kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.908   26,00   0,15%
  • IDX 9.049   16,70   0,18%
  • KOMPAS100 1.253   5,35   0,43%
  • LQ45 889   6,65   0,75%
  • ISSI 329   -0,72   -0,22%
  • IDX30 452   3,26   0,73%
  • IDXHIDIV20 534   4,74   0,89%
  • IDX80 140   0,56   0,40%
  • IDXV30 147   0,11   0,07%
  • IDXQ30 145   1,35   0,94%
SOSOK /

Waspada Gelembung AI? Alphabet Malah Tembus Rekor Valuasi US$ 4 Triliun


Kamis, 15 Januari 2026 / 12:37 WIB
Waspada Gelembung AI? Alphabet Malah Tembus Rekor Valuasi US$ 4 Triliun
ILUSTRASI. Waspada Gelembung AI? Alphabet Malah Tembus Rekor Valuasi US$ 4 Triliun. ( REUTERS/Pawel Kopczynski)

Sumber: Forbes | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Kinerja saham induk usaha Google, Alphabet Inc., mencatatkan rekor baru yang mengubah peta kekayaan miliarder dunia.

Kenaikan signifikan harga saham perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut berhasil mendorong salah satu pendirinya, Sergey Brin, menjadi orang terkaya ketiga di dunia.

Lonjakan valuasi Alphabet ini dipicu oleh sentimen positif pasar terhadap ekspansi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) perusahaan.

Baca Juga: Game Crowdfunding Senilai Rp 5 Miliar Gagal Rilis, YouTuber Naruni Siap Refund

Langkah strategis ini membawa Alphabet bergabung dalam kelompok elit perusahaan dengan kapitalisasi pasar jumbo di bursa global.

Kapitalisasi Pasar Tembus US$ 4 Triliun

Alphabet resmi menjadi perusahaan keempat yang berhasil menyentuh nilai kapitalisasi pasar sebesar US$ 4 triliun atau setara Rp 67.428 triliun (kurs Rp 16.857 per dolar AS).

Mengutip Forbes, Alphabet kini sejajar dengan raksasa teknologi lainnya seperti Nvidia, Microsoft, dan Apple yang juga pernah atau sedang berada di level valuasi tersebut.

Sentimen utama yang mendorong reli saham ini adalah pengumuman kerja sama strategis antara Apple dan Google. Dalam kesepakatan tersebut, Apple menyatakan akan menggunakan model Gemini milik Google sebagai fondasi bagi model AI mereka serta generasi terbaru asisten virtual Siri.

Berdasarkan data perdagangan Selasa siang waktu setempat, saham Alphabet naik 0,13% ke level di atas US$ 337. Kenaikan ini melengkapi reli sebesar 6,6% yang terjadi selama tujuh sesi perdagangan terakhir.

Sebagai perbandingan, pada saat yang sama saham Oracle justru terkoreksi 1,5% dan Amazon turun hampir 2%.

Sepanjang tahun 2025, saham Alphabet telah tumbuh sebesar 65%. Angka ini merupakan lonjakan tahunan terbesar bagi perusahaan sejak tahun 2009, di mana saat itu saham Alphabet melesat hingga hampir 93%.

Pergeseran Peringkat Orang Terkaya Dunia

Kenaikan harga saham Alphabet berdampak langsung pada nilai kekayaan bersih para pemegang saham utamanya. Sergey Brin berhasil melampaui kekayaan pendiri Oracle, Larry Ellison, dan pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Menurut Forbes’ Real-Time Billionaires List, berikut adalah urutan terbaru orang terkaya dunia pasca reli saham Alphabet:

  • Elon Musk (Tesla): US$ 725,3 miliar (sekitar Rp 12.226 triliun).
  • Larry Page (Rekan Pendiri Google): US$ 277 miliar (sekitar Rp 4.669 triliun).
  • Sergey Brin (Rekan Pendiri Google): US$ 255,6 miliar (sekitar Rp 4.308 triliun).
  • Jeff Bezos (Amazon): US$ 253,2 miliar (sekitar Rp 4.268 triliun).
  • Larry Ellison (Oracle): US$ 251,3 miliar (sekitar Rp 4.236 triliun).

Kekayaan Brin tercatat tumbuh sebesar US$ 4,9 miliar atau naik 1,9% dalam waktu singkat. Meskipun Brin aktif menjual sebagian saham Alphabet kelas C miliknya dan mendonasikan jutaan saham untuk riset penyakit Parkinson, posisi kepemilikannya tetap memberikan dorongan besar pada total kekayaannya.

Tonton: Demo Iran Tewaskan 2.571 Orang, Mirip Revolusi 1979!

Dominasi Infrastruktur AI

Keberhasilan Alphabet mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah kekhawatiran investor akan gelembung (bubble) saham teknologi didukung oleh fundamental AI yang kuat.

Melansir Forbes, analis dari Citi menyebutkan bahwa Alphabet tetap menjadi pilihan utama untuk pertumbuhan pada tahun 2026.

Optimisme ini didasari oleh fakta bahwa sekitar 70% pelanggan Google Cloud telah menggunakan produk AI perusahaan. Selain itu, Alphabet dinilai memiliki ekosistem yang lengkap, mulai dari cip, kapasitas infrastruktur, hingga model bahasa besar yang mutakhir.

Beberapa tonggak pencapaian AI Alphabet yang menarik perhatian pasar antara lain:

  • Gemini 3: Versi terbaru model AI Google yang dirilis pada November 2025 dan mendapat sambutan positif.
  • Ironwood: Generasi ketujuh cip AI milik perusahaan yang diluncurkan untuk bersaing dengan Nvidia.
  • Integrasi Apple: Penggunaan Gemini untuk ekosistem perangkat Apple yang memperluas jangkauan pengguna secara masif.

Analis Cantor Fitzgerald, Deepak Mathivanan, dalam catatannya pada awal Januari menyatakan bahwa Google memiliki jejak terkuat di antara perusahaan AI lainnya.

Investasi yang telah dilakukan selama satu dekade terakhir dinilai menjadi penghalang besar bagi kompetitor untuk mengejar ketertinggalan dalam waktu dekat.

Dengan posisi kas yang kuat dan penetrasi produk AI yang terus meluas ke berbagai lini, Alphabet diprediksi masih akan menjadi motor penggerak indeks bursa saham global dalam beberapa periode mendatang.

Selanjutnya: Penjualan Mobil Listrik RI Naik 141%: BYD Kuasai Pasar 2025, Cek Harga Terbaru 2026

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Super Hemat Terbaru sampai 21 Januari 2026, Sunlight Hemat Banyak!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×