kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.820   21,00   0,13%
  • IDX 8.938   -7,28   -0,08%
  • KOMPAS100 1.234   1,67   0,14%
  • LQ45 872   0,40   0,05%
  • ISSI 323   -0,29   -0,09%
  • IDX30 442   -1,34   -0,30%
  • IDXHIDIV20 521   0,13   0,03%
  • IDX80 137   0,10   0,08%
  • IDXV30 144   0,00   0,00%
  • IDXQ30 142   -0,59   -0,41%
SOSOK /

Hindari Kerugian Besar ala Munger untuk Kaya Jangka Panjang


Minggu, 04 Januari 2026 / 13:15 WIB
Hindari Kerugian Besar ala Munger untuk Kaya Jangka Panjang
ILUSTRASI. Hindari Kerugian Besar ala Munger untuk Kaya Jangka Panjang. (Scott Morgan/REUTERS)

Sumber: Investopedia | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Bagi mendiang Charlie Munger, mantan Wakil Ketua Berkshire Hathaway sekaligus tangan kanan Warren Buffett, kunci utama kekayaan bukanlah mengejar kecemerlangan, melainkan konsistensi dalam menghindari kebodohan.

Prinsip ini cukup bertentangan dengan banyaknya investor yang sering kali terobsesi dengan pencarian saham "multibagger" atau aset yang mampu memberikan imbal hasil berlipat ganda dalam waktu singkat.

Filosofi Munger yang menekankan pada perlindungan modal telah menjadi fondasi kesuksesan Berkshire Hathaway selama puluhan tahun.

Baca Juga: Prediksi AI Generatif 2026: Dari Pembuat Konten Jadi Tulang Punggung Bisnis

Di tengah volatilitas pasar global dan dinamika ekonomi saat ini, prinsip-prinsip Munger kembali relevan bagi investor yang ingin membangun portofolio tangguh serta berkelanjutan.

Fokus Menghindari Kerugian Katastrofik

Prinsip dasar yang selalu dipegang oleh Munger adalah menjaga margin keamanan atau margin of safety.

Munger lebih memilih untuk fokus pada penghindaran kerugian besar daripada sekadar mengejar keuntungan setinggi langit. Hal ini didasari oleh logika matematika yang sederhana namun sering kali diabaikan oleh para pelaku pasar.

Jika sebuah portofolio mengalami penurunan sebesar 50%, maka dibutuhkan kenaikan sebesar 100% hanya untuk kembali ke titik impas (break-even).

Apabila kerugian mencapai 75%, maka investor memerlukan pertumbuhan sebesar 300% untuk memulihkan modal awalnya. Oleh karena itu, satu kesalahan fatal akibat spekulasi berlebihan dapat menghapus akumulasi keuntungan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Mengutip pernyataan Munger yang dilansir dari Investopedia, menghindari kebodohan secara konsisten jauh lebih baik daripada mencoba menjadi sangat cerdas namun hanya sesekali.

Dengan menjaga agar modal tidak tergerus secara permanen, efek bunga berbunga atau compounding interest dapat bekerja secara maksimal dalam jangka panjang.

Menggunakan Prinsip Inversi dalam Pengambilan Keputusan

Salah satu kontribusi pemikiran terbesar Munger dalam dunia investasi adalah model mental yang disebut sebagai "inversi".

Strategi ini membalikkan cara pandang konvensional dalam menganalisis sebuah peluang bisnis atau investasi.

"Alih-alih mencari kesuksesan, buatlah daftar bagaimana cara untuk gagal," ujar Munger seperti dikutip dari Investopedia.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya Dunia Pecahkan Rekor di Akhir 2025, Elon Musk Tetap Nomor 1

Dalam konteks pasar modal, hal ini berarti investor harus secara aktif mengidentifikasi risiko, tanda bahaya (red flags), dan skenario terburuk yang bisa menimpa sebuah perusahaan sebelum memutuskan untuk menempatkan dana.

Model mental ini sangat krusial karena psikologi manusia cenderung menyukai narasi sukses dan sering kali terjebak dalam euforia pasar.

Dengan melakukan inversi, investor dipaksa untuk tetap objektif dan tidak mudah tergiur oleh tren sesaat yang tidak didukung oleh fundamental yang kuat.

Disiplin Berinvestasi pada Sektor yang Dipahami

Munger selalu menyarankan investor untuk tetap berada di dalam "lingkaran kompetensi" mereka.

Artinya, investor perlu menghindari berinvestasi pada proyek, perusahaan, atau instrumen aset yang model bisnisnya tidak dipahami secara mendalam oleh investor tersebut.

Menurut Munger, kesadaran untuk mengakui batas pengetahuan diri sendiri adalah sebuah aset yang sangat berharga.

Ketika seseorang dengan uang bertemu dengan seseorang dengan pengalaman, maka orang dengan pengalaman tersebut sering kali berakhir mendapatkan uangnya, sementara orang dengan uang hanya akan pulang membawa pengalaman pahit.

Sebagai contoh nyata, disiplin ini terlihat saat gelembung dotcom tahun 1990-an dan krisis finansial 2008. Saat banyak pihak mengejar keuntungan dari perusahaan teknologi yang belum teruji atau instrumen utang yang kompleks,

Munger dan Buffett memilih untuk menepi karena tidak memahami valuasi aset-aset tersebut secara pasti. Hasilnya, Berkshire Hathaway mampu melewati krisis dengan kondisi keuangan yang jauh lebih sehat dibandingkan perusahaan investasi lainnya.

Langkah Menerapkan Strategi Munger

Untuk mengimplementasikan filosofi Munger dalam strategi investasi pribadi, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan secara konsisten:

  • Prioritaskan Likuiditas dan Margin Keamanan: Pastikan memiliki cadangan dana yang cukup untuk menghadapi fluktuasi pasar tanpa harus menjual aset dalam kondisi rugi (forced sell).
  • Investasi pada Bisnis yang Jelas: Jika Anda tidak dapat menjelaskan cara perusahaan menghasilkan laba dengan bahasa yang sederhana, sebaiknya hindari aset tersebut.
  • Berpikir dalam Cakrawala Dekade: Fokus pada pertumbuhan jangka panjang dan manfaatkan koreksi pasar untuk mengakumulasi posisi pada saham berkualitas yang sedang dihargai murah.
  • Disiplin Menghadapi Hype: Tetap berpegang pada rencana investasi meskipun pasar sedang dipenuhi oleh euforia teknologi baru atau aset kripto yang harganya sudah melampaui nilai intrinsik.

Tonton: Penjualan 2025 Tak Capai 800.000 Unit, Kemenperin & Gaikindo Dorong Insentif Otomotif

Sebagai gambaran mengenai pentingnya menjaga modal, jika seorang investor memiliki dana sebesar US$ 10.000 atau setara Rp 167.000.000 (dengan asumsi kurs Rp 16.700 per US$), menjaga modal tersebut agar tidak hilang 50% jauh lebih krusial daripada mencoba mengubahnya menjadi US$ 20.000 (Rp 334.000.000) melalui skema spekulasi yang berisiko tinggi.

Pada akhirnya, kesuksesan investasi ala Charlie Munger bukanlah tentang seberapa sering Anda benar, melainkan seberapa konsisten Anda mampu menghindari kesalahan fatal yang dapat melumpuhkan kondisi finansial Anda secara permanen. Kesabaran dan disiplin tetap menjadi mata uang utama di pasar modal.

Selanjutnya: YLBHI: KUHP Baru Mundurkan Demokrasi

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×