kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.517   17,00   0,10%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%
SOSOK /

CEO Baru BP Siap Restrukturisasi Besar Juni 2026, Rombak Unit Gas dan Energi Hijau


Jumat, 08 Mei 2026 / 11:55 WIB
CEO Baru BP Siap Restrukturisasi Besar Juni 2026, Rombak Unit Gas dan Energi Hijau
ILUSTRASI. CEO BP, Meg O’Neill (REUTERS/Jaimi Joy)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Perusahaan energi global BP akan memulai restrukturisasi besar-besaran pada Juni 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari perubahan strategi perusahaan di bawah kepemimpinan CEO baru, Meg O'Neill, yang mulai menjabat sejak 1 April lalu.

Dilansir Reuters, Meg O'Neill menyampaikan langsung rencana reorganisasi tersebut kepada karyawan dalam sebuah panggilan internal pada Kamis (7/5/2026).

BP akan menyederhanakan struktur bisnisnya menjadi dua unit utama, yakni upstream (hulu) dan downstream (hilir).

Baca Juga: Top 5 perempuan Terkaya di Asia Awal 2026: Perintis atau Pewaris?

BP Kembali Fokus pada Bisnis Minyak dan Gas

Sebelumnya, BP memiliki tiga unit bisnis utama. Unit gas and low carbon menangani produksi gas dan proyek energi rendah karbon.

Ada juga unit production and operations mengelola produksi minyak, bisnis darat AS, serta kilang.

Sementara itu, customers and products berfokus pada penjualan bahan bakar, SPBU, dan pelumas.

Dalam struktur baru nanti, bisnis gas BP beserta proyek carbon capture and storage (CCS) akan dimasukkan ke unit upstream. Sementara bisnis low carbon dan biofuel akan dipindahkan ke downstream.

BP sebelumnya pernah menggunakan struktur upstream dan downstream sebelum mantan CEO Bernard Looney mengubah organisasi perusahaan pada 2020 demi mempercepat ekspansi energi terbarukan.

Operasi Laut Utara Inggris Juga Jadi Sorotan

O'Neill juga menyinggung peluang tambahan bisnis BP di kawasan Laut Utara Inggris atau UK North Sea. 

Meski begitu, ia mengakui wilayah tersebut masih menghadapi tantangan dari sisi kebijakan fiskal.

Menurut sumber Reuters, O'Neill menyebut masih ada peluang pengembangan tambahan di kawasan tersebut, meskipun rezim pajak dan fiskalnya cukup menantang bagi perusahaan energi.

Baca Juga: AirAsia Borong 150 Airbus A220, Ini Sosok Tony Fernandes di Balik Modernisasi AirAsia

Siapa Meg O’Neill? CEO Baru BP yang Sedang Mengubah Arah Perusahaan

Meg O'Neill dikenal sebagai salah satu eksekutif senior perempuan paling berpengaruh di industri energi global.

Sebelum bergabung dengan BP, ia memiliki pengalaman panjang di sektor minyak dan gas, termasuk pernah menduduki posisi strategis di perusahaan energi besar internasional.

O'Neill mulai memimpin BP pada April 2026 dan menjadi CEO kelima perusahaan sejak 2020.

Pergantian pimpinan yang cukup sering itu mencerminkan tekanan besar yang dihadapi BP dalam menentukan arah bisnis di tengah transisi energi global.

Sejak hari pertama menjabat, O'Neill langsung mendorong penyederhanaan organisasi dan mempertegas fokus perusahaan terhadap bisnis minyak dan gas.

Di bawah kepemimpinannya, BP tampak berusaha menyeimbangkan ambisi energi rendah karbon dengan tuntutan investor yang menginginkan profitabilitas lebih kuat dari sektor migas tradisional.

Baca Juga: Profil Pham Nhat Vuong: Orang Terkaya Asia Tenggara 2026, Bos VinFast dan Green SM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×