kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%
SOSOK /

Steven Bartlett Ungkap Alasan Merekrut Kandidat dengan CV Dua Baris


Selasa, 06 Januari 2026 / 10:06 WIB
Steven Bartlett Ungkap Alasan Merekrut Kandidat dengan CV Dua Baris
ILUSTRASI. Steven Bartlett (Dok./stevenbartlett.com)

Sumber: Business Insider | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Pendiri sekaligus host podcast populer The Diary of a CEO, Steve Bartlett, memberikan pandangan menarik tentang caranya merekrut karyawan yang tidak memiliki pengalaman kerja.

Dalam sebuah unggahan di LinkedIn pada akhir Desember 2025 lalu, Bartlett menjelaskan bahwa salah satu perekrutan terbaik yang pernah ia lakukan justru berasal dari kandidat dengan CV yang sangat minim.

Menariknya, CV tersebut hanya terdiri dari dua baris, dengan pengalaman kerja yang benar-benar nol.

Baca Juga: Strategi Steven Bartlett Bangun Podcast Raksasa Bernilai US$425 Juta

Budaya Kerja Lebih Menarik

Dilansir dari Business Insider, Bartlett menjelaskan bahwa kandidat tersebut memperoleh skor yang sangat tinggi dalam survei budaya kerja yang wajib diisi oleh setiap pelamar.

Survei ini menjadi salah satu alat utama Bartlett dalam menilai kecocokan karakter dan nilai personal calon karyawan dengan budaya perusahaan.

Dalam sesi wawancara, kandidat tersebut secara jujur mengakui bahwa ia tidak mengetahui jawaban dari salah satu pertanyaan yang diajukan.

Sikapnya setelah wawancara adalah hal yang membuat Bartlett terkesan.

Dalam hitungan jam, kandidat itu mengirimkan email lanjutan yang berisi jawaban atas pertanyaan tersebut, disertai penjelasan bahwa ia telah mempelajarinya secara mandiri.

Bartlett juga mengamati detail kecil yang menunjukkan karakter kandidat tersebut. Ia melihat sang kandidat mengucapkan terima kasih kepada petugas keamanan kantor dengan menyebut namanya secara langsung saat masuk ke gedung.

Baca Juga: Steven Spielberg: Perjalanan Karier hingga Jadi Sutradara Terkaya di Dunia

Kinerja Terbukti Baik

Enam bulan setelah direkrut, Bartlett menyebut kandidat tersebut sebagai salah satu karyawan terbaik yang pernah ia miliki.

Dari pengalaman tersebut, ia menyadari budaya kerja dan karakter jauh lebih sulit dicari dibandingkan pengalaman, keterampilan, maupun latar belakang pendidikan.

Oleh karena itu, Bartlett kini lebih memprioritaskan kecocokan nilai dan karakter dalam memilih karyawan.

Menurut Bartlett, sistem kerja dan keterampilan teknis dapat diajarkan dalam waktu relatif singkat. Namun, keinginan untuk sukses, etos kerja tinggi, ambisi, serta karakter kuat tidak bisa dibentuk hanya dalam waktu satu bulan pelatihan.

Baca Juga: Kisah Jim Fish: Perkuat Bisnis Bernilai US$90 Miliar dengan Mengelola Sampah

Selanjutnya: Saham Coinbase Melonjak 8% Usai Goldman Sachs Naikkan Rekomendasi Jadi Buy

Menarik Dibaca: IHSG Ada Potensi Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (6/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×