kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.765   8,00   0,05%
  • IDX 6.198   -8,34   -0,13%
  • KOMPAS100 818   -1,96   -0,24%
  • LQ45 629   -1,97   -0,31%
  • ISSI 219   0,71   0,32%
  • IDX30 359   -1,58   -0,44%
  • IDXHIDIV20 445   -1,51   -0,34%
  • IDX80 95   -0,22   -0,23%
  • IDXV30 123   -0,40   -0,32%
  • IDXQ30 116   -0,38   -0,33%
SOSOK /

Pendiri 7-Eleven Jepang Toshifumi Suzuki Wafat, Simak Perjalanan Kariernya


Selasa, 26 Mei 2026 / 08:11 WIB
Pendiri 7-Eleven Jepang Toshifumi Suzuki Wafat, Simak Perjalanan Kariernya
ILUSTRASI. SEVEN ELEVEN (KONTAN/Muradi)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Toshifumi Suzuki, pendiri 7-Eleven Jepang yang dikenal sebagai sosok penting di balik berkembangnya industri convenience store modern di Jepang, meninggal dunia pada usia 93 tahun.

Kabar wafatnya diumumkan oleh Seven & i Holdings pada Senin, 25 Mei 2026. Suzuki dilaporkan meninggal akibat gagal jantung pada 18 Mei lalu.

Suzuki selama ini dikenal sebagai “bapak convenience store Jepang” berkat perannya membangun jaringan 7-Eleven menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jepang.

Baca Juga: Profil CEO ASML Christophe Fouquet, Veteran Semikonduktor di Tengah Krisis Chip AI

Sosok Di Balik 7-Eleven Jepang

Toshifumi Suzuki lahir di Prefektur Nagano, Jepang, pada 1932. Sebelum masuk ke dunia ritel, ia bekerja di perusahaan distribusi buku setelah lulus kuliah ekonomi.

Mengutip Reuters, kariernya berubah ketika bergabung dengan perusahaan ritel Ito-Yokado pada 1963.

Suzuki mengambil langkah berani dengan menjalin kerja sama bersama Southland Corp, operator 7-Eleven asal Amerika Serikat.

Kerja sama tersebut melahirkan 7-Eleven Jepang pada 1973. Gerai pertamanya dibuka di Tokyo setahun kemudian.

Keputusan itu kemudian menjadi titik awal berkembangnya bisnis convenience store modern di Jepang.

Baca Juga: Profil Jeff England, Eks Walmart yang Kini Pimpin Rantai Pasokan Target

Strategi Toshifumi Suzuki Ubah Industri Ritel Jepang

Ia menjadi salah satu tokoh pertama di industri ritel Jepang yang memanfaatkan data penjualan untuk mengatur stok barang di tiap toko.

Sistem tersebut membantu toko menyediakan produk yang benar-benar dibutuhkan pelanggan di wilayah tertentu.

Suzuki juga memperkuat penjualan makanan siap saji, distribusi cepat, serta sistem pergantian stok yang efisien.

Berkat pendekatan itu, convenience store di Jepang berkembang bukan sekadar tempat membeli kebutuhan harian, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Pada awal 1990-an, perusahaan induk 7-Eleven di Amerika Serikat, Southland Corp, mengalami krisis besar dan mengajukan kebangkrutan akibat utang yang menumpuk.

Suzuki kemudian memimpin restrukturisasi bisnis dan membantu penyelamatan perusahaan tersebut. Bahkan, perusahaan Jepang akhirnya mengambil alih bisnis 7-Eleven di Amerika.

Langkah itu menjadi titik penting yang membuat jaringan 7-Eleven berkembang secara global.

Baca Juga: Profil James Murdoch, Sosok di Balik Akuisisi Vox dan New York Magazine

Dirikan Seven & i Holdings

Pada 2005, Suzuki mendirikan Seven & i Holdings sebagai perusahaan induk yang menaungi 7-Eleven Jepang dan berbagai bisnis ritel lainnya.

Di bawah kepemimpinannya, grup tersebut berkembang menjadi konglomerasi ritel besar dengan puluhan ribu toko di berbagai negara.

Laporan perusahaan menunjukkan jaringan Seven & i kini memiliki lebih dari 85.000 toko di dunia.

Suzuki mundur dari jabatan chairman pada 2016 setelah terjadi konflik internal terkait manajemen perusahaan.

Meski demikian, ia tetap dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri ritel Jepang.

Baca Juga: Trump Ajak CEO Citigroup Jane Fraser ke China, Sepenting Apa Sosoknya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×