kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.808   51,00   0,29%
  • IDX 6.134   -72,36   -1,17%
  • KOMPAS100 810   -10,40   -1,27%
  • LQ45 623   -8,46   -1,34%
  • ISSI 216   -1,86   -0,86%
  • IDX30 355   -5,22   -1,45%
  • IDXHIDIV20 440   -6,76   -1,51%
  • IDX80 94   -1,11   -1,17%
  • IDXV30 121   -1,92   -1,56%
  • IDXQ30 115   -1,83   -1,57%
SOSOK /

Profil Benedetto Vigna: Sosok di Balik Transformasi Ferrari ke Pasar Mobil Listrik


Selasa, 26 Mei 2026 / 10:33 WIB
Profil Benedetto Vigna: Sosok di Balik Transformasi Ferrari ke Pasar Mobil Listrik
ILUSTRASI. Pertumbuhan bisnis dan masa depan Ferrari di Indonesia (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Ferrari baru saja membuat keputusan paling berani dalam 78 tahun sejarahnya, yakni meluncurkan mobil listrik pertama mereka, Luce, di Roma pada Senin (26/5/2026).

Di balik langkah bersejarah ini ada sosok CEO Ferrari Benedetto Vigna, fisikawan berlatar semikonduktor yang sejak 2021 perlahan mengubah arah perusahaan legendaris Italia itu.

Bukan dari Dunia Otomotif

Vigna lahir pada 10 April 1969 di Potenza, Italia. Perjalanan kariernya jauh dari dunia otomotif. Mengutip laman resmi Ferrari, ia meraih gelar fisika dengan predikat cum laude dari Universitas Pisa, lalu bergabung dengan STMicroelectronics pada 1995. 

Di sanalah Vigna membuktikan diri. Ia mendirikan divisi MEMS perusahaan dan membangun dominasi pasar di bidang sensor gerak.

Salah satu karyanya adalah teknologi sensor gerak yang menjadi fitur utama Nintendo Wii. Total 26 tahun ia habiskan di sana sebelum akhirnya dipanggil Ferrari.

Saat dipanggil Ferrari, Vigna menjabat sebagai Presiden divisi Analog, MEMS, dan Sensors Group di STMicroelectronics. Ia juga telah mengajukan lebih dari 200 paten sepanjang kariernya.

Baca Juga: Pendiri 7-Eleven Jepang Toshifumi Suzuki Wafat, Simak Perjalanan Kariernya

Ditunjuk Ferarri untuk Modernisasi

Sebelum Vigna, kursi CEO Ferrari kosong setelah Louis Camilleri tiba-tiba mengundurkan diri. John Elkann selaku Chairman Ferrari sempat mengisi posisi itu untuk sementara.

Ferrari sepertinya mencari seseorang yang paham ke mana industri ini akan bergerak, dan jawabannya ada di dunia semikonduktor, baterai, serta perangkat lunak.

Vigna pun sebenarnya bukan orang asing bagi industri otomotif. Salah satu fokus terbesarnya di STMicroelectronics justru adalah mendorong ekspansi perusahaan ke segmen otomotif dan industri. 

Ia sudah lama memasok otak untuk mobil-mobil itu, jauh sebelum duduk di kursi CEO Ferrari.

"Pemahaman mendalamnya tentang teknologi yang mendorong perubahan di industri kita akan memperkuat Ferrari di era yang menarik ini," kata Elkann saat pengumuman kala itu, dikutip Reuters.

Baca Juga: Profil CEO ASML Christophe Fouquet, Veteran Semikonduktor di Tengah Krisis Chip AI

Seri Luce Jadi Permulaan

Nama Luce berarti "cahaya" dalam bahasa Italia. Mobil empat pintu bertenaga listrik penuh ini mampu menembus 310 km/jam dan dirancang bersama studio LoveFrom milik mantan desainer Apple Jony Ive. 

Harganya dibanderol mulai 500.000 euro atau sekitar Rp 9,5 miliar, dengan pengiriman perdana dijadwalkan mulai Oktober 2026.

Salah satu masalah yang dihadapi adalah hilangnya suara deru mesin pada mobil listrik. Vigna mengatasinya dengan sistem audio khusus yang memperkuat getaran powertrain listrik Luce, menghasilkan karakter suara baru yang tidak meniru mesin bensin tapi tetap terasa seperti Ferrari.

Luce juga diharapkan membuka pintu bagi generasi konsumen kaya yang lebih muda dan lebih terbuka terhadap kendaraan listrik. 

Tingginya harga BBM akibat konflik di Iran turut menambah daya tarik kendaraan listrik di kalangan pembeli premium. Vigna sendiri menyebut respons awal dari para klien sangat positif, dan pre-order sudah dibuka sejak Maret lalu.

Ferrari juga tidak meninggalkan akarnya. Target kendaraan listrik penuh dibatasi hanya 20 persen dari total lineup pada 2030, turun dari target awal 40 persen. Model hybrid dan bermesin bensin tetap akan diproduksi.

Baca Juga: Profil Jeff England, Eks Walmart yang Kini Pimpin Rantai Pasokan Target

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×