kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%
SOSOK /

Ilmuwan Omar Yaghi: Material MOF Bakal Mendefinisikan Ekonomi Abad ke-21


Jumat, 30 Januari 2026 / 15:16 WIB
Ilmuwan Omar Yaghi: Material MOF Bakal Mendefinisikan Ekonomi Abad ke-21
ILUSTRASI. Ilmuwan Omar Yaghi: Material MOF Bakal Mendefinisikan Ekonomi Abad ke-21. (Dok. Reuters/Reuters)

Sumber: New Scientist | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Perkembangan teknologi material maju kini menjadi sorotan dunia investasi dan industri global. Omar M. Yaghi, profesor kimia dari University of California, Berkeley sekaligus pemenang Nobel Kimia 2025, memproyeksikan bahwa era baru peradaban manusia akan didefinisikan oleh material temuannya yang disebut Metal-Organic Frameworks (MOF).

Jika sejarah mencatat Zaman Batu, Zaman Perunggu, hingga era silikon yang mendukung komputasi modern, Yaghi meyakini MOF adalah material masa depan.

Material ini memiliki struktur kristal dengan porositas luar biasa tinggi yang mampu menyerap molekul tertentu dalam jumlah besar.

Baca Juga: Masayoshi Son Batalkan Rencana Akuisisi Switch Senilai US$50 Miliar

Efisiensi Struktur dan Luas Permukaan

Salah satu terobosan besar terjadi pada tahun 1999 ketika Yaghi dan timnya mensintesis MOF-5 berbasis seng.

Melansir New Scientist, material ini memiliki pori-pori yang sangat padat sehingga hanya dengan beberapa gram saja, luas permukaan internalnya setara dengan satu lapangan sepak bola.

Kapasitas penyimpanan yang masif di dalam volume yang sangat kecil ini menjadikan MOF sebagai "spons super" di tingkat molekuler.

Karakteristik unik ini membuka peluang komersialisasi di berbagai sektor strategis, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya.

Solusi Kelangkaan Air dan Emisi Karbon

Pemanfaatan MOF dalam dunia industri diprediksi akan mengubah peta ekonomi hijau. Karena kemampuannya menarik molekul ke dalam pori-pori, material ini sangat efektif untuk memanen air dari udara gurun yang kering, sebuah solusi bagi wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Selain itu, menurut penuturan Omar Yaghi, disiplin ilmu kimia retikular ini juga menjadi kunci dalam upaya dekarbonisasi global.

MOF dapat digunakan untuk menyerap karbon dioksida langsung dari atmosfer dengan tingkat efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional saat ini.

Tonton: Siap Perang Lawan AS, Iran Persiapkan 1.000 Drone

Prospek Industri Kimia Retikular

Optimisme Yaghi didasari pada fleksibilitas modifikasi material ini. Para ilmuwan dapat menyesuaikan struktur MOF maupun kerabatnya, Covalent Organic Frameworks (COF), untuk menangkap gas tertentu sesuai kebutuhan industri.

Dikutip dari laporan New Scientist, Yaghi menegaskan bahwa fajar bagi era material ini baru saja dimulai.

Bagi pelaku pasar dan investor di sektor teknologi hijau, perkembangan kimia retikular ini menawarkan potensi disruptif dalam pengelolaan emisi dan penyediaan air bersih secara berkelanjutan di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×