kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.957   -38,00   -0,22%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%
SOSOK /

Bos Freeport-McMoRan Optimis Permintaan Tembaga Tetap Kuat di Tengah Perang


Selasa, 24 Maret 2026 / 07:19 WIB
Bos Freeport-McMoRan Optimis Permintaan Tembaga Tetap Kuat di Tengah Perang
ILUSTRASI. Tambang Grasberg PT Freeport Indonesia (KONTAN/Lamgiat Siringoringo)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk, mengungkapkan bahwa meskipun pasar sempat terguncang oleh konflik Iran vs Israel-AS, ia memproyeksikan permintaan global terhadap tembaga akan tetap tumbuh.

Raksasa tambang Freeport-McMoRan menyatakan keyakinannya bahwa permintaan tembaga untuk kebutuhan elektrifikasi, pusat data, dan sektor teknologi tinggi lainnya akan beradaptasi.

Tembaga, yang sering dijuluki "Dr. Copper", dianggap sebagai standar kesehatan ekonomi global karena penggunaannya yang luas pada motor, baterai, hingga infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Robert Mueller Meninggal Dunia, Eks Bos FBI yang Bongkar Skandal Trump-Rusia

Sektor Teknologi sebagai Penopang Utama

Dalam wawancara di sela-sela konferensi CERAWeek oleh S&P Global di Houston, Quirk menjelaskan bahwa pendorong utama permintaan tembaga saat ini bersifat lebih jangka panjang atau sekuler.

"Pasar sedang memperhitungkan ketidakpastian tentang pertumbuhan ekonomi global, dan 'Dr. Copper' adalah sesuatu yang memengaruhi persepsi risiko global," ujar Quirk, seperti dilaporkan Reuters pada Selasa (24/3/2026).

Quirk menambahkan bahwa diskusi dengan para pelanggan belakangan ini didominasi oleh kebutuhan sektor teknologi.

Sebagai gambaran skala bisnisnya, Freeport memproduksi 1,3 miliar pon tembaga di AS tahun lalu yang seluruhnya dijual secara domestik, serta 3,38 miliar pon secara global.

Baca Juga: Profil Ali Larijani, Tokoh Bayangan Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel

Dorongan Insentif dan Kebijakan Tarif

Di Amerika Serikat, Freeport aktif mendorong pemerintah federal untuk memberikan dukungan lebih bagi industri tembaga.

Quirk menekankan pentingnya insentif ekonomi agar perusahaan tertarik berinvestasi di dalam negeri dibandingkan mencari peluang internasional.

Kondisi ini juga berkaitan dengan kebijakan perdagangan. Pada Juli lalu, Presiden Donald Trump memberlakukan tarif 50% untuk produk tembaga setengah jadi, namun mengecualikan bahan input seperti bijih dan konsentrat yang diproduksi Freeport.

Untungnya, administrasi Trump memberikan sinyal akan meninjau kembali keputusan tarif tersebut di akhir tahun ini.

Baca Juga: Siapa Peter Thiel? Miliarder Pendukung Trump yang Bikin Vatikan Gelisah

Peluang Positif di Chile

Mengenai langkah strategis ke depan, Freeport menyatakan keterbukaan terhadap akuisisi jika ada peluang yang tepat.

Namun, fokus saat ini tetap pada pertumbuhan internal, termasuk teknologi ekstraksi tembaga dari limbah batuan (leaching).

Langkah besar baru saja diambil di Chile, di mana Freeport mengajukan izin lingkungan untuk ekspansi tambang El Abra senilai US$ 7,5 miliar. Momen ini bertepatan dengan pelantikan Presiden Chile yang baru, Jose Antonio Kast.

"Apa yang menarik di Chile adalah adanya keinginan nyata dari pemerintah untuk mendorong investasi. Presiden baru yang menjabat akan ingin memajukan investasi lebih jauh lagi," kata Quirk.

Di sisi lain, untuk wilayah Republik Demokratik Kongo yang ditinggalkan Freeport pada 2016, Quirk menyatakan belum menemukan target atau peluang pengembangan yang menarik untuk kembali masuk ke sana saat ini.

Baca Juga: Kekayaan Trump Melonjak Drastis Berkat Kripto, Tembus Rp 114 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×