kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%
SOSOK /

Bos Bursa Saham NYSE Ungkap Rahasia Sukses: Kurasi Ide dan Rekrut Orang Pintar


Sabtu, 31 Januari 2026 / 10:27 WIB
Bos Bursa Saham NYSE Ungkap Rahasia Sukses: Kurasi Ide dan Rekrut Orang Pintar
ILUSTRASI. Bos Bursa Saham NYSE Ungkap Rahasia Sukses: Kurasi Ide dan Rekrut Orang Pintar (Dok. Reuters/Reuters)

Sumber: Yahoo Finance | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Kesuksesan dalam memimpin raksasa bisnis global ternyata tidak selalu bermula dari penemuan teknologi baru atau kemampuan teknis yang mendalam.

Jeffrey Sprecher, pendiri sekaligus CEO Intercontinental Exchange (ICE) yang menaungi New York Stock Exchange (NYSE), mengungkapkan bahwa keberhasilannya justru berakar pada kemampuan mengurasi ide orang lain dan mengelilingi diri dengan talenta terbaik.

Sprecher, yang memimpin perusahaan dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 98 miliar atau setara Rp 1.643,7 triliun (kurs Rp 16.773 per US$), mengakui bahwa dirinya banyak terinspirasi oleh mendiang pendiri Apple, Steve Jobs.

Baca Juga: Ilmuwan Omar Yaghi: Material MOF Bakal Mendefinisikan Ekonomi Abad ke-21

Meski tidak pernah bertemu secara langsung, Sprecher menganggap Jobs sebagai mentor yang mengajarkan pentingnya memiliki selera yang baik dalam memilih inovasi daripada sekadar menjadi penemu tunggal.

Dalam sebuah acara di Rotary Club of Atlanta, Sprecher menyebutkan bahwa Steve Jobs tidak benar-benar menulis kode atau menciptakan sesuatu dari nol secara teknis. Menurutnya, Jobs lebih berperan sebagai kurator ide-ide brilian yang diciptakan oleh orang-orang pintar di sekelilingnya.

Strategi Akuisisi dan Skala Bisnis

Sepanjang karier bisnisnya, Sprecher telah memimpin sekitar 50 akuisisi perusahaan. Strategi utamanya adalah mengambil alih kerja keras dan pengorbanan yang telah dilakukan pengusaha lain, lalu mengembangkannya ke skala yang lebih besar. Pendekatan ini dinilai jauh lebih efektif daripada membangun segala sesuatunya dari titik nol.

Sejarah mencatat kesuksesan Sprecher bermula pada akhir tahun 1990-an ketika ia membeli platform perdagangan elektronik yang nyaris bangkrut dari MidAmerican Energy milik Warren Buffett. Nilai akuisisi saat itu hanya sebesar US$ 1.000, yang jika dikonversi dengan kurs hari ini bernilai sekitar Rp 16,77 juta.

Kini, platform tersebut telah bertransformasi menjadi Intercontinental Exchange. Melansir dari Yahoo Finance, perusahaan tersebut saat ini mempekerjakan lebih dari 12.000 staf dan telah menjadi pemilik sah dari Bursa Saham New York selama lebih dari satu dekade.

Sprecher menekankan bahwa perannya adalah membuang ide-ide yang tidak produktif dan merangkul ide yang cemerlang. Hal inilah yang pada akhirnya membuat seorang pemimpin terlihat cerdas karena mampu mensinergikan berbagai pemikiran hebat menjadi satu kekuatan bisnis.

Pentingnya Lingkaran Profesional yang Berkualitas

Prinsip mengelilingi diri dengan orang-orang hebat juga diamini oleh tokoh bisnis dunia lainnya. Steve Jobs sendiri pernah menyatakan pada tahun 1992 bahwa tidak masuk akal jika perusahaan merekrut orang pintar hanya untuk didikte apa yang harus mereka lakukan.

Sebaliknya, perusahaan merekrut orang pintar agar mereka bisa memberikan arahan terbaik kepada perusahaan.

Senada dengan hal tersebut, investor legendaris Warren Buffett memberikan saran serupa mengenai kunci kesuksesan jangka panjang.

Dikutip dari Yahoo Finance, Buffett menyarankan agar setiap orang bergaul dengan individu yang memiliki kemampuan atau perilaku lebih baik dari diri mereka sendiri agar dapat ikut berkembang ke arah yang sama.

Beberapa poin penting dari filosofi kepemimpinan para CEO sukses meliputi:

  • Memilih rekan bisnis yang memiliki perilaku dan integritas lebih tinggi agar dapat memberikan pengaruh positif pada pola pikir.
  • Memberikan ruang bagi talenta berbakat untuk mengambil keputusan strategis daripada melakukan mikromanajemen.
  • Membangun koneksi yang kuat untuk memperluas wawasan dan peluang karier melalui jaringan orang-orang berprestasi.

Tonton: Bubur Kendil Surya Kencana, Rasanya Bikin Nagih

Membangun Ekosistem Inovasi

Pendiri Virgin Atlantic, Richard Branson, turut memperkuat pandangan bahwa pengusaha tidak boleh ragu dalam memfasilitasi talenta terbaik.

Menurut Branson, pengusaha harus memastikan orang-orang pintar di sekitar mereka memiliki semua dukungan yang dibutuhkan untuk berkembang demi kemajuan perusahaan.

Kutipan dari unggahan LinkedIn Branson tahun 2023 menyebutkan bahwa mengelilingi diri dengan orang-orang yang lebih pintar dan membiarkan mereka menjalankan visi mereka akan membuat bisnis berkembang pesat.

Strategi ini dianggap sebagai jalan pintas yang efektif untuk menciptakan perusahaan dengan pertumbuhan eksponensial.

Strategi Sprecher memberikan pelajaran berharga mengenai manajemen modal manusia. Keberhasilan dalam skala global tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam mengurasi inovasi dan memberikan kepercayaan penuh kepada tim yang ahli di bidangnya.

Kepemimpinan Jeffrey Sprecher membuktikan bahwa dengan modal awal yang minim namun dibarengi dengan selera bisnis yang tajam, sebuah entitas kecil dapat tumbuh menjadi kekuatan dominan di pasar keuangan dunia. Fokus pada kualitas manusia dan kurasi ide tetap menjadi instrumen investasi paling berharga dalam dunia bisnis yang kompetitif.

Selanjutnya: Aktivitas Pabrik Melambat, Indeks PMI China Anjlok ke Level Kontraksi

Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Sabtu 31 Januari 2026 Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×