Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Dunia olahraga Amerika Serikat kembali diguncang oleh transaksi fantastis yang melibatkan taipan teknologi asal Asia.
Salah satu pendiri sekaligus Vice Chairman Xiaomi, Lin Bin, dilaporkan telah resmi mengakuisisi porsi saham minoritas di tim American Football, Miami Dolphins.
Investasi ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, melainkan telah menetapkan standar baru dalam sejarah valuasi klub di liga National Football League (NFL).
Baca Juga: Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Terjaring OTT KPK, Ini Hartanya
Rekor Valuasi Tertinggi di Sejarah NFL
Mengutip laporan dari Sportico yang dibagikan Reuters pada Selasa (3/3), Lin Bin membeli 1% saham di perusahaan induk yang menaungi Miami Dolphins.
Transaksi ini dilakukan dengan basis nilai perusahaan atau valuasi mencapai US$ 12,5 miliar (sekitar Rp 211,22 triliun denga kurs 16.898 per dolar AS).
Angka ini memecahkan rekor transaksi minoritas publik sebelumnya yang dipegang oleh keluarga Koch saat membeli 10% saham New York Giants pada Oktober lalu dengan valuasi US$ 10 miliar.
Kepemilikan saham yang dibeli oleh Lin Bin tidak hanya mencakup tim Miami Dolphins saja. Investasi ini meliputi ekosistem olahraga yang luas milik Stephen Ross, yang mencakup:
- Kepemilikan tim NFL Miami Dolphins.
- Stadion megah Hard Rock Stadium di Florida.
- Hak penyelenggaraan balap jet darat Formula 1 (F1) Miami Grand Prix.
- Sebagian kepemilikan turnamen tenis bergengsi Miami Open.
Langkah Lin Bin ini telah mendapatkan lampu hijau dari komite keuangan NFL. Persetujuan akhir dari para pemilik klub liga diharapkan segera rampung pada pertemuan tahunan mereka yang dijadwalkan pada akhir Maret mendatang.
Tonton: Plin-Plan! Tujuan Perang AS ke Iran Berubah-ubah, Target Nuklir atau Ganti Rezim?
Profil Lin Bin: Dari Teknologi ke Industri Olahraga
Keterlibatan Lin Bin dalam kepemilikan tim olahraga papan atas tersebut menambah daftar panjang miliarder teknologi yang merambah ke dunia sport.
Menurut data Forbes real-time yang dikutip dari Reuters, Lin Bin berada di peringkat ke-305 orang terkaya di dunia dengan perkiraan kekayaan bersih mencapai US$ 10,3 miliar (setara Rp 174 triliun).
Sebelum sukses membangun raksasa smartphone Xiaomi yang bermarkas di Beijing, Bin memiliki rekam jejak akademis dan profesional yang sangat kuat di Amerika Serikat.
Ia memegang gelar master dalam ilmu komputer dari Drexel University. Karier profesionalnya mencakup posisi strategis di bidang teknik pada dua perusahaan teknologi raksasa, yaitu Google dan Microsoft.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













