Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Paus Leo melontarkan kritik tajam saat berkunjung ke Kamerun pada Rabu (15/4/2026).
Di hadapan Presiden Paul Biya yang telah berkuasa sejak 1982, Paus menyerukan pemerintah setempat untuk memberantas korupsi dan tidak tunduk pada kehendak orang kaya dan berkuasa.
Pesan ini disampaikan Paus Leo di tengah sorotan dunia atas ketegangan hubungan dirinya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: Paus Leo Akhirnya Serang Trump, Vatikan Ambil Sikap Tegas
Seruan Akhiri Konflik dan Korupsi
Dalam pidato yang dinilai sangat lugas untuk ukuran kunjungan kepausan, Paus Leo XIV menegaskan bahwa korupsi telah mendistorsi otoritas dan menghilangkan kredibilitas pemerintah.
"Waktunya untuk memeriksa hati nurani kita dan mengambil langkah berani ke depan. Demi perdamaian dan keadilan, rantai korupsi harus diputus," tegas Paus, seperti dikutip Reuters.
Selain isu korupsi, Paus juga menyoroti konflik separatis di wilayah berbahasa Inggris di Kamerun yang telah merenggut ribuan nyawa.
"Cukup dengan perang, dengan segala rasa sakit yang ditimbulkannya melalui kematian, kehancuran, dan pengasingan!," lanjutnya.
Menyinggung kepemimpinan Presiden Paul Biya yang telah berkuasa lebih dari empat dekade, Paus Leo mengingatkan bahwa memerintah berarti benar-benar mendengarkan warga.
"Keamanan adalah prioritas, namun harus selalu dijalankan dengan menghormati hak asasi manusia. Perdamaian otentik muncul ketika hukum berfungsi sebagai pelindung dari kehendak orang kaya dan berkuasa," ujar Paus.
Baca Juga: Paus Leo Tak Gentar, Tetap Kampanye Anti-Perang dan Lawan Donald Trump
Tanggapan atas Kritik Trump
Kunjungan Paus ke Afrika ini terjadi di tengah memanasnya retorika dengan Presiden AS, Donald Trump.
Trump dilaporkan kembali melayangkan kritik terhadap Paus Leo untuk kedua kalinya dalam pekan ini.
Meski demikian, Paus Leo enggan menanggapi komentar Trump secara langsung dalam pidatonya.
Ia memilih fokus pada pentingnya dialog antar komunitas dan rasa hormat terhadap seluruh umat manusia di dunia.
Baca Juga: Paus Leo XIV: Solusi Dua Negara Kunci Damai Israel-Palestina
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













