kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.861   43,00   0,26%
  • IDX 8.960   34,76   0,39%
  • KOMPAS100 1.233   5,49   0,45%
  • LQ45 871   3,42   0,39%
  • ISSI 325   1,71   0,53%
  • IDX30 441   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 520   0,96   0,18%
  • IDX80 137   0,65   0,48%
  • IDXV30 144   0,49   0,34%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%
SOSOK /

Profil Lee Jae Yong, Pemimpin Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan


Kamis, 08 Januari 2026 / 15:19 WIB
Profil Lee Jae Yong, Pemimpin Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan
ILUSTRASI. Profil Lee Jae Yong, Pemimpin Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan. ( REUTERS/POOL/Cho Seong-joon)

Sumber: Fortune,Britannica,Fortune,Forbes | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Samsung Electronics masih menjadi pemain dominan dalam industri teknologi global, terutama pada sektor semikonduktor dan ponsel pintar.

Di balik gurita bisnis asal Korea Selatan tersebut, sosok Lee Jae-yong, atau yang dikenal secara internasional sebagai Jay Y. Lee, memegang peranan vital sebagai pimpinan puncak.

Sebagai generasi ketiga dari keluarga pendiri Samsung, langkah strategis Lee menjadi sorotan investor karena dampaknya yang signifikan terhadap rantai pasok teknologi dunia.

Baca Juga: Mark Cuban: Sistem Kesehatan AS Memiskinkan Rakyat, Bangkrutkan Negara

Kepemimpinan Lee Jae-yong diuji dalam periode transisi yang kompleks, mulai dari tantangan hukum hingga percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan data yang dilansir dari Forbes, Lee menempati posisi sebagai orang terkaya di Korea Selatan dengan estimasi kekayaan bersih mencapai US$ 17,6 miliar atau setara dengan Rp 294,8 triliun (kurs Rp 16.750). Kekayaan ini sebagian besar bersumber dari kepemilikan saham strategisnya di berbagai unit bisnis Samsung Group.

Rekam Jejak dan Transformasi Kepemimpinan

Lahir pada tahun 1968, Lee Jae-yong merupakan putra dari mendiang Lee Kun-hee. Ia mulai bergabung dengan Samsung pada tahun 1991 dan secara bertahap menempati posisi strategis hingga akhirnya diangkat sebagai Executive Chairman Samsung Electronics pada Oktober 2022.

Pendidikan formalnya yang ditempuh di Universitas Nasional Seoul, Universitas Keio, dan Harvard Business School memberinya perspektif global yang kuat dalam mengelola korporasi lintas negara.

Melansir Britannica, peran Lee menjadi sangat sentral sejak ayahnya mengalami serangan jantung pada tahun 2014.

Meskipun sempat menghadapi kendala hukum terkait suap dan manipulasi saham yang menghebohkan publik Korea Selatan, Lee berhasil kembali memegang kendali penuh setelah mendapatkan pengampunan presiden dan putusan pengadilan yang membebaskannya dari tuduhan pada awal tahun 2024.

Stabilitas kepemimpinan ini dianggap penting oleh pasar untuk memastikan kelanjutan proyek investasi jangka panjang Samsung.

Fokus Strategis pada Semikonduktor dan AI

Di bawah kendalinya, Samsung diarahkan untuk tidak hanya menjadi pemimpin di pasar perangkat keras, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam ekosistem AI dunia.

Mengutip Fortune, Lee Jae-yong masuk dalam daftar individu paling berpengaruh di dunia tahun 2025 karena kemampuannya menavigasi Samsung melewati persaingan ketat cip memori tingkat tinggi (High Bandwidth Memory) yang dibutuhkan untuk pemrosesan AI.

Ada beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus utama Lee dalam mempertahankan daya saing Samsung:

  • Inovasi Foundry: Ambisi untuk menyalip TSMC dalam kontrak pembuatan cip dengan teknologi fabrikasi di bawah 3 nanometer.
  • Ekosistem AI: Integrasi kecerdasan buatan ke dalam seluruh lini produk mulai dari alat rumah tangga hingga perangkat seluler Galaxy.
  • Diversifikasi Rantai Pasok: Membangun fasilitas produksi baru, termasuk di Texas, Amerika Serikat, untuk memitigasi risiko geopolitik.
  • Teknologi Layar (Display): Mempertahankan dominasi pada panel OLED untuk perangkat premium.

Tonton: Berlaku 2026, Poligami Rahasia Jadi Kejahatan Serius

Kredibilitas di Mata Investor Global

Bagi investor di bursa global maupun Indonesia yang memperhatikan sektor teknologi, sosok Lee Jae-yong mencerminkan kemampuan adaptasi Samsung terhadap perubahan zaman.

Kemampuannya membangun hubungan dengan para pemimpin teknologi global, seperti kunjungannya ke fasilitas Meta dan Amazon, menunjukkan bahwa Samsung tetap menjadi mitra strategis yang tak tergantikan bagi perusahaan raksasa Silicon Valley.

Meskipun menghadapi tekanan dari produsen asal China di pasar ponsel menengah, strategi Lee untuk fokus pada segmen premium dan komponen inti sering kali dipandang sebagai langkah yang tepat guna menjaga profitabilitas.

Keberhasilan Lee dalam mengonsolidasi kekuasaan internal keluarga sembari tetap menerapkan standar manajemen modern menjadi faktor kunci yang mempertahankan kepercayaan pemegang saham.

Sebagai pemimpin salah satu konglomerat terbesar di dunia, Lee Jae-yong memikul tanggung jawab besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sekaligus memandu arah inovasi digital masa depan.

Investasi besar dalam riset dan pengembangan yang ia setujui menjadi bukti bahwa Samsung masih memiliki nafas panjang dalam perlombaan teknologi dekade ini.

Selanjutnya: Profil Neriman Ozsoy, Bintang Voli Turki yang Kini Membela Jakarta Electric PLN

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 8-15 Januari 2026, Sambal Indofood Beli 2 Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×