kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.085   37,00   0,22%
  • IDX 6.969   -20,27   -0,29%
  • KOMPAS100 958   -7,01   -0,73%
  • LQ45 701   -6,78   -0,96%
  • ISSI 249   -0,42   -0,17%
  • IDX30 382   -5,80   -1,49%
  • IDXHIDIV20 472   -9,07   -1,89%
  • IDX80 108   -0,81   -0,74%
  • IDXV30 131   -2,02   -1,53%
  • IDXQ30 124   -2,26   -1,79%
SOSOK /

CEO Air India Campbell Wilson Mengundurkan Diri di Tengah Krisis dan Audit Ketat


Selasa, 07 April 2026 / 10:46 WIB
CEO Air India Campbell Wilson Mengundurkan Diri di Tengah Krisis dan Audit Ketat
ILUSTRASI. Campbell Wilson resmi mundur dari kursi CEO Air India. Maskapai ini hadapi tekanan kerugian dan audit regulasi pasca kecelakaan fatal. (Dok/Air India)

Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Langkah mengejutkan datang dari maskapai penerbangan bendera India. CEO Air India, Campbell Wilson, dilaporkan telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya pada Selasa, 7 April 2026.

Keputusan ini diambil saat maskapai yang berada di bawah naungan Grup Tata tersebut tengah berjuang menghadapi kerugian finansial yang berkelanjutan dan pengawasan regulasi yang semakin ketat.

Baca Juga: Presiden ICRC Kritik Ancaman Trump: Perang Tak Boleh Abaikan Nilai Kemanusiaan

Kabar pengunduran diri ini muncul sebagai sentimen negatif tambahan bagi perusahaan. Melansir laporan dari Reuters, seorang sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut mengonfirmasi bahwa Wilson akan meninggalkan posisinya.

Meski demikian, pihak manajemen Air India belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar yang diajukan di luar jam kerja operasional tersebut.

Tekanan Berat di Balik Pengunduran Diri

Campbell Wilson, yang sebelumnya merupakan eksekutif senior di Singapore Airlines, bergabung dengan Air India untuk memimpin transformasi besar-besaran pasca privatisasi.

Namun, masa jabatannya harus menghadapi tantangan yang sangat berat. Air India saat ini masih bergelut dengan laporan keuangan yang belum menunjukkan tren positif atau masih mencatatkan kerugian yang cukup dalam.

Selain masalah finansial, tekanan terbesar datang dari sisi operasional dan keselamatan.

Tonton: Iran Ancam Balas Lebih Dahsyat! Trump Ultimatum Serangan Besar Jika Hormuz Tak Dibuka

Maskapai ini sedang berada di bawah pantauan ketat otoritas penerbangan setelah insiden kecelakaan maut tahun lalu.

Tragedi tersebut mengakibatkan 260 orang meninggal dunia, yang kemudian memicu audit besar-besaran terhadap standar prosedur operasional (SOP) perusahaan.

Peningkatan pengawasan regulasi ini menuntut Air India untuk melakukan perombakan total pada sistem keamanan penerbangan mereka.

Pengunduran diri Wilson dipandang oleh sejumlah pengamat industri sebagai refleksi dari beratnya beban yang dipikul manajemen dalam menyeimbangkan antara ekspansi bisnis dan pemulihan kepercayaan publik terhadap aspek keselamatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×