kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%
SOSOK /

10 Orang Terkaya Dunia Pecahkan Rekor di Akhir 2025, Elon Musk Tetap Nomor 1


Sabtu, 03 Januari 2026 / 06:50 WIB
10 Orang Terkaya Dunia Pecahkan Rekor di Akhir 2025, Elon Musk Tetap Nomor 1
ILUSTRASI. 10 Orang Terkaya Dunia Pecahkan Rekor di Akhir 2025, Elon Musk Tetap Nomor 1 (Dok. Reuters/Reuters)

Sumber: Business Insider | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Total jumlah kekayaan 10 orang terkaya di dunia mencatatkan rekor baru pada akhir tahun 2025. Mengawali tahun 2026, gabungan kekayaan bersih kelompok orang terkaya ini telah melampaui kapitalisasi pasar Amazon, salah satu raksasa ritel dan teknologi terbesar di dunia.

Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan masif sektor kecerdasan buatan (AI) yang mengerek valuasi perusahaan teknologi global. 

Melansir data Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan 10 individu terkaya tersebut meningkat sebesar US$ 579 miliar atau sekitar Rp 9.669 triliun (kurs Rp 16.700/US$) sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Profil Oliver Bierhoff: Dari Legenda Sepak Bola Jerman ke Eksekutif DFB

Kini, gabungan kekayaan bersih mereka menembus angka US$ 2,5 triliun. Sebagai perbandingan, nilai tersebut berada di atas kapitalisasi pasar Amazon yang memiliki lebih dari 1,5 juta karyawan dan penjualan tahunan melampaui US$ 600 miliar.

Dominasi Elon Musk dan Efek Sektor AI

Elon Musk kembali mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di planet ini. Berdasarkan laporan Business Insider, kekayaan Musk melonjak US$ 187 miliar (Rp 3.123 triliun) sepanjang tahun 2025, membawa total kekayaan bersihnya ke angka US$ 619 miliar (Rp 10.338 triliun).

Kenaikan signifikan harta Musk bersumber dari apresiasi nilai saham Tesla yang naik 11% sepanjang tahun lalu, serta lonjakan valuasi SpaceX. Perusahaan dirgantara swasta tersebut mencatatkan kenaikan nilai dari US$ 350 miliar menjadi US$ 800 miliar.

Selain Musk, duo pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, tercatat sebagai peraih keuntungan terbesar berikutnya. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah daftar perolehan kekayaan pendorong utama di daftar tersebut:

  • Larry Page: Menambah kekayaan US$ 101 miliar (Rp 1.686 triliun), kini memiliki total US$ 269 miliar.
  • Sergey Brin: Menambah kekayaan US$ 92 miliar (Rp 1.536 triliun), dengan total kekayaan US$ 250 miliar.
  • Jensen Huang (CEO Nvidia): Meraup tambahan US$ 40 miliar (Rp 668 triliun) seiring dominasi chip AI di pasar global.

Melansir Business Insider, lonjakan harta Page dan Brin dipicu oleh kenaikan harga saham induk Google sebesar 65% pada tahun 2025.

Hal ini mencerminkan antusiasme investor terhadap pengembangan teknologi kecerdasan buatan yang dilakukan raksasa mesin pencari tersebut.

Baca Juga: Pensiun 2025: Intip Rahasia Warren Buffett Sukses dari Lingkungan Berkualitas

Pergeseran Peringkat dan Penurunan Bill Gates

Meskipun mayoritas miliarder mengalami lonjakan harta, terjadi pergeseran posisi yang cukup signifikan dalam daftar 10 besar.

Larry Ellison, pendiri Oracle, sempat mencuri perhatian pada September 2025 ketika kekayaannya melonjak akibat ramalan pertumbuhan perusahaan yang agresif. Namun, seiring koreksi ekspektasi investor pada kuartal terakhir, ia harus turun ke posisi kelima.

Kondisi berbeda dialami oleh Bill Gates. Dikutip dari Bloomberg Billionaires Index, Gates mencatatkan penurunan kekayaan terbesar dan terlempar dari posisi ke-7 ke peringkat 16.

Penurunan ini disebabkan oleh perhitungan ulang kekayaan bersihnya setelah Gates merilis rincian terbaru mengenai komitmen donasi amal yang ia berikan melalui yayasannya.

Di sisi lain, Jeff Bezos harus rela turun ke peringkat ketiga meskipun kekayaannya naik US$ 15 miliar. Posisi kedua kini ditempati oleh Larry Page yang berhasil melampaui pendiri Amazon tersebut.

Sementara itu, Warren Buffett tetap bertahan di posisi ke-10 dengan kenaikan moderat sebesar US$ 9 miliar di tahun terakhirnya menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway.

Klub Centibillionaire dan Risiko Spekulasi

Sepanjang tahun 2025, jumlah individu dengan kekayaan di atas US$ 100 miliar atau "centibillionaire" bertahan sebanyak 18 orang.

Secara kolektif, kelompok ini tumbuh US$ 708 miliar lebih kaya, angka yang melampaui kapitalisasi pasar Visa sebesar US$ 677 miliar.

Total kekayaan 18 orang ini mencapai hampir US$ 3,6 triliun, yang berarti nilai mereka setara dengan valuasi pasar Microsoft secara keseluruhan. Berikut adalah komposisi grup centibillionaire per awal Januari 2026:

  • Konsentrasi Kekayaan: Elon Musk menyumbang 17% dari total kekayaan grup ini dan 26% dari total kenaikan sepanjang tahun.
  • Koneksi Teknologi: Sebagian besar pertumbuhan kekayaan berasal dari kepemilikan saham di perusahaan AI yang mengamankan kontrak besar dan prakiraan pertumbuhan tinggi.

Tonton: MKMK Beri Surat Peringatan untuk Anwar Usman karena Banyak Absen Sidang

Meskipun demikian, para pengamat pasar mulai terbagi pandangan mengenai keberlanjutan tren ini.

Beberapa pakar seperti Ross Gerber dan Kevin O'Leary menilai AI sebagai revolusi teknologi yang nyata. Namun, ekonom seperti Gary Shilling dan strategiwan Paul Dietrich memperingatkan bahwa euforia saat ini memicu spekulasi yang berbahaya dan berpotensi membentuk gelembung ekonomi (bubble).

Bagi investor di Indonesia, pergerakan kekayaan para miliarder dunia ini menjadi indikator penting mengenai arah arus modal global, terutama pada sektor teknologi yang terus mendominasi pasar modal internasional hingga memasuki awal tahun 2026.

Selanjutnya: Trump Siap Bantu Demonstran Iran, Teheran Beri Ultimatum AS

Menarik Dibaca: Fenomena Flamingo Era: Saat Bunda Kehilangan Jati Diri demi Keluarga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

×