kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.842   22,00   0,13%
  • IDX 8.372   -24,32   -0,29%
  • KOMPAS100 1.178   -4,57   -0,39%
  • LQ45 846   -2,18   -0,26%
  • ISSI 299   -1,04   -0,35%
  • IDX30 444   -0,90   -0,20%
  • IDXHIDIV20 530   -0,52   -0,10%
  • IDX80 131   -0,44   -0,34%
  • IDXV30 144   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 143   0,02   0,02%
SOSOK /

Profil Peter Mandelson, Eks Dubes Inggris untuk AS yang Tersandung Kasus Epstein


Selasa, 24 Februari 2026 / 08:56 WIB
Profil Peter Mandelson, Eks Dubes Inggris untuk AS yang Tersandung Kasus Epstein
ILUSTRASI. Bendera Inggris dan Israel (Ammar Awad/REUTERS)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Arena politik Inggris kembali diguncang skandal besar. Peter Mandelson, mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat resmi ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan London pada Senin (23/2/2026).

Penangkapan ini merupakan buntut dari terungkapnya hubungan gelap Mandelson dengan terpidana kasus perdagangan seks, Jeffrey Epstein.

Mandelson, yang kini berusia 72 tahun, ditangkap di kediamannya di Camden atas dugaan pelanggaran hukum dalam jabatan publik (misconduct in public office).

Langkah hukum ini menyusul pencopotan dirinya dari posisi diplomatik paling prestisius di Inggris pada September lalu, setelah kedalaman hubungannya dengan Epstein mulai terendus publik.

Baca Juga: Kasus Epstein: Pengelola Warisan Sepakat Bayar US$35 Juta ke Korban

Bukti Email yang Mengejutkan

Investigasi kriminal terhadap Mandelson dipercepat awal bulan ini setelah pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer menyerahkan sejumlah dokumen komunikasi antara sang mantan diplomat dengan Epstein.

Melansir Reuters, berdasarkan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS pada Januari lalu, hubungan keduanya terbukti jauh lebih erat daripada yang pernah diakui Mandelson sebelumnya.

Bahkan, terungkap bahwa Mandelson sempat berbagi informasi strategis dengan sang pemodal tersebut saat ia masih menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Gordon Brown pada tahun 2009.

Kepolisian London mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan setelah penggeledahan di dua properti milik Mandelson di wilayah Wiltshire dan Camden.

Meski penangkapan menunjukkan adanya dugaan kuat tindak pidana, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses ini tidak secara otomatis menyatakan status bersalah sebelum ada putusan pengadilan.

Baca Juga: Rangkaian Email Pangeran Andrew ke Epstein Terungkap, Ini Isinya

Akhir Tragis Karier Sang Jenius Politik

Di tanah Inggris, Peter Mandelson dikenal sebagai salah satu otak di balik proyek New Labour bersama Tony Blair pada era 1990-an.

Ia tercatat pernah dipaksa mundur dari kabinet sebanyak dua kali. Pertama, pada 1998 karena pinjaman rumah yang tak dilaporkan. Kedua, pada 2001 terkait dugaan pengaruh dalam aplikasi paspor.

Namanya sempat membaik setelah sukses menegosiasikan penurunan tarif dagang dengan Presiden AS Donald Trump di awal masa jabatannya sebagai Dubes.

Akibat kedekatannya dengan Epstein, Mandelson kini justru terancam hukuman berat. Di Inggris, vonis pelanggaran hukum dalam jabatan publik membawa ancaman maksimal penjara seumur hidup.

Baca Juga: Pangeran Andrew Terseret Kasus Epstein, Status Hukum Masih Menggantung

Memperburuk Pemerintahan Keir Starmer

Kasus ini membuka lebih lebar skandal yang muncul di lingkaran elit Inggris. Pekan lalu, adik Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew), juga ditangkap atas tuduhan serupa.

Ia diduga mengirimkan dokumen rahasia pemerintah kepada Epstein. Penangkapan dua tokoh besar ini semakin memperpanjang daftar hitam pengaruh Epstein di pusat kekuasaan Inggris.

Mandelson sempat mengundurkan diri dari Partai Buruh dan House of Lords bulan ini setelah tekanan publik memuncak.

Penangkapan Mandelson menjadi krisis politik bagi PM Keir Starmer. Kini, Starmer menghadapi tuntutan untuk mundur dari jabatannya.

Sebelum ini, publik telah mempertanyakan proses verifikasi yang dilakukan pemerintah sebelum menunjuk Mandelson sebagai Dubes AS pada akhir 2024.

Starmer sendiri berdalih bahwa Mandelson telah berbohong mengenai sejauh mana hubungannya dengan Epstein selama proses seleksi jabatan tersebut.

Baca Juga: Profil El Mencho, Bos Kartel Meksiko yang Tewas dalam Operasi Militer

Selanjutnya: IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Selasa (24/2)

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Selasa (24/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×