kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.855   12,00   0,07%
  • IDX 8.199   -66,56   -0,81%
  • KOMPAS100 1.155   -12,66   -1,08%
  • LQ45 828   -11,40   -1,36%
  • ISSI 294   -1,81   -0,61%
  • IDX30 431   -4,43   -1,02%
  • IDXHIDIV20 516   -5,40   -1,04%
  • IDX80 129   -1,42   -1,09%
  • IDXV30 143   -0,45   -0,32%
  • IDXQ30 139   -1,84   -1,30%
SOSOK /

Profil Ernest Garcia III: Nahkoda Carvana yang Cetak Rekor Kekayaan US$ 10,9 Miliar


Kamis, 12 Februari 2026 / 20:07 WIB
Profil Ernest Garcia III: Nahkoda Carvana yang Cetak Rekor Kekayaan US$ 10,9 Miliar
ILUSTRASI. Profil Ernest Garcia III: Nahkoda Carvana yang Cetak Rekor Kekayaan US$ 10,9 Miliar. (Dok. Reuters/Reuters)

Sumber: Forbes,Bloomberg | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Nama Ernest Garcia III kini semakin diperhitungkan dalam jajaran miliarder dunia. Sebagai pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Carvana, pria yang akrab disapa Ernie ini berhasil membawa perusahaan platform perdagangan mobil bekas online asal Amerika Serikat (AS) tersebut mencatatkan performa gemilang pada awal tahun 2026.

Kenaikan harga saham Carvana yang signifikan dalam setahun terakhir telah mendongkrak pundi-pundi kekayaan pribadinya hingga menyentuh angka yang fantastis.

Berdasarkan data terbaru per Februari 2026 dari Forbes, kekayaan Ernest Garcia III diperkirakan mencapai US$ 10,9 miliar atau setara dengan Rp 183,43 triliun jika menggunakan kurs Jisdor Kamis (12/2) di level Rp 16.828 per dolar AS.

Baca Juga: Borong Pulau Rp841,3 Miliar demi Istri, Ini Profil Pengusaha Dubai Jamal Al Nadak

Lonjakan ini menandai kembalinya kejayaan Ernie setelah sempat mengalami masa-masa sulit beberapa tahun silam. Keberhasilannya dalam mengefisiensikan operasional perusahaan dan memperluas pangsa pasar digital otomotif menjadi kunci utama di balik rekor kapitalisasi pasar Carvana yang menembus angka US$ 90 miliar.

Detail Fakta dan Perjalanan Karir Ernest Garcia III

Ernest Garcia III lahir pada tahun 1982-1983 dan merupakan putra dari pengusaha terkemuka Ernest Garcia II.

Melansir dari Bloomberg, Ernie menempuh pendidikan di Stanford University dan meraih gelar sarjana dalam bidang Management Science and Engineering pada tahun 2005.

Pendidikan formalnya di salah satu universitas terbaik dunia ini menjadi landasan kuat bagi kemampuan analisis data dan strategi bisnis yang ia terapkan di Carvana.

Sebelum mendirikan Carvana, Ernie memulai karirnya sebagai associate di Principal Transactions Group pada RBS Greenwich Capital.

Pengalaman di dunia finansial tersebut kemudian ia bawa saat bergabung dengan perusahaan milik ayahnya, DriveTime Automotive Group, pada Januari 2007-2013.

Di DriveTime, ia menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari perancang strategi keuangan hingga menjabat sebagai Vice President sekaligus Bendahara dan Direktur Analitik Kuantitatif.

Pada masa itu, ia bertanggung jawab atas pengembangan model skor kredit konsumen yang menjadi cikal bakal sistem pendanaan otomatis di Carvana.

Mengutip dari laman Carvana, Ernie mendirikan Carvana bersama Ryan Keeton dan Ben Huston pada tahun 2012 sebagai anak usaha DriveTime. Perusahaan ini kemudian dipisahkan (spin-off) dan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada tahun 2017.

Gebrakan Carvana dan Inovasi Vending Machine Mobil

Carvana dikenal luas karena model bisnisnya yang unik, yakni menjual mobil bekas secara langsung ke konsumen melalui internet tanpa melalui perantara diler fisik konvensional.

Salah satu inovasi yang paling ikonik adalah penggunaan vending machine raksasa untuk pengambilan mobil, yang memungkinkan pelanggan membeli kendaraan semudah membeli minuman kaleng.

Tonton: Prabowo Marah Besar Pasar Modal Anjlok, Begini Respon Pjs Dirut BEI

Sepanjang tahun 2025-2026, Carvana terus mencatatkan pertumbuhan yang impresif. Berdasarkan laporan keuangan kuartal ketiga 2025, perusahaan berhasil menjual 155.941 unit ritel atau melonjak 44% dibandingkan tahun sebelumnya.

Total pendapatan yang diraih mencapai US$ 5,65 miliar dengan laba bersih mencapai US$ 263 juta.

Pencapaian ini sangat kontras dengan kondisi tahun 2022, di mana kekayaan Ernie sempat merosot hingga 98% akibat anjloknya harga saham Carvana di tengah kekhawatiran kebangkrutan.

Namun, melalui restrukturisasi utang dan peningkatan efisiensi logistik, ia berhasil membuktikan bahwa model bisnis digital otomotif tetap memiliki prospek cerah di masa depan.

Hingga saat ini, Carvana terus berekspansi ke berbagai wilayah baru di Amerika Serikat dan meningkatkan kapasitas produksi tahunannya hingga melampaui 1,5 juta unit melalui integrasi lokasi ADESA.

Dengan visi yang tajam, Ernest Garcia III nampaknya masih akan terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri otomotif global.

Selanjutnya: Fondasi Ekonomi Diperkuat, Tekanan Fiskal dan Utang Masih Membayangi APBN 2026

Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×