kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%
SOSOK /

Anthony Tan: Kisah CEO Grab yang Mengubah Wajah Transportasi Asia Tenggara


Sabtu, 30 Agustus 2025 / 07:00 WIB
Anthony Tan: Kisah CEO Grab yang Mengubah Wajah Transportasi Asia Tenggara
ILUSTRASI. Anthony Tan, Grab's CEO and Co-Founder speaks during a summit panel discussion on Harnessing the Power of Innovation for Future Economic Growth during the the B20 Summit, ahead of the G20 leaders’ summit, in Nusa Dua, Bali, Indonesia, November 14, 2022. REUTERS/Willy Kurniawan

Sumber: Bloomberg | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil Anthony Tan, pendiri dan CEO Grab. Anthony Tan adalah sosok pengusaha visioner asal Malaysia yang berhasil mengubah wajah transportasi dan layanan digital di Asia Tenggara melalui Grab.

Dengan latar belakang keluarga pebisnis otomotif, ia memilih meninggalkan zona nyaman untuk membangun startup yang berorientasi pada solusi sosial.

Dari ide sederhana memesan taksi lewat aplikasi, ia berhasil mengembangkan Grab menjadi “super-app” yang mencakup transportasi, pembayaran digital, pengiriman makanan, hingga layanan finansial.

Kepemimpinannya menjadikan Grab sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di kawasan dengan dampak nyata bagi jutaan pengguna dan mitra.

Lalu, seperti apa profil dari Anthony Tan? Simak informasi mengenai Pendiri Grab berikut ini.

Baca Juga: Lima Startup Lokal Lolos Grab Ventures Velocity Batch 8, Ini Daftarnya

Profil Singkat

  • Nama: Anthony Tan (陈炳耀)
  • Lahir: 1982, Kuala Lumpur, Malaysia
  • Kewarganegaraan: Singapura (sejak 2016)

Pendidikan:

  • S1 Ekonomi & Kebijakan Publik — University of Chicago
  • MBA — Harvard Business School (HBS)

Baca Juga: Cara Cek Tarif Grab di Aplikasi dan Google Maps untuk Pemula

Jejak Karier Sebelum Grab

Melansir dari laman Bloomberg, Anthony Tan memulai kariernya di Tan Chong Group, perusahaan mobil keluarganya, dengan posisi di bidang rantai pasokan (supply chain) dan pemasaran.

Namun, ia memilih keluar dari perusahaan keluarga untuk menekuni jalur startup yang lebih berfokus pada dampak sosial.

Awal Mendirikan Grab

Saat menempuh studi MBA di Harvard Business School pada 2011, Anthony Tan bersama Tan Hooi Ling menggagas ide layanan pemesanan taksi berbasis aplikasi, terinspirasi dari buruknya layanan taksi di Malaysia.

Ide ini meraih runner-up di ajang HBS New Venture Competition dan mendapatkan pendanaan awal sebesar US$25.000. Dari situ lahirlah MyTeksi pada Juni 2012 di Kuala Lumpur.

Baca Juga: Pendapatan Grab Lampaui Ekspektasi, Pasar Indonesia Jadi Andalan

Transformasi MyTeksi menjadi Grab

Seiring berkembangnya pasar, MyTeksi berubah menjadi GrabTaxi dan memperluas layanan ke Filipina (2013), Singapura & Thailand (2013), serta Indonesia & Vietnam (2014).

Pada 2016, kantor pusat pindah ke Singapura dan nama resmi berubah menjadi Grab. Layanannya meluas ke ojek online, pembayaran digital (GrabPay), pengiriman makanan (GrabFood), hingga transportasi berbasis ride-hailing. Pada 2018, Grab juga mengakuisisi aset Uber di Asia Tenggara.

Grab menjadi unicorn Asia Tenggara pertama pada 2015 dan melantai di Nasdaq melalui IPO senilai sekitar US$40 miliar lewat skema SPAC pada Desember 2021.

Baca Juga: Panduan Cara Daftar Mitra GrabCar Driver Online, Syarat, dan Ketentuan Tahun 2025

Inovasi & Kepemimpinan Anthony Tan Saat Ini

Di bawah kepemimpinannya, Grab tumbuh menjadi “super-app” Asia Tenggara, yang mengintegrasikan transportasi, layanan keuangan digital, pengiriman kebutuhan harian, serta dukungan bagi jutaan UMKM dan mitra driver.

Selama pandemi COVID-19, Anthony Tan memotong gaji eksekutif dan meluncurkan program bantuan langsung untuk mitra, salah satunya lewat inisiatif GrabForGood.

Pada 2025, ia mendorong inisiatif besar di bidang kecerdasan buatan (AI), menghasilkan fitur seperti co-pilot untuk mitra pengemudi dan asisten AI bagi merchant, memperkuat posisi Grab sebagai pemimpin teknologi layanan berbasis aplikasi di kawasan.

Baca Juga: Beasiswa Grab Scholar 2025 untuk Jenjang SD hingga Kuliah, Ini Syarat Daftarnya

Perkiraan Kekayaan Anthony Tan Saat Ini

Data terbaru pada 17 April 2025 dari Gemway menyebut nilai kekayaannya telah menembus US $1 miliar atau sekitar (Rp16,3 triliun). 

Tentunya, besaran ini seiring pertumbuhan Grab sebagai super-app dan perusahaan publik di Nasdaq.

Demikian informasi terkait profil Anthony Tan seorang pendiri dan CEO Grab.

Tonton: Dua Rutan Milik KPK Penuh, Tahanan Ditempatkan di Ruang Isolasi

Selanjutnya: Harga Minyak Jelantah Turun?

Menarik Dibaca: Intip Cara Membuat Rencana Pengeluaran biar Keuangan Lebih Terkendali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

×