kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.924   22,00   0,13%
  • IDX 7.697   -242,76   -3,06%
  • KOMPAS100 1.073   -37,78   -3,40%
  • LQ45 781   -24,29   -3,02%
  • ISSI 273   -9,62   -3,40%
  • IDX30 415   -11,49   -2,69%
  • IDXHIDIV20 508   -10,77   -2,08%
  • IDX80 121   -4,07   -3,27%
  • IDXV30 138   -3,48   -2,47%
  • IDXQ30 134   -3,30   -2,40%
SOSOK /

Era Baru Intel: Frank Yeary Pensiun Setelah 17 Tahun


Rabu, 04 Maret 2026 / 09:45 WIB
Era Baru Intel: Frank Yeary Pensiun Setelah 17 Tahun

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Intel, raksasa semikonduktor dunia, mengumumkan bahwa Ketua Dewan Direksi Frank Yeary akan pensiun setelah 17 tahun menjabat sebagai anggota dewan.

Keputusan ini menjadi bagian dari dinamika besar yang tengah berlangsung di Intel, seiring upaya transformasi perusahaan di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan.

Intel, pada Selasa (3/3/2026), menyatakan bahwa Yeary akan resmi mengakhiri masa jabatannya setelah rapat umum pemegang saham tahunan pada Mei mendatang.

Posisi ketua dewan akan diisi oleh Craig Barratt, eksekutif senior industri chip yang saat ini juga merupakan anggota dewan Intel.

Baca Juga: Eks Eksekutif Dell Jadi CFO Thomson Reuters, Soroti Strategi di Era AI

Agenda Transformasi

Barratt bukan sosok baru di industri semikonduktor. Ia memiliki pengalaman panjang di Qualcomm dan sempat bekerja secara singkat di Intel. Perusahaan juga menegaskan bahwa Craig Barratt tidak memiliki hubungan keluarga dengan mantan CEO Intel Craig Barrett.

Pergantian ini menjadi perubahan penting dalam struktur dewan, terutama setelah satu tahun lalu Lip-Bu Tan resmi menjabat sebagai CEO. 

Tak lama setelah Tan mengambil alih pucuk kepemimpinan, tiga anggota dewan lainnya juga mengumumkan pengunduran diri.

Dalam siaran persnya, Intel menegaskan bahwa dewan direksi telah secara sengaja melakukan pembaruan komposisi anggota.

Selama bertahun-tahun, dewan Intel diisi oleh latar belakang beragam, mulai dari industri perangkat medis, kedirgantaraan, hingga sektor keuangan. Kini, perusahaan berupaya memperkuat jajaran dengan figur yang memiliki kompetensi langsung di bidang semikonduktor.

Baca Juga: Eks Bos Twitter Jack Dorsey Dorong Transformasi AI, Pangkas 4.000 Karyawan

Lip-Bu Tan Pangkas 20% Karyawan dan Fokus AI

Sejak menjabat sebagai CEO, Lip-Bu Tan bergerak cepat. Tahun lalu, Intel memangkas sekitar 20% tenaga kerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi besar untuk menyederhanakan organisasi dan memangkas lapisan manajemen menengah.

Tan juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan operasional pabrik Intel sekaligus memburu pelanggan baru bagi teknologi manufaktur generasi berikutnya yang dikenal dengan nama 14A.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk merebut kembali posisi Intel di tengah persaingan industri chip, terutama dalam era kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat.

Baca Juga: Bill Gates Mengakui Hubungan dengan Jeffrey Epstein, Bantah Keterlibatan Ilegal

Perjalanan Karier Yeary di Intel

Melansir Reuters, Frank Yeary bergabung dengan dewan Intel sejak 2009 dan dipercaya menjadi ketua pada 2023.

Selama masa pengabdiannya, ia memimpin empat kali transisi CEO dan menghadapi periode paling menantang dalam sejarah perusahaan.

Di bawah pengawasan dewan selama era Yeary, Intel mengalami penurunan daya saing manufaktur, sementara pesaing utamanya, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), justru melesat menjadi pemain dominan global.

Dalam pernyataannya, Yeary memuji kemajuan Intel dalam menghidupkan kembali teknologi manufakturnya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya bersama dewan direksi menjadi pihak yang memilih Lip-Bu Tan sebagai CEO tahun lalu.

Namun, tidak semua pihak menilai positif kiprah Yeary. Analis Seaport Securities, Jay Goldberg, menyebut pengunduran diri tersebut “sudah lama dinantikan”, mengingat sejumlah keputusan strategis Intel di masa lalu dinilai kurang tepat.

Baca Juga: Profil Peter Mandelson, Eks Dubes Inggris untuk AS yang Tersandung Kasus Epstein

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

×