kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%
SOSOK /

Strategi Investasi Saham ala Warren Buffett: Beli Bisnis, Bukan Spekulasi Harga


Sabtu, 07 Februari 2026 / 10:41 WIB
Strategi Investasi Saham ala Warren Buffett: Beli Bisnis, Bukan Spekulasi Harga
ILUSTRASI. Strategi Investasi Saham ala Warren Buffett: Beli Bisnis, Bukan Spekulasi Harga. (Scott Morgan/REUTERS)

Sumber: Investopedia | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Banyak investor pemula maupun profesional sering terjebak pada fluktuasi harga harian dan perhitungan teknis yang rumit saat memilih saham di pasar modal.

Padahal, tokoh investasi dunia seperti Warren Buffett dan Charlie Munger justru mengambil jalur berbeda dengan menempatkan pemahaman bisnis sebagai fondasi utama keputusan investasi mereka.

Bagi keduanya, saham tidak dilihat sebagai instrumen spekulatif yang diperdagangkan setiap jam, melainkan sebagai bukti kepemilikan nyata dari sebuah perusahaan yang sedang bertumbuh.

Baca Juga: Profil Lee Yeow Seng: Pewaris Bisnis Sawit Raksasa Malaysia

Filosofi investasi nilai (value investing) inilah yang membuat Buffett dan Munger mampu membangun Berkshire Hathaway menjadi salah satu konglomerasi terbesar di dunia.

Pendekatan tersebut menekankan pada kualitas bisnis yang berkelanjutan, bukan sekadar melihat angka laporan keuangan sesaat atau mengikuti tren pasar jangka pendek yang volatil.

Dengan cara pandang yang konsisten dan disiplin tinggi, mereka membuktikan bahwa strategi sederhana berbasis analisis mendalam dapat mengungguli performa pasar dalam jangka panjang.

Filosofi Saham sebagai Kepemilikan Bisnis Riil

Warren Buffett dan mendiang Charlie Munger selalu memandang pembelian selembar saham sebagai tindakan membeli sebagian dari sebuah bisnis riil.

Mereka berpikir layaknya pemilik perusahaan (business owner), bukan sebagai trader yang mengejar keuntungan cepat dari selisih harga jual dan beli.

Fokus utama mereka adalah bagaimana kondisi bisnis tersebut dalam rentang waktu 5-10 tahun mendatang dan seberapa besar keyakinan terhadap prospek pertumbuhannya.

Pendekatan ini membuat mereka sangat selektif dan hanya memilih perusahaan yang benar-benar layak dimiliki dalam jangka panjang.

Pertanyaan mendasar seperti apakah bisnis ini akan tetap relevan, kompetitif, dan memiliki pangsa pasar yang kuat di masa depan selalu menjadi pertimbangan utama sebelum mengalokasikan modal.

Prinsip ini, dilansir dari Investopedia, merupakan inti dari metode Buffett dan Munger dalam mengidentifikasi saham unggulan yang memiliki keberlanjutan laba.

Panduan Teknis Memilih Saham Menggunakan Kriteria Buffett

Bagi investor yang ingin mengadopsi gaya investasi ini, terdapat langkah-langkah prosedural dan teknis yang harus dipahami sebelum mengeksekusi pesanan beli di aplikasi sekuritas. Berikut adalah panduan teknis untuk menyaring saham berkualitas:

  • Analisis Model Bisnis yang Sederhana: Pilih perusahaan dengan model usaha yang jelas, stabil, dan mudah dijelaskan cara kerjanya. Buffett menyarankan investor untuk tetap berada dalam "lingkaran kompetensi" mereka.
  • Evaluasi Keunggulan Kompetitif (Economic Moat): Identifikasi apakah perusahaan memiliki benteng pertahanan dari kompetitor, seperti merek yang kuat, biaya produksi rendah, atau hak paten yang sulit ditiru.
  • Cek Konsistensi Laba: Pastikan perusahaan memiliki arus pendapatan yang konsisten dan pertumbuhan laba bersih yang stabil selama minimal periode 5-10 tahun terakhir.
  • Tingkat Pengembalian Ekuitas (Return on Equity): Cari perusahaan yang mampu menghasilkan pengembalian ekuitas yang sehat (biasanya di atas 15%) tanpa bergantung pada utang yang berlebihan.
  • Kualitas Manajemen: Lakukan riset mengenai rekam jejak direksi dan komisaris. Pastikan manajemen dikelola oleh orang-orang yang jujur, kompeten, dan memiliki kepentingan yang sejalan dengan pemegang saham.

Tonton: Harga Emas Antam Hari ini Menguat (7 Februari 2026)

Mengutamakan Nilai Intrinsik dan Margin Keamanan

Salah satu kunci sukses Buffett adalah kemampuannya membedakan antara harga dan nilai. Alih-alih terpaku pada harga pasar harian yang sering kali emosional, Buffett dan Munger berpegang teguh pada nilai intrinsik perusahaan.

Saham dinilai dari potensi arus kas masa depan yang didiskon ke nilai saat ini. Mereka hanya akan membeli ketika harga pasar berada di bawah nilai wajarnya, sehingga memberikan margin keamanan (margin of safety) yang memadai untuk meminimalisir risiko kerugian.

Mengutip dari Investopedia, aspek manusia dan budaya perusahaan dianggap sebagai penentu utama keberhasilan jangka panjang.

Angka keuangan hanya menjadi alat bantu navigasi, bukan dasar tunggal dalam mengambil keputusan investasi.

Cara sebuah perusahaan beroperasi, bagaimana mereka memperlakukan pelanggan, serta cara mereka merespons perubahan pasar justru menjadi fokus utama penilaian Buffett.

Tips Finansial: Membangun Psikologi Investasi yang Sehat

Berinvestasi ala Warren Buffett membutuhkan kedisiplinan dan kesabaran yang luar biasa. Berikut adalah beberapa tips edukatif bagi Anda yang ingin mulai membangun portofolio jangka panjang:

  • Jangan Terpengaruh Kebisingan Pasar: Berhentilah memantau pergerakan harga saham setiap menit. Jika bisnisnya bagus, harga saham akan mengikuti nilai bisnisnya dalam jangka panjang.
  • Diversifikasi yang Terukur: Buffett tidak menyarankan diversifikasi yang terlalu luas hingga Anda tidak mengenal apa yang Anda beli. Fokuslah pada beberapa perusahaan hebat yang benar-benar Anda pahami.
  • Investasi pada Diri Sendiri: Buffett sering menekankan bahwa investasi terbaik adalah meningkatkan kemampuan diri sendiri. Semakin luas pengetahuan Anda, semakin tajam naluri bisnis Anda dalam memilih saham.
  • Manfaatkan Kekuatan Bunga Berbunga: Biarkan keuntungan Anda digulung kembali ke dalam modal pokok. Waktu adalah sahabat bagi bisnis yang hebat, namun menjadi musuh bagi bisnis yang buruk.

Strategi investasi ini mungkin terlihat membosankan bagi mereka yang mencari sensasi di pasar modal.

Namun, sejarah telah mencatat bahwa ketekunan dalam memegang saham perusahaan berkualitas adalah jalan yang paling teruji untuk mencapai kebebasan finansial.

Dengan meniru kedisiplinan Buffett dan Munger, investor dapat terhindar dari jebakan spekulasi dan mulai membangun kekayaan secara berkelanjutan di bursa saham.

Selanjutnya: Panduan Lengkap Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan 2026

Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Sabtu 7 Februari, Harga Buyback Melesat, Waktunya Jual?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×