam Sekejap

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Thomas lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dan berasal dari keluarga yang memang sudah sangat dekat dengan dunia ekonomi dan pemerintahan.

Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (1993-1998), sedangkan ibunya, Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, adalah kakak dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Sederhananya, Thomas adalah bagian dari keluarga besar Djojohadikusumo yang berpengaruh dalam bisnis dan politik Indonesia.

Soal pendidikan, Thomas menamatkan Sarjana Sejarah di Haverford College, Pennsylvania (AS) dan kemudian meraih Magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, D.C.

Baca Juga: Cara Bernard Arnault Menyiapkan Pewaris Kerajaan Mewah LVMH

Perjalanan Karier

Mengutip catatan Kompas, Thomas memulai karier profesionalnya bukan dari bidang ekonomi secara langsung, tetapi sebagai wartawan magang Majalah Tempo (1993) dan kemudian bekerja di Indonesia Business Weekly (1994).

Selanjutnya, Thomas masuk ke dunia keuangan dengan bekerja sebagai analis keuangan di Whitlock NatWest Securities, Hong Kong (1996-1999), kemudian konsultan di Castle Asia (1999-2000).

Thomas bergabung dengan PT. Comexindo International, bagian dari Arsari Group, dan menempati berbagai posisi strategis termasuk Direktur Pengembangan Bisnis (2004-2008) sebagai awal langkahnya di dunia bisnis korporat.

Tak butuh waktu lama, dirinya mendapatkan posisi Deputi CEO (2008-2009), hingga CEO (2010-2024). Ia juga pernah menjabat Deputi CEO Arsari Group.

Dalam skena politik, Thomas aktif di Partai Gerindra sejak 2008 dan pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra (2014-2025) sebelum mengundurkan diri dari kepengurusan.

Ia juga terlibat dalam Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan saat masa transisi pemerintahan pada 2024.

Thomas mulai masuk ke pemerintahan saat ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada 18 Juli 2024. Jabatan Deputi Gubernur BI yang diraihnya saat ini jelas akan memperpanjang kariernya di pemerintahan.

Baca Juga: Kekayaan Trump Melonjak Drastis Berkat Kripto, Tembus Rp 114 Triliun

Kekayaan dan Bisnis

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 23 Januari 2025, total kekayaan Thomas Djiwandono tercatat sekitar Rp 74,49 miliar.

Aset yang dimilikinya meliputi tanah dan bangunan senilai sekitar Rp 40,57 miliar, harta bergerak termasuk kendaraan mewah, surat berharga, kas, dan setara kas.

Kekayaan ini menunjukkan posisi finansial Thomas yang cukup kuat, meskipun tidak berada dalam kategori fantastis seperti para taipan bisnis nasional lainnya.

Baca Juga: Laporan Oxfam: Miliarder Kuasai Politik dan Media, Ketimpangan Makin Parah

Selanjutnya: Izin Dicabut Imbas Bencana Sumatra, Menteri LH Pastikan 8 Perusahaan Tak Beroperasi

Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 27 Januari 2026 Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×