Sumber: New Scientist | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Perkembangan teknologi material maju kini menjadi sorotan dunia investasi dan industri global. Omar M. Yaghi, profesor kimia dari University of California, Berkeley sekaligus pemenang Nobel Kimia 2025, memproyeksikan bahwa era baru peradaban manusia akan didefinisikan oleh material temuannya yang disebut Metal-Organic Frameworks (MOF).
Jika sejarah mencatat Zaman Batu, Zaman Perunggu, hingga era silikon yang mendukung komputasi modern, Yaghi meyakini MOF adalah material masa depan.
Material ini memiliki struktur kristal dengan porositas luar biasa tinggi yang mampu menyerap molekul tertentu dalam jumlah besar.
Baca Juga: Masayoshi Son Batalkan Rencana Akuisisi Switch Senilai US$50 Miliar
Efisiensi Struktur dan Luas Permukaan
Salah satu terobosan besar terjadi pada tahun 1999 ketika Yaghi dan timnya mensintesis MOF-5 berbasis seng.
Melansir New Scientist, material ini memiliki pori-pori yang sangat padat sehingga hanya dengan beberapa gram saja, luas permukaan internalnya setara dengan satu lapangan sepak bola.
Kapasitas penyimpanan yang masif di dalam volume yang sangat kecil ini menjadikan MOF sebagai "spons super" di tingkat molekuler.
Karakteristik unik ini membuka peluang komersialisasi di berbagai sektor strategis, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya.
Solusi Kelangkaan Air dan Emisi Karbon
Pemanfaatan MOF dalam dunia industri diprediksi akan mengubah peta ekonomi hijau. Karena kemampuannya menarik molekul ke dalam pori-pori, material ini sangat efektif untuk memanen air dari udara gurun yang kering, sebuah solusi bagi wilayah yang mengalami krisis air bersih.
Selain itu, menurut penuturan Omar Yaghi, disiplin ilmu kimia retikular ini juga menjadi kunci dalam upaya dekarbonisasi global.
MOF dapat digunakan untuk menyerap karbon dioksida langsung dari atmosfer dengan tingkat efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional saat ini.
Tonton: Siap Perang Lawan AS, Iran Persiapkan 1.000 Drone
Prospek Industri Kimia Retikular
Optimisme Yaghi didasari pada fleksibilitas modifikasi material ini. Para ilmuwan dapat menyesuaikan struktur MOF maupun kerabatnya, Covalent Organic Frameworks (COF), untuk menangkap gas tertentu sesuai kebutuhan industri.
Dikutip dari laporan New Scientist, Yaghi menegaskan bahwa fajar bagi era material ini baru saja dimulai.
Bagi pelaku pasar dan investor di sektor teknologi hijau, perkembangan kimia retikular ini menawarkan potensi disruptif dalam pengelolaan emisi dan penyediaan air bersih secara berkelanjutan di masa depan.
Selanjutnya: Daftar HP Xiaomi Memori 256GB Termurah di 2026, Harga Rp 1-2 Jutaan
Menarik Dibaca: Promo Cokelat Valentine di Hypermart sampai 5 Februari 2026, Ada Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













