kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   6.000   0,20%
  • USD/IDR 16.787   4,00   0,02%
  • IDX 8.209   -25,93   -0,31%
  • KOMPAS100 1.154   -3,41   -0,29%
  • LQ45 832   -5,44   -0,65%
  • ISSI 292   -0,39   -0,13%
  • IDX30 440   -3,54   -0,80%
  • IDXHIDIV20 528   -5,60   -1,05%
  • IDX80 129   -0,63   -0,49%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,86%
  • IDXQ30 142   -1,41   -0,99%
SOSOK /

Melania Trump Pimpin Sidang DK PBB: Angkat Isu Anak Hingga Perdamaian


Jumat, 27 Februari 2026 / 10:01 WIB
Melania Trump Pimpin Sidang DK PBB: Angkat Isu Anak Hingga Perdamaian

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Gedung Putih mengumumkan bahwa Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, akan memimpin sebuah pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Senin, 2 Maret 2026 mendatang.

Agenda tersebut digelar bertepatan dengan giliran Amerika Serikat yang memegang presidensi bergilir bulanan di Dewan Keamanan.

Juru bicara PBB menyebutkan, ini merupakan kali pertama pasangan dari pemimpin negara yang sedang menjabat memimpin rapat Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara tersebut.

Baca Juga: Bill Gates Mengakui Hubungan dengan Jeffrey Epstein, Bantah Keterlibatan Ilegal

Angkat Topik Anak, Teknologi, dan Pendidikan di Wilayah Konflik

Dalam pernyataan resminya pada Rabu, kantor Melania Trump menyebutkan bahwa ia akan menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana membangun toleransi dan mendorong perdamaian dunia.

Mengutip Reuters, rapat DK PBB tersebut akan mengusung tema “Children, Technology, and Education in Conflict” atau “Anak, Teknologi, dan Pendidikan dalam Konflik”.

Isu ini dinilai relevan di tengah meningkatnya dampak konflik bersenjata terhadap anak-anak, termasuk gangguan akses pendidikan serta paparan terhadap teknologi yang tak terkontrol di wilayah perang.

Melania selama ini dikenal aktif menyuarakan isu-isu yang berkaitan dengan anak, termasuk kampanye kesejahteraan dan perlindungan anak saat mendampingi Presiden.

Pada 2025, ia juga sempat menjadi sorotan setelah mengirim surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, meminta pemulangan anak-anak Ukraina yang dibawa ke Rusia selama perang berlangsung.

Langkah tersebut dilaporkan Reuters sebagai bagian dari kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan lintas negara.

Baca Juga: Direktur FBI Kash Patel: Telepon Saya Disita Diam-Diam di Era Biden

Meramaikan Dinamika Hubungan AS dan PBB

Ketika ditanya apakah kehadiran Melania Trump menjadi sinyal positif bagi hubungan Amerika Serikat dan PBB, juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa hal tersebut menunjukkan “pentingnya Dewan Keamanan dan topik yang dibahas” bagi Amerika Serikat.

Pernyataan ini muncul di tengah hubungan yang dinilai fluktuatif antara Washington dan markas besar PBB di New York.

Presiden AS, Donald Trump, sejak periode pertamanya di Gedung Putih kerap mengkritik efektivitas PBB dan menyerukan reformasi besar-besaran terhadap organisasi yang beranggotakan 193 negara tersebut.

Secara historis, Amerika Serikat merupakan kontributor terbesar bagi anggaran PBB.

Namun, Namun di bawah kepemimpinan Trump, pemerintah AS menolak membayar sejumlah kewajiban wajib untuk anggaran reguler dan misi penjaga perdamaian. AS juga memangkas pendanaan sukarela bagi berbagai badan PBB.

PBB pekan lalu menyatakan telah menerima sekitar US$160 juta pada bulan ini dari total lebih dari US$4 miliar tunggakan iuran Amerika Serikat.

Jumlah tunggakan tersebut disebut meningkat signifikan selama masa kepresidenan Trump.

Baca Juga: Mengenal Rob Jetten: PM Termuda Belanda dan Ambisi Perkuat Militer NATO

Peran Global Melania Trump

Kehadiran Melania Trump sebagai pimpinan rapat DK PBB dinilai menjadi simbol penting, baik dari sisi diplomasi publik maupun posisi AS terhadap isu perlindungan anak dan pendidikan di kawasan konflik.

Selain kiprahnya dalam isu anak, Melania juga sempat menjadi subjek sekaligus produser eksekutif sebuah film dokumenter beranggaran besar yang dirilis pada Januari lalu, menyoroti perjalanan hidup dan perannya sebagai Ibu Negara.

Langkah Melania Trump memimpin sidang Dewan Keamanan PBB dianggap bisa menjadi momentum bagi Amerika Serikat untuk menunjukkan komitmennya terhadap isu pendidikan, teknologi, dan masa depan anak-anak di wilayah konflik.

Baca Juga: Profil Peter Mandelson, Eks Dubes Inggris untuk AS yang Tersandung Kasus Epstein

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×