kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%
SOSOK /

CEO Airbus Buka Suara Soal Konflik Jet Tempur Eropa, Cek Juga Profil Guillaume Faury


Rabu, 29 April 2026 / 09:02 WIB
CEO Airbus Buka Suara Soal Konflik Jet Tempur Eropa, Cek Juga Profil Guillaume Faury
ILUSTRASI. Jet tempur Dassault Rafale milik Angkatan Laut Prancis (Stefanos Kouratzis/REUTERS)

Sumber: Airbus,Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO Airbus, Guillaume Faury, mengakui bahwa perbedaan pendapat dengan Dassault Aviation terkait proyek jet tempur generasi baru Eropa masih belum terselesaikan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses negosiasi terus berjalan untuk mencari solusi terbaik.

Berbicara kepada wartawan pada Selasa (28/4), Faury mengatakan bahwa berbagai pihak yang terlibat masih aktif berdiskusi guna menemukan jalan keluar dari kebuntuan tersebut.

Saya tidak mengatakan bahwa perbedaan ini sudah selesai, tetapi ada pekerjaan yang terus berjalan oleh para pemangku kepentingan untuk menemukan jalan terbaik ke depan,” ujar Faury, seperti dikutip Reuters.

Proyek yang dimaksud merujuk pada pengembangan jet tempur generasi berikutnya dalam kerja sama Prancis dan Jerman, yang menjadi bagian penting dari upaya Eropa memperkuat kemandirian pertahanan.

Baca Juga: Eks CEO Disney, Bob Iger, Kini Jadi Penasihat di Thrive Capital

Akar Perselisihan Airbus dan Dassault

Mengutip Reuters, ketegangan antara Airbus dan Dassault terutama berkaitan dengan pembagian peran industri dan kendali teknologi dalam proyek tersebut.

Dassault, sebagai produsen jet tempur Rafale, menginginkan peran dominan dalam desain utama, sementara Airbus mendorong kolaborasi yang lebih seimbang.

Perbedaan visi ini sempat memperlambat progres proyek, bahkan memicu kekhawatiran mengenai masa depan program pertahanan strategis Eropa tersebut.

Namun, pernyataan terbaru dari Airbus menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih berkomitmen melanjutkan dialog.

Baca Juga: CEO Boeing Ungkap Peran Trump dalam Deal Jumbo dengan China

Guillaume Faury dan Caranya Memimpin Airbus

Guillaume Faury merupakan salah satu tokoh kunci dalam industri kedirgantaraan global. Ia a menjabat sebagai CEO Airbus sejak April 2019.

Sebelumnya, Faury memiliki rekam jejak panjang di sektor aviasi dan pertahanan, di antaranya memimpin Airbus Commercial Aircraft, menjabat CEO Airbus Helicopters, dan memiliki latar belakang teknik dari Ecole Polytechnique di Prancis.

Di bawah kepemimpinannya, Airbus menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari pandemi COVID-19 yang menghantam industri penerbangan hingga meningkatnya persaingan global di sektor pertahanan dan teknologi militer.

Faury dikenal mendorong inovasi serta kolaborasi lintas negara, termasuk dalam proyek-proyek strategis seperti jet tempur generasi baru Eropa.

Terkait konflik dengan Dassault, ia memilih menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.

Langkah ini dinilai krusial karena proyek jet tempur tersebut lebih dari bisnis. Masalah ini juga menyangkut kepentingan geopolitik dan kedaulatan teknologi Eropa.

Baca Juga: Profil John Ternus, CEO Baru Apple di Tengah Era AI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×