Sumber: Gulf News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Ada sosok miliarder Filipina Enrique “Ricky” K. Razon Jr. dalam penemuan terbaru cadangan gas alam di Malampaya East-1 yang diumumkan pada Senin, 19 Januari 2026.
Ricky Razon Jr. kini menjadi figur penting dalam salah satu momen paling penting bagi sektor energi Filipina dalam beberapa tahun terakhir.
Temuan ini dinilai berpotensi memperpanjang umur operasional ladang gas Malampaya sekaligus membantu menekan biaya listrik Filipina secara luas.
Baca Juga: Daftar 5 Orang Terkaya Asia Tenggara Awal 2026: Miliarder Indonesia Mendominasi
Lalu, siapa sebenarnya Ricky Razon Jr.?
Ricky lahir pada 3 Maret 1960 dari keluarga bisnis Spanyol-Filipina yang telah lama berkecimpung di sektor pelabuhan.
Kakeknya memulai bisnis jasa pelabuhan di Manila pada 1916, yang kemudian dibangun kembali oleh ayahnya pasca Perang Dunia II.
Tak ingin bergantung pada kekayaan keluarga, pada usia 17 tahun, Razon meninggalkan bangku kuliah dan bekerja dengan upah minimum sebagai buruh bongkar muat di operasi pelabuhan milik keluarganya.
Ia sempat menempuh pendidikan bisnis di De La Salle University, namun memilih keluar demi menempuh jalur pengalaman langsung.
Baca Juga: Kekayaan Pham Nhat Vuong Salip Jack Ma, Resmi Jadi Miliarder Terkuat Asia Tenggara
Mendirikan ICTSI Sebagai Fondasi Kekayaannya
Terobosan besar Razon datang melalui International Container Terminal Services Inc. (ICTSI), perusahaan pengelola pelabuhan yang didirikan pada 1987. Perusahaan ini kemudian mengikuti tender pengelolaan Manila International Container Terminal (MICT).
Di bawah kepemimpinannya, ICTSI memenangkan konsesi tersebut pada 1988 dan berkembang pesat menjadi operator pelabuhan global dengan lebih dari 30 terminal di hampir 20 negara.
Perusahaan ini juga mampu bangkit dan melakukan penyesuaian strategis pasca krisis finansial Asia 1997.
Mengutip Gulf News, saat ini ICTSI tercatat sebagai operator terminal peti kemas terbesar kedelapan dunia berdasarkan volume TEU ekuitas menurut Lloyd’s List.
Baca Juga: Anthony Tan: Kisah CEO Grab yang Mengubah Wajah Transportasi Asia Tenggara
Kekayaan dan Diversifikasi Bisnis
Hingga pertengahan Januari 2026, kekayaan bersih Ricky Razon Jr diperkirakan mencapai US$14,4 miliar berdasarkan data real-time Forbes.
Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari kepemilikannya di ICTSI serta portofolio industri, infrastruktur, dan utilitas.
Selain pelabuhan, Razon juga mengendalikan Bloomberry Resorts Corp, operator resor terpadu yang mengelola Solaire Resort di Entertainment City, Paranaque, dan Solaire Resort North di Quezon City.
Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 10.000 orang dan telah berekspansi ke Korea Selatan serta mengembangkan rencana bisnis game online.
Ia juga terlibat di sektor pertambangan melalui Apex Mining Co yang fokus pada produksi emas dan mineral. Tambang-tambang Apex di Filipina selatan diperkirakan beroperasi hingga 2034 dengan produksi sekitar 3.000 ton per hari.
Baca Juga: Kekayaan Top 3 Miliarder Malaysia Naik Tajam di 2025, Ini Rahasianya
Penemuan Malampaya East-1 dan Dampak Ekonomi Bagi Filipina
Langkah strategis Razon di sektor energi dan utilitas dilakukan melalui Prime Infrastructure Capital Inc (Prime Infra). Melalui Prime Infra, Razon mengakuisisi 60% saham aset pembangkit listrik berbahan bakar gas milik First Gen Corporation dengan nilai sekitar US$896 juta.
Prime Energy Resources Development, anak usaha Prime Infra, kini memimpin Service Contract 38 Malampaya dan bertanggung jawab atas eksplorasi serta pengembangan ladang gas tersebut.
Pada 19 Januari 2026, konsorsium Malampaya mengonfirmasi adanya temuan gas signifikan di Malampaya East-1.
Investasi fase keempat proyek ini mencapai sekitar US$893 juta dan diharapkan dapat memperpanjang peran Malampaya sebagai sumber gas utama Filipina.
Pasokan gas domestik yang andal dapat mengurangi ketergantungan Filipina pada impor LNG yang mahal. Hal ini berpotensi menstabilkan biaya pembangkitan listrik, melindungi konsumen dari fluktuasi harga global, serta memperbaiki neraca perdagangan.
Para analis menilai Malampaya East-1 sebagai penyangga strategis dalam transisi energi Filipina. Meski energi terbarukan terus berkembang, gas alam masih dipandang sebagai faktor penting untuk menjaga stabilitas jaringan listrik.
Baca Juga: Tiga Miliarder Filipina Kehilangan US$9,8 M, Ini Pemicu Utamanya
Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Yogyakarta, Solo, Semarang: Waspada Hujan Ringan Hari Ini!
Menarik Dibaca: Jadwal Daihatsu Indonesia Masters 2026, 10 Wakil Indonesia Berlaga Menuju 16 Besar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
