kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.990   -3,00   -0,02%
  • IDX 9.155   21,54   0,24%
  • KOMPAS100 1.262   -1,73   -0,14%
  • LQ45 891   -2,50   -0,28%
  • ISSI 335   1,14   0,34%
  • IDX30 456   0,81   0,18%
  • IDXHIDIV20 539   1,12   0,21%
  • IDX80 140   -0,30   -0,21%
  • IDXV30 149   0,73   0,49%
  • IDXQ30 146   0,28   0,20%
SOSOK /

Laporan Oxfam: Miliarder Kuasai Politik dan Media, Ketimpangan Makin Parah


Selasa, 20 Januari 2026 / 08:56 WIB
Laporan Oxfam: Miliarder Kuasai Politik dan Media, Ketimpangan Makin Parah
ILUSTRASI. Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Jeff Bezos (Dok./KONTAN)

Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Fakta menarik diungkap oleh organisasi bantuan internasional, Oxfam. Dalam laporan tahunan terbarunya, Oxfam menilai bahwa para miliarder dunia kini tidak hanya semakin kaya, tetapi juga mempertebal ketidaksetaraan.

Laporan yang dirilis pada 18 Januari 2026 tersebut menyoroti jurang yang makin lebar antara kelompok superkaya dan mayoritas penduduk dunia.

Oxfam juga merilis laporan tersebut di tengah kondisi global yang dibayangi konflik bersenjata serta gelombang protes yang terus bermunculan di berbagai negara.

Baca Juga: Nasib Energi Filipina Berubah Total, Ada Tangan Dingin Ricky Razon Jr. di Baliknya

Kekayaan Miliarder Setara Separuh Populasi Dunia

Berdasarkan analisis Oxfam, total kekayaan para miliarder dunia melonjak sebesar US$ 2,5 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut hampir setara dengan total kekayaan yang dimiliki oleh separuh penduduk dunia, atau sekitar 4,1 miliar orang.

Mengutip Al Jazeera, jumlah miliarder global menembus angka lebih dari 3.000 orang pada tahun 2025. Untuk pertama kalinya pula, orang terkaya di dunia, Elon Musk, tercatat memiliki kekayaan lebih dari setengah triliun dolar AS.

Laporan tahunan Oxfam ini dirilis bertepatan dengan pembukaan pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Forum tersebut secara rutin mempertemukan hampir 1.000 orang terkaya dunia bersama para pemimpin politik global.

Tema pertemuan Davos tahun ini adalah A Spirit of Dialogue. Oxfam menilai bahwa semangat dialog tersebut kontras dengan realitas di lapangan, di mana kelompok superkaya justru semakin menguasai saluran komunikasi publik.

Baca Juga: Bos Arsenal FC, Stan Kroenke, Jadi Pemilik Lahan Privat Terbesar di AS

Miliarder Mengendalikan Politik dan Media

Oxfam menyoroti sejumlah contoh nyata dominasi miliarder atas media. Di antaranya:

  • Jeff Bezos, pendiri Amazon, yang mengakuisisi surat kabar The Washington Post
  • Elon Musk yang mengambil alih Twitter/X
  • Patrick Soon-Shiong yang membeli Los Angeles Times
  • Vincent Bollore yang memiliki jaringan televisi CNews.

“Pengaruh yang tidak proporsional dari kaum superkaya terhadap politisi, ekonomi, dan media telah memperdalam ketimpangan dan membawa kita semakin jauh dari upaya mengatasi kemiskinan,” ujar Direktur Eksekutif Oxfam International, Amitabh Behar, seperti dikutip Al Jazeera.

Oxfam juga memperkirakan bahwa para miliarder memiliki kemungkinan 4.000 kali lebih besar untuk menduduki jabatan politik dibandingkan warga biasa.

Dalam hal ini, Oxfam turut mengutip World Values Survey yang dilakukan di 66 negara, yang menunjukkan bahwa hampir separuh responden percaya bahwa kelompok kaya sering kali membeli hasil pemilu di negara mereka.

“Kesenjangan yang semakin lebar antara yang kaya dan yang lainnya secara bersamaan menciptakan defisit politik yang sangat berbahaya dan tidak berkelanjutan,” tegas Behar.

Baca Juga: CEO OnePlus Jadi Buronan Taiwan: Dituding Rekrut Pegawai Secara Ilegal

Selanjutnya: IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (20/1)

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (20/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×