kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%
SOSOK /

Profil Thaksin Shinawatra, Mantan PM Thailand yang Baru Saja Bebas dari Penjara


Senin, 11 Mei 2026 / 12:25 WIB
Profil Thaksin Shinawatra, Mantan PM Thailand yang Baru Saja Bebas dari Penjara
ILUSTRASI. Profil Thaksin Shinawatra, mantan PM Thailand yang bebas bersyarat. Simak perjalanan karier politik dan bisnis sang miliarder di sini. ( REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)

Sumber: Encyclopedia,Britannica,Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Sosok Thaksin Shinawatra kembali menjadi pusat perhatian dunia internasional setelah resmi menghirup udara bebas.

Mantan Perdana Menteri Thailand tersebut meninggalkan lembaga pemasyarakatan setelah mendapatkan pembebasan bersyarat pada Senin (11/5).

Kepulangan sang miliarder ke tengah masyarakat menandai babak baru dalam dinamika politik Negeri Gajah Putih yang telah ia dominasi selama lebih dari dua dekade.

Baca Juga: Trump Ajak CEO Citigroup Jane Fraser ke China, Sepenting Apa Sosoknya?

Thaksin Shinawatra merupakan figur sentral yang mengubah wajah perpolitikan Thailand sejak awal milenium.

Meski sempat menghabiskan waktu selama 15 tahun di pengasingan, pengaruh pria berusia 76 tahun ini tetap terasa kuat melalui partai-partai pendukungnya.

Kini, setelah menjalani masa hukuman efektif selama delapan bulan dari total vonis satu tahun, Thaksin kembali ke rumah kediamannya di Bangkok.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier Awal

Lahir pada 26 Juli 1949 di Chiang Mai, Thaksin mengawali pengabdiannya di sektor publik sebagai anggota kepolisian.

Mengutip catatan biografi dari laman Britannica, ia merupakan lulusan Akademi Kader Polisi Thailand tahun 1973 sebelum akhirnya melanjutkan studi pascasarjana di Amerika Serikat.

Ia meraih gelar M.A. di bidang keadilan kriminal dari Eastern Kentucky University dan gelar doktor dari Sam Houston State University.

Sebelum terjun ke dunia politik, Thaksin dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang telekomunikasi. Melansir data dari profil profesional pada laman LinkedIn pribadinya, ia membangun imperium bisnis Shin Corporation yang kemudian berkembang menjadi raksasa telekomunikasi, termasuk penyedia layanan telepon seluler dan satelit.

Keberhasilan di sektor swasta ini menjadikannya salah satu orang terkaya di Thailand dan menjadi landasan bagi gaya kepemimpinannya yang menyerupai CEO perusahaan.

Perjalanan Politik dan Kebijakan Monumental

Thaksin Shinawatra menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada periode 2001-2006. Ia tercatat sebagai perdana menteri pertama yang terpilih secara demokratis dan berhasil menyelesaikan masa jabatan empat tahun secara penuh.

Berdasarkan informasi dari Encyclopedia.com, beberapa kebijakan populis yang ia luncurkan antara lain:

  • Layanan kesehatan universal dengan skema 30 baht bagi warga kurang mampu.
  • Program pinjaman mikro dan dana pembangunan untuk desa-desa di seluruh Thailand.
  • Reformasi birokrasi dan kebijakan ekonomi makro yang dikenal dengan istilah Thaksinomics.

Namun, masa kejayaannya terhenti pada September 2006 akibat kudeta militer saat ia tengah berada di luar negeri.

Sejak saat itu, ia menghadapi serangkaian tuntutan hukum terkait penyalahgunaan kekuasaan dan konflik kepentingan.

Tonton: Putin Siap Angkut Uranium Iran, AS Menolak! Konflik Nuklir Makin Panas?

Kronologi Hukum dan Pembebasan Bersyarat

Thaksin kembali ke Thailand pada Agustus 2023 setelah mengasingkan diri selama 15 tahun. Melansir laporan resmi dari Departemen Pemasyarakatan Thailand (Department of Corrections), ia mendapatkan remisi kerajaan yang memotong hukuman delapan tahun penjara menjadi satu tahun.

Namun, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sakit polisi sebelum akhirnya Mahkamah Agung Thailand pada September 2025 memutuskan bahwa ia harus menjalani sisa masa hukuman di dalam penjara karena kondisi kesehatannya dinilai tidak kritis.

Berikut adalah detail persyaratan pembebasan bersyarat yang harus ia patuhi menurut Departemen Pemasyarakatan:

  • Wajib mengenakan alat pemantau elektronik (ankle monitor) pada pergelangan kaki selama sisa masa hukuman.
  • Melakukan wajib lapor secara rutin kepada petugas pemasyarakatan.
  • Dilarang meninggalkan wilayah tertentu atau keluar negeri tanpa izin otoritas terkait hingga masa hukuman formal berakhir pada September mendatang.

Kepulangan Thaksin pada pukul 07.40 waktu setempat disambut oleh keluarga dan para pendukung setianya. Mengutip laporan Reuters, ratusan orang berkumpul di luar Penjara Pusat Klong Prem untuk menyuarakan dukungan bagi sang mantan pemimpin.

Pembebasan ini sekaligus menandai babak baru bagi dinasti politik Shinawatra, mengingat putrinya, Paetongtarn Shinawatra, juga merupakan tokoh kunci dalam pemerintahan saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×