kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.986   69,00   0,41%
  • IDX 9.124   48,47   0,53%
  • KOMPAS100 1.261   5,38   0,43%
  • LQ45 892   2,62   0,29%
  • ISSI 334   3,47   1,05%
  • IDX30 454   1,97   0,44%
  • IDXHIDIV20 537   3,89   0,73%
  • IDX80 140   0,56   0,40%
  • IDXV30 149   1,57   1,07%
  • IDXQ30 146   0,59   0,41%
SOSOK /

CEO Netflix Buka Suara soal Gugatan Paramount, Ini Penjelasan Ted Sarandos


Senin, 19 Januari 2026 / 13:47 WIB
CEO Netflix Buka Suara soal Gugatan Paramount, Ini Penjelasan Ted Sarandos
ILUSTRASI. CEO Netflix, Ted Sarandos (Dok./REUTERS)

Sumber: Screen Rant,The New York Times,Business Insider | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO Netflix, Ted Sarandos, untuk pertama kalinya memberikan penjelasan terbuka setelah Paramount mengajukan gugatan hukum yang menuntut keterbukaan penuh atas kesepakatan raksasa antara Netflix dan Warner Bros. Discovery (WBD).

Dalam wawancara eksklusif bersama The New York Times, Sarandos menanggapi kekhawatiran luas di Hollywood, mulai dari dampak merger senilai US$83 miliar tersebut hingga masa depan film layar lebar dan ekosistem bioskop global.

Baca Juga: Profil Evan Spiegel: Pendiri Snapchat, Sukses Mengubah Tren Media Sosial

Akuisisi Warner Bros dan Gugatan Paramount

Langkah Netflix mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) memicu reaksi keras dari sejumlah perusahaan hiburan besar, termasuk Paramount.

Paramount, yang sebelumnya telah delapan kali mengajukan penawaran untuk membeli WBD namun selalu ditolak, kini melayangkan gugatan hukum.

Melalui CEO dan Chairman-nya, David Ellison, Paramount menuding kesepakatan Netflix dan WBD bersifat tidak sah dan meminta agar seluruh detail perjanjian, termasuk nilai transaksi, dibuka ke publik.

Ellison bahkan aktif melobi tokoh-tokoh berpengaruh di Eropa untuk mencoba menghambat proses merger tersebut.

Baca Juga: Steven Spielberg: Perjalanan Karier hingga Jadi Sutradara Terkaya di Dunia

CEO Netflix Angkat Bicara

Menanggapi gelombang kritik itu, Sarandos menyebut bahwa reaksi keras tersebut lebih didorong oleh emosi dan ketidakjelasan komunikasi awal, terutama terkait komitmen Netflix terhadap perilisan film di bioskop.

“Saya pikir itu banyak suara yang keras, tetapi bukan berarti jumlahnya banyak. Banyak pihak yang memang, secara wajar, mempertanyakan niat kami terhadap bisnis bioskop karena sebelumnya kami belum menyampaikan apa pun," kata Sarandos, dikutip Screen Rant.

Menurutnya, langkah tersebut justru akan membawa dampak positif bagi Hollywood dan ekosistem industri hiburan secara keseluruhan.

“Ketika kami membeli studio ini, kami akan merilis lebih banyak film secara bersama-sama dibandingkan saat kami masih berjalan sendiri-sendiri. Proyeksi kami adalah meningkatkan belanja konten perusahaan gabungan dalam beberapa tahun ke depan," lanjutnya.

Baca Juga: Kisah Sutradara Kiwi Chow Melawan Kebebasan Film Hong Kong

Netflix Tegaskan Komitmen 45 Hari di Bioskop

Isu paling penting dalam rencana akuisisi ini adalah kekhawatiran bahwa model streaming Netflix akan menggerus bisnis bioskop.

Warner Bros. Discovery selama ini dikenal sebagai salah satu distributor film layar lebar terbesar di dunia dengan pendapatan box office bernilai miliaran dolar.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Sarandos memberikan komitmen tegas bahwa film-film Warner Bros. akan tetap tayang di bioskop dengan jendela eksklusif selama 45 hari.

"Ketika kesepakatan ini selesai, kami akan memiliki mesin distribusi bioskop yang luar biasa dan menghasilkan pendapatan miliaran dolar dari box office, sesuatu yang jelas tidak ingin kami pertaruhkan," ungkapnya.

Sarandos menegaskan bahwa Netflix tidak berniat setengah hati memasuki bisnis bioskop. Jika telah masuk, Netflix ingin bersaing secara serius.

Baca Juga: James Cameron Masuk Daftar Sineas Miliarder, Ini Daftar Film Terlarisnya

Optimisme Netflix terhadap Hollywood

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan kekhawatiran terhadap kesepakatan tersebut dan bahkan memberikan dukungan terhadap penawaran Paramount.

Di tengah tekanan hukum dan politik, Sarandos tetap optimistis terhadap masa depan industri hiburan global.

Ia meyakini bahwa dalam lima tahun ke depan, Hollywood justru akan berada dalam kondisi yang lebih sehat berkat dukungan sumber daya dari Netflix.

"Akan ada bisnis-bisnis yang sangat sehat, karena sebenarnya mereka sudah merupakan bisnis yang baik saat ini. Mereka hanya kekurangan sumber daya. Dan kami bisa membawa sumber daya itu," kata Sarandos dengan optimis.

Di tengah upaya Paramount untuk menggagalkan kesepakatan tersebut, Netflix dan Warner Bros. Discovery tampak tetap melangkah maju. Merger ini berpotensi menjadi salah satu konsolidasi terbesar dalam sejarah Hollywood.

Baca Juga: Profil Robert Redford, Sosok Aktor dan Pendiri Sundance Film Festival yang Tutup Usia

Selanjutnya: Promo Es Krim Alfamart 16-31 Januari 2026, Ada Cornetto Beli 2 Gratis 1!

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×