Sumber: Guru Focus,The Org,Stock Analysis,Forbes | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Mari mengenal latar belakang Michael Sabel, co-founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) dan Executive Co-Chairman dari Venture Global, Inc., sebuah perusahaan eksportir gas alam cair yang mendunia.
Michael Sabel dikenal sebagai salah satu nama penting di industri energi global, khususnya pada sektor liquefied natural gas (LNG).
Simak bagaimana Sabel merintis bisnis, membangun Venture Global, hingga menjadi salah satu pemain penting di sektor LNG dunia.
Baca Juga: Top 5 Wanita Terkaya di Asia 2026: Miliarder India Memimpin
Perjalanan Karir dan Bisnis Michael Sabel
Sebelum mendirikan Venture Global bersama rekannya Robert Pender pada 2013, Michael Sabel telah menghabiskan puluhan tahun berkarier di dunia keuangan dan energi.
Mengutip catatan The Org, ia pernah menjabat di sejumlah lembaga keuangan seperti First Sierra Financial, Friedman, Billings, Ramsey & Co., serta Sandler O’Neil & Partners.
Selama itu, ia terlibat dalam transaksi pasar modal, pengembangan perusahaan, merger dan akuisisi , hingga modal ventura.
Visi Sabel bersama Pender adalah membangun model LNG yang lebih efisien dengan biaya lebih kompetitif.
Mereka membangun fasilitas LNG modular di kawasan Teluk AS yang bisa diproduksi lebih cepat dan mudah dikembangkan dibanding cara konvensional.
Tak butuh waktu lama, strategi ini menarik perhatian para pembeli besar seperti Shell, BP, dan Sinopec, serta memacu pertumbuhan perusahaan secara pesat.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Februari 2026: Elon Musk Makin Sulit Dikejar
Kebangkitan Venture Global
Pada 2022, Venture Global mulai mengirimkan LNG komersial pertama dari fasilitasnya di Louisiana.
Kemudian di Januari 2025, Venture Global resmi melantai sebagai perusahaan publik (IPO) dengan penilaian pasar mencapai puluhan miliar dolar.
Dilansir dari Forbes, Venture Global melakukan salah satu IPO terbesar di sektor energi AS dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai CEO, Michael Sabel memainkan peran penting dalam mengarahkan strategi perusahaan di tengah dinamika pasar energi global.
Ia juga beberapa kali melakukan pembelian saham perusahaan dalam jumlah besar sebagai bentuk keyakinannya terhadap potensi jangka panjang bisnis yang dirintisnya.
Baca Juga: Liang Wenfeng, CEO DeepSeek: Sosok di Balik Gebrakan Besar Industri AI
Kekayaan Michael Sabel
Menurut data terbaru dari Forbes, kekayaan Michael Sabel ada di kisaran US$9,2 miliar atau sekitar Rp154,6 triliun.
Kekayaan ini terutama berasal dari kepemilikannya di Venture Global dan peranannya dalam pertumbuhan perusahaan sejak awal.
Sementara itu, GuruFocus menyebutkan bahwa estimasi kekayaan total yang lebih komprehensif biasanya menggabungkan saham Class A maupun suara super-voting Class B yang dimiliki melalui struktur pengendali VG Partners.
Baca Juga: Skandal Suap Huawei Singapura: Eks Direktur Dijebloskan ke Penjara
Selanjutnya: Ini Alasan Utama BEI Membuka Data Kepemilikan Saham Hanya Hingga 1%
Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart Periode 8-15 Februari 2026, Es Krim Cornetto Beli 2 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













