kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%
SOSOK /

Strategi Buffett: Saham Small-Cap, Kunci Kekayaan Baru di Tahun 2026


Selasa, 20 Januari 2026 / 14:22 WIB
Strategi Buffett: Saham Small-Cap, Kunci Kekayaan Baru di Tahun 2026
ILUSTRASI. Strategi Buffett: Saham Small-Cap, Kunci Kekayaan Baru di Tahun 2026. (dok./Kontan)

Sumber: Yahoo Finance | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Nama Warren Buffett sudah lama menjadi simbol kesuksesan investasi jangka panjang dan menjadi rujukan para pelaku pasar modal global. 

Chairman dan CEO Berkshire Hathaway ini dikenal luas karena kemampuannya memilah saham yang sedang terpuruk namun memiliki fundamental kuat untuk dikelola dalam kurun waktu yang sangat lama.

Dalam berbagai kesempatan pertemuan pemegang saham, sang Oracle of Omaha sering membagikan prinsip sederhana namun mendalam bagi investor yang baru memulai perjalanannya di dunia finansial. 

Baca Juga: Valentino Garavani Wafat: Intip Perjalanan Karier 'The Last Emperor'

Melansir Yahoo Finance, Buffett pernah menjelaskan bagaimana modal awal sebesar US$ 10.000 atau sekitar Rp 169,79 juta (kurs Rp 16.979 per US$) dapat berkembang menjadi aset yang sangat besar di masa depan.

Bagi Buffett, kunci utamanya bukan terletak pada besarnya modal awal yang dimiliki, melainkan pada kedisiplinan dan pemahaman mendalam terhadap bisnis yang dibeli. 

Buffett menekankan pentingnya membeli bisnis yang bagus pada harga yang menarik, meskipun investor hanya mampu membeli bagian kecil dari bisnis tersebut dalam bentuk lembaran saham.

Berikut adalah tiga strategi fundamental dari Warren Buffett yang tetap relevan untuk diterapkan oleh para investor pada tahun 2026:

1. Memahami Lingkaran Kompetensi (Circle of Competency)

Salah satu kunci sukses Buffett adalah fokus pada industri yang benar-benar ia pahami dan menghindari godaan untuk sekadar mengejar tren pasar yang bersifat sementara. 

Strategi ini sangat dipengaruhi oleh prinsip pendiri IBM, Tom Watson Sr., yang menyatakan bahwa lebih cerdas untuk tetap berada di area yang dikuasai daripada berusaha menjadi jenius di semua bidang namun tanpa dasar yang kuat.

Namun, Buffett memberikan catatan penting mengenai volatilitas pasar yang tidak terhindarkan. 

Mengutip pernyataan Buffett dalam pertemuan pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2020, seorang investor harus memiliki kesiapan mental jika harga saham yang dibeli turun hingga 50% atau bahkan lebih. 

Selama investor merasa nyaman dengan fundamental perusahaan tersebut, fluktuasi harga jangka pendek tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap memegang aset.

2. Memulai Sedini Mungkin dan Kekuatan Bunga Majemuk

Buffett sering menggunakan metafora "bola salju" untuk menjelaskan akumulasi kekayaan yang ia bangun selama puluhan tahun. Ia mengibaratkan investasi seperti memulai dengan bola salju kecil di atas bukit yang sangat tinggi, lalu membiarkannya menggelinding ke bawah dalam waktu yang sangat lama sehingga ukurannya terus membesar secara eksponensial.

Panjangnya durasi investasi merupakan faktor krusial di balik kekayaan Buffett yang luar biasa. Ia membeli saham pertamanya pada usia 11 tahun dan masih aktif melakukan transaksi investasi hingga saat ini.

Menariknya, melansir data Bloomberg, mayoritas kekayaan Buffett justru terakumulasi setelah ia berusia 65 tahun.

Pada tahun 1999, kekayaan bersihnya tercatat sebesar US$ 30 miliar atau setara Rp 509,37 triliun. Saat ini, angka tersebut telah melonjak hampir lima kali lipat menjadi sekitar US$ 150 miliar yang jika dikonversi mencapai Rp 2.546,85 triliun.

Hal ini membuktikan bahwa efek compound interest atau bunga majemuk bekerja maksimal seiring dengan berjalannya waktu.

Tonton: Profil Evan Spiegel: Pendiri Snapchat, Sukses Mengubah Tren Media Sosial

3. Mencari Peluang di Perusahaan Kecil

Meskipun saat ini Berkshire Hathaway banyak mengelola dana dalam skala raksasa, Buffett menyarankan investor dengan modal terbatas untuk melirik perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil atau small-cap. 

Menurutnya, di perusahaan kecil, terdapat peluang lebih besar untuk menemukan bisnis potensial yang sering kali terabaikan oleh analis besar namun memiliki ruang pertumbuhan yang luas.

Sejarah mencatat beberapa keberhasilan Buffett dalam menerapkan strategi ini pada masa awal kariernya, antara lain:

  • Nebraska Furniture Mart: Dibeli pada tahun 1983 saat masih merupakan perusahaan furnitur lokal yang tengah melakukan ekspansi lintas negara bagian.
  • See’s Candies: Diakuisisi pada tahun 1972 saat perusahaan tersebut baru menghasilkan keuntungan tahunan sekitar US$4 juta atau setara Rp67,91 miliar.

Dengan membeli perusahaan kecil yang belum banyak dilirik pasar, investor memiliki kesempatan untuk mendapatkan harga yang relatif murah dan menikmati pertumbuhan seiring berkembangnya bisnis tersebut menjadi perusahaan berskala besar.

Tips Tambahan dari Charlie Munger

Mendiang mitra bisnis Buffett, Charlie Munger, juga pernah menekankan bahwa bagian tersulit bagi kebanyakan orang adalah mengumpulkan US$100.000 pertama atau sekitar Rp1,69 miliar.

Menurut Munger, sebagaimana dilansir dari Yahoo Finance, terdapat tiga faktor utama yang membantu mempercepat proses pengumpulan modal tersebut:

  • Bersikap sangat rasional dalam mengambil setiap keputusan keuangan.
  • Selalu waspada dan oportunistik terhadap setiap peluang yang muncul di pasar.
  • Memiliki kedisiplinan tinggi untuk pengeluaran di bawah tingkat pendapatan secara konsisten.

Disiplin untuk tidak menghabiskan seluruh pendapatan dan mengalihkannya ke instrumen investasi menjadi fondasi utama sebelum seorang investor dapat menikmati hasil dari strategi buy-and-hold. Dengan memahami lingkaran kompetensi dan memanfaatkan waktu lewat bunga majemuk, investor ritel dapat membangun kekayaan secara berkelanjutan.

Selanjutnya: Hak Pekerja Dilanggar? Lapor Menaker Sekarang, Ini Caranya!

Menarik Dibaca: Marak Penipuan Berkedok Pengiriman, Ini Imbauan dari J&T Cargo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×