Sumber: Forbes,CNBC,New York Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Adam Arash Foroughi, sang CEO AppLovin, kini menjadi salah satu sosok terpandang dalam daftar eksekutif tinggi Silicon Valley.
Di saat yang sama, Adam Foroughi juga menjadi simbol keberhasilan anak imigran yang tiba di Amerika Serikat hingga menjadi pendiri sekaligus CEO perusahaan teknologi bernilai puluhan miliar dolar.
Adam lahir di Tehran, Iran, tak lama setelah Revolusi Iran. Keluarganya pindah ke California saat ia masih kecil untuk membangun kehidupan baru.
Dalam catatan Forbes, Foroughi menyelesaikan pendidikan di University of California, Berkeley dengan gelar di bidang bisnis dan langsung terjun ke dunia finansial sebagai derivatives trader.
Namun, ia merasa bahwa pemasaran digital bukan dunianya. Ia memulai karier kewirausahaan dengan mendirikan beberapa startup sebelum akhirnya menemukan titik terang dan mendirikan AppLovin.
Baca Juga: Sosok Michael Sabel: Otak di Balik Kesuksesan IPO Venture Global
Memulai AppLovin dari Nol
AppLovin didirikan Adam Foroughi bersama dua koleganya pada 2011. Awalnya, layanan ini fokus membantu pengembang aplikasi memasarkan dan memonetisasi aplikasi mereka.
Dalam beberapa tahun pertama, perusahaan ini berjalan tanpa suntikan modal ventura besar. Foroughi dan timnya terus memperkuat teknologi dan model bisnis mereka selama periode awal tersebut.
Perubahan besar datang sekitar 2018, ketika AppLovin mendapat suntikan investasi sekitar US$400 juta atau sekitar Rp6,7 triliun dari KKR dan mulai memperluas fokusnya.
Sejak itu, AppLovin tumbuh pesat dan bahkan masuk bursa saham Nasdaq pada 2021, dengan valuasi saat itu menembus US$25 miliar atau setara dengan Rp420,2 triliun.
Baca Juga: Top 5 Wanita Terkaya di Asia 2026: Miliarder India Memimpin
Perkembangan Bisnis AppLovin
Tidak cepat puas dengan kesuksesan IPO, performa bisnis AppLovin terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Mengutip CNBC, pendapatan perusahaan meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Misalnya pada tahun 2020 ketika pendapatan tumbuh 40% dari tahun sebelumnya menjadi US$1,45 miliar.
Pada kuartal ketiga tahun 2025, pendapatan AppLovin mencapai sekitar US$1,4 miliar, naik sekitar 68% dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan laba bersih naik hampir dua kali lipat.
Pocket Gamer melaporkan, aliran pendapatan perusahaan kini semakin kuat di segmen iklan digital, termasuk teknologi berbasis kecerdasan buatan yang membantu pengiklan menargetkan audiens dengan lebih efisien.
Meski sempat menjual unit game untuk memfokuskan diri pada bisnis inti, langkah ini justru memperkuat fokus AppLovin sebagai platform AdTech kelas dunia.
Baca Juga: Patrick dan John Collison: Dua Bersaudara di Balik Kesuksesan Stripe
Nilai Kekayaan Adam Foroughi
Sebagai pemegang sekitar 11% saham AppLovin, kekayaan Foroughi sangat dipengaruhi oleh kinerja saham perusahaan tersebut.
Menurut estimasi BestofAI, sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan AppLovin. Pada puncaknya, kekayaan Foroughi sempat menyentuh angka bersih sekitar US$10-11 miliar.
Pergerakan saham AppLovin yang dinamis juga berdampak langsung pada nilai kekayaan Foroughi.
Misalnya pada awal 2026, Forbes mencatat kekayaannya turun signifikan seiring dengan koreksi pasar teknologi global, meskipun tetap di angka yang sangat tinggi.
Di sisi lain, catatan penjualan saham yang dia lakukan dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan strategi diversifikasi kepemilikan.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Februari 2026: Elon Musk Makin Sulit Dikejar
Selanjutnya: Perkuat Portofolio PC, Tera Data Indonusa (AXIO) Rilis Hype Flex 7+ Pro Max
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 8-15 Februari 2026, Sambal Indofood Beli 2 Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













