Sumber: FEB UGM,BRI Danareksa,OJK,OJK | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Mari mengenal lebih dalam profil Friderica Widyasari Dewi, yang resmi ditunjuk sebagai Ketua sekaligus Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Friderica menggantikan posisi Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara yang mundur pada akhir Januari 2026. Penetapan jabatan ini dilakukan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK pada 31 Januari 2026.
Latar Belakang Pendidikan
Friderica lahir di Cepu, Jawa Tengah pada 28 November 1975. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelahnya, Friderica memperluas wawasan global dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University, Amerika Serikat.
Ia kembali ke UGM untuk menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada 2019.
Baca Juga: Profil Jeffrey Hendrik, Pjs Direktur Utama BEI dengan Jam Terbang Tinggi
Perjalanan Karier
Jejak karier Friderica di sektor jasa keuangan bisa dibilang cukup panjang. Ia pertama kali memasuki dunia capital market di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005, dan terus menanjak hingga menduduki posisi Direktur Pengembangan Pasar selama lebih dari lima tahun.
Kariernya berlanjut di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan sebelum kemudian dipromosikan menjadi Direktur Utama (2016-2019).
Lepas dari KSEI, Friderica mengasah kemampuannya di sektor sekuritas sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020-2022).
Kiprahnya yang konsisten membuka pintu bagi penunjukan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027,
Situs resmi OJK menyebutkan, ia memegang portofolio penting sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.
Dalam beberapa tahun terakhir, Friderica terkenal vokal dalam pemberantasan investasi bodong dan pinjol ilegal, serta memperluas literasi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.
Mengutip catatan KOMPAS, Friderica juga menjabat Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak 2023.
Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat.
Baca Juga: Profil Thomas Djiwandono: Keponakan Presiden Prabowo di Kursi Deputi Gubernur BI
Aktivitas Internasional & Penghargaan
Di level global, ia menjadi anggota Advisory Board of OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council of International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet) sejak 2022.
Atas beragam kontribusinya tersebut, sepanjang 2025 ia menerima sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services dari CNN Indonesia, BIG 40 Awards dari Bisnis Indonesia, dan The Most Outstanding Woman dari Infobank.
Catatan Kekayaan dalam LHKPN
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Januari 2025, Friderica tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp85,3 miliar.
Sebagian besar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan di berbagai wilayah, ditambah harta bergerak serta kas.
Baca Juga: Setelah Kabinet, Sri Mulyani Pegang Kendali Dana Filantropi Terbesar Dunia
Selanjutnya: Zurich Syariah Catatkan Kenaikan Alokasi Investasi di SBSN per Desember 2025
Menarik Dibaca: Layar Huawei MatePad 11.5: Fitur Tersembunyi Ini Bikin Kagum
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













