Sumber: TechCrunch,TechCrunch,TechCrunch,Forbes,Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Di usia 22 tahun, nama Brendan Foody sukses masuk jajaran miliarder dunia berkat startup kecerdasan buatan bernama Mercor.
Brendan Foody tercatat sebagai salah satu miliarder self-made termuda di dunia. Foody dengan cermat memanfaatkan maraknya investasi pada teknologi AI untuk membangun Mercor.
Brendan Foody tumbuh di Bay Area, Amerika Serikat. Sejak remaja, ia aktif di kegiatan debat dan di sanalah ia berkenalan dengan Adarsh Hiremath dan Surya Midha, dua sosok yang kemudian menjadi rekan pendirinya di Mercor.
Foody sempat menempuh pendidikan di Georgetown University, namun memilih keluar sebelum menyelesaikan studi.
Menurut laporan Fortune, keputusan tersebut diambil setelah Mercor mulai menunjukkan pertumbuhan awal dan menarik perhatian investor teknologi.
Langkah drop out ini menjadi titik awal Foody fokus penuh membangun bisnis.
Baca Juga: Imigran Austria Jadi Aktor Terkaya Dunia: Kisah Unik Arnold Schwarzenegger
Mendirikan Mercor karena Keresahan
Cikal bakal Mercor bermula dari pengalaman pribadi Foody dan dua rekannya, Adarsh Hiremath dan Surya Midha, saat melihat proses rekrutmen tradisional yang dinilai tidak efisien.
Menurut mereka, banyak kandidat berkualitas gagal tersaring, sementara perusahaan kesulitan menemukan talenta yang benar-benar sesuai kebutuhan.
Berdasarkan laporan Forbes, pada fase awal, Mercor mengembangkan platform rekrutmen berbasis AI yang mampu melakukan penyaringan kandidat secara otomatis, termasuk wawancara video dan analisis keterampilan.
Model ini sempat digunakan untuk menghubungkan talenta teknologi global dengan perusahaan rintisan dan firma teknologi di Amerika Serikat.
Baca Juga: Top 5 Wanita Terkaya di Asia 2026: Miliarder India Memimpin
Masuk ke Skena AI
Seiring melonjaknya kebutuhan pelatihan large language model (LLM), Mercor melakukan perubahan arah strategis.
Saat itu, banyak laboratorium AI kesulitan mendapatkan umpan balik manusia berkualitas tinggi untuk melatih dan mengevaluasi model mereka.
Melihat celah tersebut, Mercor bertransformasi menjadi penyedia jaringan profesional ahli yang dilibatkan langsung dalam proses pelatihan AI, evaluasi keluaran model, dan pemberian human feedback.
Dilansir dari TechCrunch, Mercor merekrut tenaga profesional dari berbagai disiplin, mulai dari insinyur senior, dokter, akademisi, hingga pakar hukum dan keuangan.
Sistem human-in-the-loop ini menempatkan Mercor sebagai penghubung penting antara teknologi AI dan keahlian manusia.
Baca Juga: Profil Lee Yeow Seng: Pewaris Bisnis Sawit Raksasa Malaysia
Pendanaan dan Lonjakan Valuasi
Berdasarkan laporan Reuters, perusahaan ini mendapatkan pendanaan dari sejumlah nama besar seperti Benchmark, General Catalyst, Felicis Ventures, dan DST Global.
Puncaknya terjadi pada 2025, ketika Mercor mencatatkan valuasi sekitar US$10 miliar. Dengan kepemilikan saham signifikan di perusahaan, Brendan Foody dan dua rekannya resmi masuk jajaran miliarder dunia.
Forbes memperkirakan kekayaan Foody mencapai lebih dari US$2 miliar, berdasarkan valuasi dan porsi saham.
Baca Juga: Patrick dan John Collison: Dua Bersaudara di Balik Kesuksesan Stripe
Selanjutnya: Promo Indomaret 10-23 Februari 2026, Sabun Hingga Kecap Harga Spesial
Menarik Dibaca: Desain XOS 16 Infinix: Visual Premium & Performa Ngebut, Siap Saingi HP Flagship
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













