kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.905   30,00   0,18%
  • IDX 7.404   -36,76   -0,49%
  • KOMPAS100 1.030   -7,13   -0,69%
  • LQ45 754   -6,14   -0,81%
  • ISSI 261   -1,43   -0,54%
  • IDX30 399   -2,49   -0,62%
  • IDXHIDIV20 492   -3,35   -0,68%
  • IDX80 116   -0,91   -0,78%
  • IDXV30 134   -1,20   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,56   -0,43%
SOSOK /

Ekonomi AS Terancam: Peringatan Keras CEO Citigroup Soal Pembatasan Suku Bunga


Rabu, 21 Januari 2026 / 10:55 WIB
Ekonomi AS Terancam: Peringatan Keras CEO Citigroup Soal Pembatasan Suku Bunga
ILUSTRASI. CEO Citigroup, Jane Fraser (Dok./REUTERS)

Sumber: CNBC,Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO Citigroup, Jane Fraser, menyatakan keraguannya bahwa Kongres Amerika Serikat akan menyetujui rencana pembatasan suku bunga kartu kredit yang sempat disinggung oleh Presiden Donald Trump.

Keraguan tersebut disampaikan Fraser secara terbuka dalam wawancara dengan CNBC di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss, pada Selasa (20/1/2026).

Jane Fraser menilai bahwa kebijakan pembatasan suku bunga kartu kredit justru dapat menimbulkan dampak negatif yang luas bagi perekonomian.

Baca Juga: Laporan Oxfam: Miliarder Kuasai Politik dan Media, Ketimpangan Makin Parah

Risiko Pembatasan Suku Bunga Terhadap Ekonomi AS

Jane Fraser mengakui bahwa Presiden Trump memiliki fokus yang tepat terhadap isu keterjangkauan biaya hidup masyarakat Amerika Serikat.

Di saat yang sama, Fraser juga melihat ada dampak negatif yang sangat nyata terhadap ekonomi Amerika Serikat.

Menurut Fraser, penetapan batas suku bunga akan secara signifikan mengurangi akses masyarakat terhadap fasilitas kredit, khususnya bagi kelompok konsumen dengan profil risiko menengah hingga tinggi.

"Pembatasan suku bunga tidak akan baik bagi ekonomi AS,” ungkap Fraser.

Fraser juga menekankan bahwa dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan oleh perbankan, tetapi juga oleh sektor-sektor lain yang sangat bergantung pada belanja konsumen berbasis kredit.

Ia menyebut industri maskapai penerbangan, ritel, dan restoran sebagai sektor yang berpotensi terkena imbas besar jika akses kredit masyarakat semakin terbatas.

Fraser menyatakan tidak melihat adanya dukungan bipartisan yang cukup kuat untuk meloloskan kebijakan tersebut di Kongres.

Baca Juga: Nasib Energi Filipina Berubah Total, Ada Tangan Dingin Ricky Razon Jr. di Baliknya

Jane Fraser dan Keuangan Global

Jane Fraser merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di industri keuangan global. Ia menjabat sebagai CEO Citigroup sejak Maret 2021, sekaligus mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin bank besar di Wall Street.

Mengutip Reuters, Fraser bergabung dengan Citigroup sejak 2004 dan pernah menempati berbagai posisi strategis, termasuk CEO Citigroup Latin America dan Head of Global Consumer Banking.

Dalam konteks politik Amerika Serikat, Jane Fraser dikenal mengambil sikap pragmatis dan moderat, dengan kecenderungan mendukung kebijakan ekonomi berbasis pasar.

Dalam beberapa kesempatan, Fraser kerap menekankan pentingnya stabilitas sistem keuangan dan akses kredit yang seimbang. Pandangannya dianggap cukup netral, karena diketahui tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

Baca Juga: Kisah Sukses Greg Abel, Penerus Warren Buffett di Kursi Tertinggi Berkshire Hathaway

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×