Sumber: Qualcomm,Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Qualcomm, menyampaikan optimisme baru di tengah tekanan industri chip global.
CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menilai krisis chip memori yang selama ini menekan pasar telah mencapai titik terendah.
Dalam wawancara dengan Reuters, Amon menegaskan bahwa fase terburuk dari siklus penurunan permintaan kemungkinan sudah terlewati.
Ia juga melihat tanda-tanda pemulihan pasar smartphone yang diperkirakan mulai terasa setelah kuartal ketiga fiskal perusahaan.
“Kami sekarang bisa mengatakan bahwa titik terendah sudah tercapai,” ujarnya.
Baca Juga: CEO Airbus Buka Suara Soal Konflik Jet Tempur Eropa, Cek Juga Profil Guillaume Faury
Sinyal Pemulihan Muncul Meski Masih Lemah
Meski optimistis terhadap prospek jangka menengah, Qualcomm tetap menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
Perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal ketiga di kisaran US$9,2 miliar hingga US$10 miliar, masih di bawah ekspektasi analis sebesar US$10,27 miliar.
Laba per saham juga diperkirakan hanya mencapai US$2,10 hingga US$2,30, lebih rendah dari proyeksi pasar di angka US$2,45.
Respons pasar pun negatif, dengan saham Qualcomm turun sekitar 4% dalam perdagangan setelah jam bursa (per 29 April 2026).
Krisis Memori Tekan Permintaan Global
Selama beberapa bulan terakhir, lonjakan harga chip memori telah mendorong kenaikan harga perangkat elektronik seperti smartphone dan PC.
Kondisi ini membuat konsumen menahan belanja, sehingga berdampak langsung pada permintaan chip.
Menurut data Counterpoint Research, pengiriman smartphone global turun 6% pada kuartal pertama tahun ini. Bahkan, dampak krisis chip memori diperkirakan masih bisa berlangsung hingga akhir tahun depan.
Pasar China menjadi salah satu titik tekanan utama, terutama pada segmen ponsel kelas menengah ke bawah yang paling terdampak pelemahan daya beli.
Sebagai pemasok chip untuk perusahaan besar seperti Apple dan Samsung, kinerja Qualcomm mencerminkan kondisi industri teknologi secara luas.
Baca Juga: Profil Pham Nhat Vuong: Orang Terkaya Asia Tenggara 2026, Bos VinFast dan Green SM
Profil CEO Qualcomm Cristiano Amon
Cristiano Amon merupakan CEO Qualcomm sejak Juni 2021. Ia bergabung dengan perusahaan pada 1995 dan memiliki pengalaman panjang di industri semikonduktor.
Sebelum menjadi CEO, Amon menjabat sebagai President of Qualcomm Incorporated, di mana ia berperan penting dalam pengembangan teknologi 5G yang kini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.
Di bawah kepemimpinannya, Qualcomm memperluas fokus bisnis dari sekadar chip smartphone ke berbagai sektor lain seperti otomotif, Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan buatan (AI).
Mengutip situs resmi Qualcomm, Amon dikenal sebagai sosok yang mendorong transformasi perusahaan menuju ekosistem teknologi yang lebih luas, termasuk ekspansi ke pasar data center yang saat ini tengah berkembang pesat.
Baca Juga: Prestasi John Ternus di Apple, Dari Balik Layar hingga Jadi CEO
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













