Sumber: Business Insider | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Era baru di Berkshire Hathaway resmi dimulai. Per 1 Januari 2026, tongkat estafet kepemimpinan perusahaan investasi raksasa bernilai pasar US$ 1 triliun atau setara Rp 18.645 triliun (kurs Rp 18.645 per US$) telah berpindah tangan dari sang legenda, Warren Buffett, kepada Greg Abel.
Berbeda dengan Buffett yang merupakan ikon investasi dunia dengan gaya bicara yang populer dan kehidupan publik yang sangat terbuka, Greg Abel cenderung berada di bawah radar.
Selama bertahun-tahun, figur yang kini menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway tersebut jarang tampil di depan publik dan lebih banyak menghabiskan waktu di balik layar operasi bisnis non-asuransi perusahaan.
Baca Juga: Lupakan Blue Chip! Buffett Pilih Perusahaan Kecil Demi Untung Besar
Dilansir dari Business Insider, transisi ini menandai perubahan signifikan dalam sejarah korporasi Amerika Serikat. Buffett dikenal sangat populer, sering muncul di berbagai acara televisi, hingga berteman dengan pesohor dunia.
Sebaliknya, Abel merupakan pribadi yang sangat tertutup, yang komentar publiknya dalam beberapa tahun terakhir hampir seluruhnya hanya terbatas pada sesi tanya jawab di rapat umum pemegang saham tahunan Berkshire.
Rekam Jejak dan Filosofi Kepemimpinan
Greg Abel bukanlah orang baru di lingkaran dalam Buffett. Perjalanannya di Berkshire dimulai pada tahun 2000 saat perusahaan tersebut mengakuisisi MidAmerican Energy.
Karirnya terus menanjak hingga ia dipercaya sebagai Wakil Ketua untuk seluruh unit bisnis non-asuransi Berkshire pada tahun 2018.
Menurut penelusuran Business Insider terhadap pernyataan-pernyataannya di masa lalu, Abel memiliki pandangan yang sangat selaras dengan filosofi investasi Buffett.
Ia secara konsisten menekankan pentingnya menjaga budaya unik Berkshire, di mana para manajer anak perusahaan diberikan otonomi untuk bertindak layaknya pemilik bisnis sendiri.
Dalam hal strategi investasi, Abel menegaskan komitmennya untuk tetap berada di dalam "lingkaran kompetensi". Berikut adalah beberapa prinsip utama yang akan terus dijalankan Abel dalam mengelola modal Berkshire:
- Memperlakukan setiap pembelian saham sebagai kepemilikan bagian dari bisnis untuk jangka panjang.
- Melakukan valuasi perusahaan berdasarkan potensi nilai dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
- Mempertahankan disiplin dan kesabaran tinggi dalam mengambil keputusan investasi.
- Mengedepankan transparansi dan belajar dari kesalahan masa lalu, sebagaimana tradisi yang dibangun Buffett dan mendiang Charlie Munger.
Gaya Manajemen yang Lebih Aktif
Meskipun berjanji untuk meneruskan warisan Buffett, Abel memberikan sedikit gambaran mengenai perbedaan gaya kepemimpinannya.
Mengutip Business Insider, jika Buffett dikenal dengan gaya delegasi yang sangat longgar bahkan hampir mendekati pengabaian, Abel mendeskripsikan gaya manajemennya sedikit lebih aktif, namun tetap dalam koridor yang positif.
Tonton: Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, KPK Ungkit Pertemuan Jokowi dan MBS
Abel juga dikenal sebagai sosok yang sangat tekun. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca secara mendalam mengenai anak-anak perusahaan Berkshire, kondisi industri, hingga potensi disrupsi dari kompetitor.
Bagi Abel, menjadi sabar dalam investasi bukan berarti berdiam diri, melainkan menggunakan waktu tersebut untuk bersiap agar bisa bertindak cepat saat peluang muncul di tengah gejolak pasar.
Prioritas utamanya tetap pada menjaga reputasi perusahaan dan memastikan neraca keuangan yang kuat atau fortress balance sheet. Hal ini penting agar Berkshire tetap mampu bertahan dan justru tampil dominan ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu.
Profil Pribadi dan Harapan Masa Depan
Di balik kesibukannya mengelola konglomerasi global, Abel tetap menjaga privasi kehidupan keluarganya. Melansir informasi dari sesi tanya jawab pemegang saham tahun lalu, ia sempat berbagi sisi personalnya dengan menyatakan bahwa ia ingin diingat sebagai ayah yang hebat sekaligus pelatih yang baik.
Keterlibatannya dalam melatih olahraga anak-anak, seperti hoki dan bisbol, mencerminkan nilai-nilai kerja sama tim yang ia bawa ke dalam dunia korporasi.
Abel meyakini bahwa etika kerja yang kuat dan keinginan untuk berkontribusi adalah modal utama untuk meraih kesuksesan jangka panjang.
Kini, dengan kendali penuh di tangan, mata dunia investasi tertuju pada Greg Abel. Meskipun ia mengaku merasa rendah hati dan terhormat bisa meneruskan tanggung jawab besar ini, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa Berkshire Hathaway tetap bisa tumbuh tanpa kehadiran fisik Buffett di kursi utama.
Abel tampaknya telah siap membuktikan bahwa ia adalah penjaga yang tepat untuk masa depan Berkshire.
Selanjutnya: Prabowo Target Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis hingga 2029, Tampung 500.000 Anak
Menarik Dibaca: Era Digital Bikin Bisnis Harus Gesit, Ini Langkah Awalnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













